Senin, 21 Februari 2022

Tugas 3 Cahaya dan Optik



sumber gambar : www.pinhome.id

Tugas Kelas VIII U1,U2

Senin 21/2/22

1.       1. Tulislah bayangan pada Cermin Cekung dan Cermin Cembung !

2.       2. Lukislah bayangan pada Lensa Cekung dan Lensa Cembung !

3.       3. Sifat bayangan yang dibentuk oleh kamera  adalah ?

4.       4. Sifat bayangan yang dibentuk oleh mikroiskop adalah ?

5.       5. Sifat bayangan yang dibentuk di Retina mata Elang ketika melihat mangsanya adalah ?

Sabtu, 12 Februari 2022

TUGAS 2 OPTIK DAN CAHAYA

                   

sumber gambar : kependidikan.com

                         

TUGAS MAPEL IPA KELAS VIII
TANGGAL 12 FEBRUARI 2022


nama                :........................\

KELAS            :.........................

MAPEL            :........................


1. INDEKS BIAS ADALAH....

2. SUDUT DEVIASI ADALAH.....

3. GAMBARKAN BENTUK-BENTUK LENSA CEMBUNG!

4. TULISKAN DAN JELASKAN RUMUS LENSA CEMBUNG!

5. GAMBARKAN BENTUK-BENTUK LENSA CEMBUNG!

6. GAMBARKAN BENTUK-BENTUK LENSA CEKUNG!

7. TULISKAN DAN JELASKAN RUMUS LENSA CEKUNG!

8. GAMBARKAN BENTUK-BENTUK LENSA CEKUNG!

9. APA YANG KAMU KETAHUI TENTANG : 

a. kamera

b. periskop

c. dispersi cahaya

10. coba gambarlah alat optik berupa mata!



selamt mengerjakan 

Senin, 07 Februari 2022

                             Komponen Ekosistem dan Interaksi Antar Komponen Biotik




A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan Anda dapat:

1. Mengidentifikasi komponen-komponen penyusun ekosistem.

2. Menjelaskan tipe-tipe interaksi antar komponen biotik.

3. Menggambar skema pola interaksi antar komponen biotik menjadi rantai makanan

dan jaring-jaring makanan.

B. Uraian Materi

1) Komponen-Komponen Ekosistem

Ekosistem diartikan sebagai kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan

lingkungannya yang di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi yang sangat erat

dan saling memengaruhi. Ekosistem terdiri dari berbagai unsur yang membentuk tata

lingkungan. Komponen ekosistem yang dikenal di alam ini adalah komponen biotik

dan komponen abiotik.

Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang tergolong mahluk hidup. Menurut

perananya komponen biotik dibedakan menjadi produsen, konsumen, dekomposer

dan detritivor.

a. Produsen : yaitu organisme yang mampu mensintesis senyawa organik dari

bahan senyawa an organik dengan bantuan energi matahari.

b. konsumen : organisme yang memperoleh bahan organik dari organisme lain.

c. dekomposer : di sebut juga pengurai yaitu organisme yang mampu merombak sisa

produk organisme/organisme yang telah mati menjadi senyawa anorganik.

d. detritivor : organisme yang memakan serpihan-serpihan organik dari

suatu organisme.

Berdasarkan cara memperoleh makanannya komponen biotik dibagi komponen

autotrof (Auto = sendiri dan trophikos = menyediakan makan). Autotrof adalah

organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri. Komponen

autotrof berperan sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau. Selain itu

ada komponen heterotroph (Heteros = berbeda, trophikos = makanan). Heterotrof

(konsumen) merupakan organisme yang memanfaatkan senyawa organik dari

makhluk hidup lain. Contohnya berbagai jenis hewan.

Komponen abiotik adalah komponen materi yang tergolong makhluk tak hidup,

misalnya : cahaya matahari, tanah, air, kelembaban , dan iklim.

2) Interaksi Antar Komponen Ekosistem

Interaksi antar komponen ekosistem dapat merupakan interaksi antar biotik dengan

biotik ataupun biotik dengan abiotik.

a. Interaksi antara komponen biotik dengan biotik

Interaksi ini bisa terjadi antar organisme, antar populasi, dan antar komunitas.

1) Interaksi antar organisme

Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap

individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain


jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi

lain. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut.

a) Netral

Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang

sama, yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah

pihak, disebut netral. Contohnya : antara capung dan sapi, ayam dan kucing.

b) Predasi

Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan

ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya,

predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa

dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan burung hantu dengan tikus.

c) Parasitisme

Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bila salah

satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari

hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya.

contoh : Plasmodium dengan manusia, Taeniasaginata dengan sapi, dan benalu

dengan pohon inang, nyamuk anopheles dengan manusia

d) Komensalisme

Komensalisme merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda

spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan,

salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya

anggrek dengan pohon yang ditumpanginya, ikan hiu dengan ikan remora.

e) Mutualisme

Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang

saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh: bakteri Rhizobium yang

hidup pada bintil akar kacang-kacangan, bunga dan lebah.

2. Interaksi antar populasi

Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara

langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya. Contoh interaksi antarpopulasi

adalah sebagai berikut.

a) Alelopati

Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu

menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain.

Contohnya, di sekitar pohon walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain

karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada

mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai anabiosa. Contoh, jamur

Penicillium sp. dapat menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat

pertumbuhan bakteri tertentu.

b) Kompetisi

Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat

kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa

yang diperlukan. Contoh, persaingan antara populasi kambing dengan populasi

sapi di padang rumput, persaingan hewan jantan memperebutkan wilayah atau

pasangan.

3. Interaksi antar komunitas

Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan

saling berinteraksi. Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai.

Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi,

belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang,

zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah

terjadi interaksi dalam bentuk peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan

peredaran organisme hidup dari kedua komunitas tersebut. Interaksi antar

komunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi juga

aliran energi dan makanan

b. Interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik

Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubungan

antara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi

dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau

tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi. Dengan adanya interaksiinteraksi

tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan keseimbangannya.

Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri khas suatu

ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong

terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru.

3) Macam-Macam Ekosistem

Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem

perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air

Laut.

a. Ekosistem Darat

Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan.

Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan

menjadi beberapa bioma. Bioma yaitu ekosistem darat yang khas pada wilayah

tertentu dan dicirikan oleh jenis vegetasi yang dominan di wilayah tersebut. Batas

antara dua bioma disebut ecotone. Jenis-jenis bioma adalah sebagai berikut :

1) Bioma gurun

Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika

Utara, Australia, dan Asia Barat.

Ciri-ciri :

- Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun.

- Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi.

- Kelembaban udara sangat rendah.

- Perbedaan suhu siang hari dengan malam hari sangat tinggi (siang dapat

mencapai 45ºC dan malam dapat turun sampai 0ºC).

- Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air.

- Flora: tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi

dengan daerah kering (tumbuhan serofit), seperti kaktus.

- Hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu menyimpan air,

misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan kecil misalnya kadal, ular, tikus,

semut, umumnya hanya aktif hidup pada pagi hari, pada siang hari yang

terik mereka hidup pada lubang-lubang.

2) Bioma padang rumput

Bioma padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan

daerah beriklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika

Selatan, dan Australia.

Ciri-ciri :

- Curah hujan antara 25-50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput

curah hujannya dapat mencapai 100 cm/tahun.

- Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.

- Turunnya hujan yang tidak teratur menyebabkan porositas dan drainase

kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.

- Flora : tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan porositas

dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain

yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka merupakan vegetasi yang

dominan maka disebut padang rumput. Nama padang rumput bermacammacam

seperti stepa di Rusia Selatan, puzta di Hongaria, prairi di

Amerika Utara dan pampa di Argentina.

- Fauna : bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di

Afrika, domba dan kanguru di Australia. Juga terdapat karnivora seperti

hewan singa, serigala, anjing liar, dan cheetah.

3) Bioma Hutan Basah/Bioma Hutan Tropis

Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis

tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran sungai

Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan

Papua Nugini, serta lembah Kongo di Afrika.

Ciri-ciri :

- Curah hajannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara 200 - 225

cm/tahun.

- Matahari bersinar sepanjang tahun.

- Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil.

- Di bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang hari, sehingga tidak

ada perubahan suhu antara siang dan malam hari.

- Mempunyai iklim mikro : iklim di sekitar organisme

- Flora: terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan. Pohon-pohon utama dapat

mencapai ketinggian 20 - 40 m, dengan cabang-cabang berdaun lebat

sehingga membentuk suatu tudung atau kanopi. Tumbuhan khas yang

dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah tumbuhan yang membelit di

permukaan hutan, contoh: rotan. Epifit adalah tumbuhan yang menempel

pada batang-batang pohon, dan tidak merugikan pohon tersebut, contoh:

Anggrek dan paku Sarang Burung.

- Fauna: di daerah tudung yang cukup sinar matahari, pada siang hari hidup

hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif pada siang hari,

di daerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup hewan-hewan yang

bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam hari, misalnya:

burung hantu, babi hutan,kucing hutan, dan macan tutul.

4) Bioma hutan gugur

Ciri khas bioma hutan gugur adalah tumbuhannya sewaktu musim dingin,

daun-daunnya meranggas. Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa

Barat, Asia Timur, dan Chili.

Ciri-ciri :

- Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 - 100 cm/tahun.

- Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan musim

semi.

- Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan tropis.

- Pohon sedikit (10-20) dan tidak terlalu rapat.

- Hewan yang terdapat di hutan gugur antara lain rusa, beruang, rubah,

bajing, burung pelatuk, dan rakun (sebangsa luwak).

5) Bioma taiga/Konifer

Bioma ini kebanyakan terdapat di daerah antara subtropika dengan daerah

kutub, seperti di daerah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, dan Kanada.

Ciri-ciri :

- Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi, pada

musim panas suhu tinggi, pada musim dingin suhu sangat rendah.

- Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara

3 sampai 6 bulan.

- Flora : Flora khasnya adalah pohon berdaun jarum/pohon konifer, contoh

pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus). Keanekaragaman tumbuhan di

bioma taiga rendah, vegetasinya nyaris seragam, dominan pohon-pohon

konifer karena nyaris seragam, hutannya disebut hutan homogen.

- Fauna : Fauna yang terdapat di daerah ini adalah beruang hitam, ajak,

srigala dan burung-burung yang bermigrasi kedaerah tropis bila musim

dingin tiba. Beberapa jenis hewan seperti tupai dan mamalia kecil lainnya

maupun berhibernasi pada saat musim dingin.

6) Bioma tundra/Kutub

Bioma ini terletak di kawasan lingkungan kutub utara sehingga iklimnya

adalah iklim kutub. Istilah tundra berarti dataran tanpa pohon, vegetasinya

didominasi oleh lumut dan lumut kerak, vegetasi lainnya adalah rumputrumputan

dan sedikit tumbuhan berbunga berukuran kecil.

Ciri-ciri :

- Mendapat sedikit energi radiasi matahari, musim dingin sangat panjang

dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap.

- Musim panas berlangsung selama 3 bulan, pada masa inilah vegetasi

mengalami pertumbuhan.

- Fauna khas bioma tundra adalah "Muskoxem" (bison berhulu tebal) dan

Reindeer/Caribou(rusa kutub).

- Pohon sedikit (10-20) dan tidak terlalu rapat.

Gambar berbagai macam bioma di eksistem darat

Sumber: catatangeografi.wordpress.com

b. Ekosistem Perairan

1) Ekosistem air tawar

Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain:

- Variasi suhu tidak menyolok.

- Penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca.

- Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya

tumbuhan biji.

- Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar.

Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut:

- Plankton, terdiri alas fitoplankton dan zooplankton, biasanya melayanglayang

(bergerakpasif) mengikuti gerak aliran air.

- Nekton, hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.

- Neuston, organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau

bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.

- Perifiton, merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada

tumbuhan ataubenda lain, misalnya keong.

- Bentos, hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan.

Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan

remis.

Gambar area hidup/habitat organisme ekosistem air tawar

Sumber: ekosistem-ekologi.blogspot.com

Contoh ekosistem air tawar adalah:

a) Danau

Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari

beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. Zonasi Danau dibagi

menjadi:

- Litoral

Litoral merupakan bagian dari zona benthal yang masih dapat ditembus

oleh cahaya matahari. Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya

matahari menembus dengan optimal. Pada zona litoral, produser

utamanya adalah tanaman yang berakar (anggota spermatophyta) dan

tanaman yang tidak berakar (fitoplankton, ganggang dan tanaman hijau

yang mengapung). Sedangkan konsumernya meliputi beberapa larva

serangga air seperti, platyhelminthes, rotifer, oligochaeta, moluska,

amphibi, ikan, penyu, ular dan lain sebagainya.

- Limnetik

Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih

dapat ditembus sinar matahari. Fotosintesis dapat terjadi secara

maksimal dan konsentrasi oksigen (O2) lebih besar dari karbondioksida

(CO2). Pada zone limnetik, produsernya terutama fitoplankton dan

tumbuhan air yang terapung bebas seperti, water hyacinth (Eichornia

crassipes), Cerratophyllum sp, Utricularia sp, Hydrilla verticillata,

duckweed (Lemna sp); dan vascular plants, seperti: Equisetum sp, Ioetes

sp dan Azolla sp. Sedangkan konsumernya meliputi zooplankton dari

copepoda, rotifera dan beberapa jenis ikan.

- Profundal

Zona profundal merupakan bagian dari zona benthal di bagian perairan

yang dalam dan tidak dapat ditembus lagi oleh cahaya matahari. Pada

zona profundal, banyak dihuni oleh jenis-jenis bakteri dan fungi, cacing

darah, yang meliputi larva chironomidae, dan annelida yang banyak

mengandung haemoglobin, jenis-jenis kerang kecil seperti anggota famili

sphaeridae dan larva "phantom" atau Chaoboras (corethra).

- Bentik

Zona bentik merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos

dan sisa-sisa organisme mati.

Gambar Zona di ekosistem air tawar

Sumber: ekosistem-ekologi.blogspot.com

Danau dikelompokkan berdasarkan produksi materi organiknya, yaitu

sebagai berikut:

o Danau oligotrofik

Oligotrofik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan

makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya,

airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air

banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.

o Danau Eutrofik

Eutrofik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan

kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya

adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen

terdapat di daerah profundal.

b) Sungai

Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah.Air sungai dingin

dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Secara umum,

sebuah sungai bisa dibagi menjadi tiga bagian. Bagian atas (hulu), tengah,

dan bawah (hilir). Setiap bagian ini memiliki ciri khas, bentuk, dan

aktivitasnya sendiri sendiri.

- Bagian Hulu

Bagian hulu merupakan bagian awal dari sebuah sungai. Biasanya bagian

ini terletak di pegunungan. Ciri cirinya adalah, sungai sungai dibagian

hulu memiliki aliran yang sangat deras dan sungai sungainya lumayan

dalam. Hal ini di karenakan karena letaknya yang di daerah pegunungan

yang memiliki kemiringan cukup curam. Sehingga air akan sangat cepat

untuk mengalir ke bawah. Proses yang terjadi disini adalah proses erosi

sehingga lembah sungai ini membentuk huruf V.

- Bagian Tengah

Bagian tengah biasanya memiliki ciri lembah sungai membentuk huruf U.

Hal ini dikarenakan kondisi lokasinya yang tidak curam lagi, melainkan

landai. Hal ini mengakibatkan aliran air tidak begitu deras, maka proses

erosi disini sidah tidak begitu dominan. Proses yang dominan terjadi di

daerah ini adalah transportasi. Maksudnya adalah, hasil dari erosi yang

terjasi di bagian hulu tadi, dibawa oleh air menuju ke daerah bawahnya.

- Bagian Hilir

Bagian hilir adalah bagian sungai terakhir, yang akhirnya bagian ini akan

mengantar sungai itu ke laut (muara). Ciri-ciri bagian ini adalah, lembah

sungai menyerupai huruf U yang lebar. Sungai di daerah hilir ini biasanya

sudah ber-meander (Berliku-liku). Di daerah ini proses yang dominan

adalah sedimentasi. Partikel partikel hasil erosi di bagian hulu, yang

kemudian di transportasi di bagian tengah, akan di endapkan di bagian

hilir ini, maka kemungkinan akan terbentuk delta.

c. Ekosistem Air Laut

Ciri-ciri :

- Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak ialah Cl(55%), namun kadar

garam di laut bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang

rendah (di laut beriklim dingin).

- Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

Ekosistem laut dibagi menjadi beberapa zona ,yaitu zona intertidal, zona neritik,

zona pelagik, zona fotik, zona bentik, dan zona afotik. Untuk lebih jelasnya bisa

melihat gambar dari zonasi ekosistem laut berikut ini.

Gambar Zona ekosistem laut

Sumber: nusagates.com

1. Zona intertidal

Adalah area pasang surut air laut disepanjang garis pantai disebut dengan zona

intertidal. Zona intertidal dapat berupa pantai berpasir, berbatu atau berlumpur.

Organisme yang ada di zona intertidal ini antara lain rumput laut, abalon,

anemon, kepiting, ganggang hijau, teripang, dan bintang laut.

2. Zona neritik

Zona neritik berada diantara zona intertidal dan zona pelagik. Kedalaman ratarata

zona laut dangkal ini adalah sekitar 200 m. Diwilayah tropis, zona neritik

biasanya dihuni oleh terumbu karang. Terumbu karang menjadi rumah bagi ikan

tropis dan ikan karang, contoh parrotfish, angelfish, buterflyfish. Selain itu

organisme penghuni terumbu karang yaitu spons, cacing, udang-udangan, bulu

babi, dan moluska.

3. Zona pelagik

Kedalaman rata-rata zona pelagik adalah 4000 m. Sekitar 75% air laut berada

dizona ini. Zona pelagik merupakan zona yang paling tidak produktif, karena

kandungan nutrisinya begitu rendah. Organisme dizona ini umumnya

bergantung pada sampah organik yang tenggelam dizona fotik. Contoh hewan

yang hidup di zona ini adalah cumi-cumi raksasa.

Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut :

1. Litoral, merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.

2. Neretik, merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai

bagian dasar dalamnya ± 300 m.

3. Batial, merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m

4. Abisal, merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-

10.000 m).

Gambar zona ekosistem air laut menurut kedalaman

Sumber: dunia.pendidikan.co.id

Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut

semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut:

1. Epipelagik, merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar

200 m.

2. Mesopelagik, merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 200-

1000 m.

3. Batiopelagik, merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m.

4. Abisal pelagik, merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000 m. Sinar

matahari tidak mampu menembus daerah ini.

5. Hadal pelagik, merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari

6.000 mr.

d. Ekosistem Estuari

Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering

dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Ekosistem

estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi. Komunitas

tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan

fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting,

dan ikan.

e. Ekosistem Pantai

Ekosistem pantai dikenal sebagai salah satu jenis ekosistem yang unik sebab

mencakup tiga unsur yakni tanah di daratan, air di lautan dan juga udara. Pantai

merupakan pertemuan antara ekosistem daratan dan juga ekosistem akuatik.

Ekosistem pantai sangat dipengaruhi oleh siklus harian arus yang pasang dan surut.

Dengan demikin, flora dan fauna yang bisa bertahan di pantai adalah mereka yang

bisa beradaptasi dengan cara melekat ke substrat keras agar tidak terhempas

gelombang. Wilayah paling atas dari ekosistem pantai adalah titik yang hanya

terkena air pada saat pasang naik tinggi. Area ini didiami beberapa jenis moluska,

ganggang, kerang, dan beberapa jenis burung pantai. Sementara itu, titik tengah

pantai terendam jika pasang tinggi juga pasang rendah. Tempat ini didiami

beberapa organisme semisal anemon laut, remis, siput, ganggang, porifera dan

masih banyak lagi lainnya. Sementara itu wilayah terdalam dari ekosistem pantai

dihuni oleh beragam jenis mahluk invertebrata juga ikan dan berbagai jenis rumput

laut.

f. Ekosistem Buatan

Secara sederhana, pengertian ekosistem buatan (Man Made-ecosystem) tak lain

adalah suatu ekosistem yang terbentuk berkat rekayasa manusia dalam tujuannya

untuk memenugi pun mencukupi kebutuhan hidup manusia atau penduduk yang

semakin hari semakin meningkat. Ekosistem buatan ini memperoleh subsidi energi

dari luar dan baik itu tanaman maupun hewan akan memperoleh pengaruh besar

dari manusia oleh karena itu bisa dikatakan keanekaragamannya sangat rendah.

Ada banyak contoh ekosistem buatan yang direkayasa manusia, antara lain:

1. Ekosistem Bendungan.

2. Ekosistem Tanaman Produksi misalnya hutan jati dan atau hutan pinus.

3. Ekosistem Sawah Irigasi.

4. Ekosistem Perkebunan misalnya sawit, teh, cengkeh dan masih banyak lagi

lainnya.

5. Ekosistem Tambak.

6. Ekosistem ladang

4. Aliran Energi Dalam Ekosistem

Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk

energi yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen primer,

konsumen tingkat tinggi, sampai ke saproba di dalam tanah. Siklus ini berlangsung

dalam ekosistem.

Produsen merupakan makhluk hidup yang mampu menangkap energi matahari untuk

kegiatan fotosintesis sehingga dapat menghasilkan materi organik yang berasal dari

materi anorganik. Bumi mendapatkan pasokan energi dari matahari sebanyak 1022

Joule tetapi hanya sekitar 1 % yang dapat diperoleh produsen dan diubah menjadi

energi kimia melalui fotosintesis.

Konsumen merupakan makhluk hidup yang memperoleh energi dalam bentuk materi

organik. Berdasarkan tingkat trofiknya (dalam hal pemenuhan kebutuhan makanan),

konsumer dibedakan atas :

-Konsumen primer atau herbivor

-Konsumen sekunder atau karnivor

-Konsumen tersier atau karnivor puncak

-Omnivor (pengecualian)

Dekomposer merupakan makhluk hidup yang memperoleh makanannya dengan cara

menguraikan senyawa-senyawa organik yang berasal dari makhluk hidup yang sudah

mati. Dekomposer berperan mengembalikan materi ke lingkungan abiotik dan

digunakan kembali oleh tumbuhan hijau.

a. Rantai makanan dan jaring-jaring makanan

Rantai makanan yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan

dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat

trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat

makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan

hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas

hewan pemakan tumbuhan (herbifora) yang biasa disebut konsumen primer.

Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga atau konsumen

primer sekunder, terdiri atas hewan-hewan karnivora dan seterusnya. Organisme

yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak. Setiap

pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi

akan hilang.

Gambar Rantai makanan

Sumber: ilmulingkungan.com

Pada rantai makanan Gambar di atas, terjadi proses makan dan dimakan dalam

urutan tertentu yaitu rumput dimakan belalang, belalang dimakan katak, katak

dimakan ular dan jika ular mati akan diuraikan oleh jamur yang berperan sebagai

dekomposer menjadi zat hara yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk

tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, pada rantai makanan tersebut dapat

dijelaskan bahwa :

- Rumput bertindak sebagai produsen.

- Belalang sebagai konsumen I (kerbivora)

- Katak sebagai konsumen II (karnivora)

- Ular sebagai konsumen III/konsumen puncak (karnivora)

- Jamur sebagai decomposer.

Rantai makanan pertama kali diteliti oleh ilmuwan Arab Al-Jahiz pada abad ke-9,

yang lalu dipopulerkan kembali oleh Charles Sutherland Elton pada tahun 1927.

Dalam rantai makanan terdapat tiga macam "rantai" pokok yang menghubungkan

antar tingkatan trofik, yaitu:

1. Rantai pemangsa, yaitu rantai makanan yang terjadi ketika hewan pemakan

tumbuhan dimakan oleh hewan pemakan daging. contoh: kelinci-ular-elang.

2. Rantai saprofit, yaitu rantai makanan yang terjadi untuk mengurai organisme

yang sudah mati. Rantai ini muncul karena adanya dekomposer. contoh: elang

mati-bakteri.

3. Rantai parasit, yaitu rantai makanan yang terjadi karena terdapat organisme

yang dirugikan. contoh: pohon besar-benalu, manusia-kutu.

Ada dua tipe dasar rantai makanan:

1. Rantai makanan rerumputan (grazing food chain), yaitu rantai makanan yang

diawali dari tumbuhan pada trofik awalnya. Contohnya: rumput - belalang - tikus

- ular.

2. Rantai makanan sisa/detritus (detritus food chain), yaitu rantai makanan yang

tidak dimulai dari tumbuhan, tetapi dimulai dari detritivor. Contohnya: serpihan

daun - cacing tanah - ayam - manusia.

Rantai makanan merupakan gambar peristiwa makan dan dimakan yang

sederhana. Kenyataannya dalam satu ekosistem tidak hanya terdapat satu rantai

makanan, karena satu produsen tidak selalu menjadi sumber makanan bagi satu

jenis herbivora, sebaliknya satu jenis herbivora tidak selalu memakan satu jenis

produsen. Dengan demikian, di dalam ekosistem terdapat rantai makanan yang

saling berhubungan membentuk suatu jaring-jaring makanan, sehingga jaringjaring

makanan merupakan sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan.

Gambar Jaring-jaring makanan

Sumber: ilmulingkungan.com

Perbedaan rantai makanan dengan jaring jaring makanan, pada rantai makanan

organisme hanya memakan satu jenis organisme saja, sedangkan pada jaring jaring

makanan organisme memakan organisme lainnya yang tidak hanya satu jenis saja.\


C. Rangkuman


1. Ekosistem merupakan kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan

lingkungannya yang di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi yang sangat erat dan

saling memengaruhi.

2. Komponen ekosistem yang dikenal di alam ini adalah komponen biotik dan komponen

abiotik.

3. Di dalam sebuah ekosistem juga terdapat satuan-satuan makhluk hidup yang meliputi

individu, populasi, komunitas, ekosistem dan biosfer. Interaksi antar komponen

ekosistem dapat merupakan interaksi antar organisme,antar populasi, dan antar

komunitas.

4. Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat, ekosistem , dan

ekosistem buatan.

5. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut.

6. Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan.

7. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi

beberapa bioma. Sedangkan ekosistem buatan sengaja di buat manusia untuk

kepentingan pemenuhan kebutuhanya bisa di darat maupun di perairan.

8. Di dalam ekosistem terjadi pula aliran energi dan materi, aliran ini terjadi melalui rantai

makanan dan jaring-jaring makanan.

D. Penugasan

Di suatu ekosistem sawah dekat pemukiman terdapat komponen-komponen ekosistem dan

aliran energi antar komponen yang digambarkan sebagai berikut.

1. Sebutkan komponen-komponen biotik dan komponen-komponen abiotik yang

menyusun ekosistem tersebut!

2. Setiap komponen biotik memiliki peranan masing-masing sehingga keberlangsungan

ekosistem dapat dipertahankan. Sebutkan komponen-komponen yang berfungsi

sebagai produsen, sebagai konsumen dan sebagai pengurai.

3. Sebutkan kemungkinan macam interaksi antar komponen biotik ayang terjadi di

ekosistem tersebut, berilah contohnya masing-masing!

4. Adanya aliran energi di ekosistem digambarkan sebagai jaring-jaring makanan.

Cermati jaring-jaring makanan di ekosistem tersebut, kemudian uraikan menjadi

rantai-rantai makanan!


                                                        E. Latihan Soal


Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1. Di bawah ini yang bukan merupakan kompinen abiotik adalah ….

A. tanah

B. mikroorganisme

C. sinar matahari

D. air

E. udara

2. Interaksi antar spesies yang merupakan predasi adalah ….

A. ikan hiu dengan ikan remora

B. anggrek di suatu pohon

C. bunga Nerium oleander dengan manusia

D. ular dengan tikus

E. kerbau dengan burung jalak

3. Perhatikan skema interaksi di suatu ekosistem berikut!

Tipe interaksi antara X dan Y adalah ….

A. Kompetisi

B. Predasi

C. Parasitismei

D. Netralisme

E. parasitisme

4. Gambar skema jaring-jaring makanan.

Tingkat trofik kedua diduduki oleh organisme ….

A. jagung, padi dan belalang

B. ulat, tikus dan belalang

C. ayam, ulat dan katak

D. ayam, elang dan katak

E. belalang, katak dan elang

5. Disebuah kolam terdapat populasi :

1. ikan kecil

2. fitoplangton

3. zooplangton

4. ikan besar

5. pengurai

Aliran energi yang terjadi pada ekosistem kolam tersebut adalah ….

A. 1 --- 3 --- 2 --- 4 --- 5

B. 1 --- 2 --- 4 --- 3 --- 5

C. 2 --- 3 --- 1 --- 4 --- 5

D. 2 --- 1 --- 3 --- 4 --- 5

E. 2 --- 4 --- 3 --- 1 --- 5

6. Yang manakah organisme berikut ini yang secara tidak tepat dipasangkan dengan

tingkat trofiknya?

A. sianobakter ---- produsen primer

B. belalang --- konsumen primer

C. zooplangton --- konsumen sekunder

D. elang --- konsumen tersier

E. fungi --- detritivor

7. Gambar jarring-jaring makanan pada ekosistem padang rumput.

Berdasarkan skema jaring-jaring makanan tersebut, apabila tikus dimusnahkan maka

yang akan terjadi adalah ….

A. ekosistem akan tetap stabil karena tikus merupakan hama penganggu

B. menurunnya populasi ular dan ekosistem menjadi stabil karena ular sebagai

predator

C. meningkatnya populasi serangga herbivora dan ekosistem menjadi tidak stabil

D. polpulasi burung pemakan biji-bijian meningkat dan ekosistem tetap stabil

E. meningkatnya populasi burung elang dan ekosistem menjadi tidak stabil

8. Ditemukan bioma pada ekosistem dengan ciri-ciri sebagai berikut :

- curah hujan sangat rendah.

- evaporasi lebih tinggi dari peresapan.

- tumbuhan menahun memiliki lapisan kutikula tebal.

- tumbuhan semusim mempunyai daun kecil-kecil bahkan tidak berdaun.

- hewannya rodentia, kadal, ular dan semut.

Berdasarkan ciri-ciri tersebut maka dapat diketahui bioma tersebut adalah ….

A. Hutan tropis

B. Hutan gugur

C. Taiga

D. Tundra

E. Gurun

9. Pada gambar di bawah ini, plangton paling banyak terdapat pada daerah ….

A. litoral

B. limnetik

C. profundal

D. continental

E. dasar danau




                                        Piramida Ekologi dan Produktifitas Ekosistem




A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan dapat:

1. Membedakan berbagai macam piramida ekologi.

2. Menganalisis produktifitas ekosistem.

B. Uraian Materi

1. Piramida Ekologi

Hubungan organisme pada tingkat trofik ekosistem digambarkan dalam bentuk

piramida. Semakin ke atas bentuk piramida semakin mengecil. Inilah yang disebut

dengan piramida ekologi. Piramida ekologi adalah piramida abstrak yang

menunjukkan hubungan struktur trofik dan fungsi trofik komponen-komponen biotik

ekosistem. Berikut contoh gambar piramida ekologi.

Gambar Piramida ekologi

Sumber: satujam.com

Di dalam piramida ekologi produsen (tingkat trofik I) selalu berada di bagian dasar

piramida. Konsumen primer (tingkat trofik II) berada tepat di atas produsen dan

konsumen sekunder (tingkat trofik III) berada di bagian atas konsumen primer. Anda

bisa amati bahwa semakin tinggi tingkat trofik suatu organisme semakin sedikit

proporsinya di lingkungan.

Piramida ekologi berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi 3, yaitu piramida jumlah,

piramida biomassa, dan piramida energi. Masing-masing tipe memiliki kelemahan

dan kelebihan dalam menggambarkan hubungan antara struktur dan fungsi

trofiknya.

a. Piramida jumlah

Tipe ini menunjukkan jumlah relatif organisme pada suatu area dengan melihat

hubungan antara predator dan mangsanya. Pelopor teori ini adalah Charles Elton

(ahli ekologi Inggris) pada abad ke 20. Jumlah organisme dihitung dalam satuan

luas area tertentu. Di dalam piramida jumlah semakin tinggi tingkat trofik

organisme semakin sedikit jumlahnya di lingkungan.

Gambar Piramida jumlah

Sumber: mudahbiologi.blogspot.com

b. Piramida biomassa

Biomassa adalah taksiran massa organisme (biomassa) yang mewakili tiap

tingkat trofik pada waktu tertentu. Massa kering tiap individu dalam suatu

ekosistem ditimbang dan dicatat. Ukuran yang digunakan biasanya

menggunakan gram (massa kering organisme) per satuan luas (gr/m

2ataukg/ha). Piramida biomassa dibuat berdasarkan massa total populasi organisme

pada suatu waktu. Cara ini dianggap lebih baik dalam menggambarkan

hubungan tingkat trofik komponen biotik daripada piramida jumlah.


Piramida biomassa dibedakan menjadi dua, yaitu piramida biomassa tegak dan

piramida biomassa terbalik.

1. Piramida Biomassa Tegak

Piramida biomassa tegak menggambarkan massa gabungan semua produsen

yang lebih besar daripada massa gabungan tiap tingkatan

konsumennya. Piramida biomassa tegak biasanya terjadi pada ekosistem

darat.

2. Piramida Biomassa Terbalik

Piramida biomassa terbalik menggambarkan massa gabungan dari

produsennya lebih kecil daripada massa gabungan tingkatan konsumen di

atasnya. Meskipun demikian, massa produsen yang lebih sedikit ini dapat

mampu menopang kelangsungan hidup konsumen di atasnya. Contoh

piramida biomassa terbalik adalah pada ekosistem perairan.

c. Piramida energi

Piramida energi menggambarkan hubungan tiap organisme pada tingkatan trofik

sesuai perpindahan energi yang dimulai dari produsen hingga konsumen puncak. Di

dalam piramida energi, aliran energi yang diterima setiap kelompok trafik akan

mengalami penurunan pada tiap kelompok trofik selanjutnya. Dengan demikian,

tiap kelompok trofik akan membentuk semacam piramida dengan produsen sebagai

penerima dan pemilik energi terbesar diikuti kelompok trofik berikutnya.

Semakin berkurangnya aliran energi pada tiap kelompok trafik ini disebabkan oleh

beberapa hal berikut:

1) Tidak semua bagian makanan dapat dimakan dan dicerna, sehingga ada yang

tersisa dan ada yang menjadi kotoran (residu).

2. Hanya ada beberapa saja dari makanan yang dimanfaatkan oleh organisme

pada tingkatan trofik berikutnya.

3. Sebagian energi yang diperoleh dikonversi terlebih dahulu sebagai sumber

energi untuk beraktivitas.

2. Produktifitas Ekosistem

Energi dapat berubah menjadi bentuk lain, seperti energi kimia, energi mekanik,

energi listrik, dan energi panas. Perubahan bentuk energi menjadi bentuk lain ini

dinamakan transformasi energi. Sumber energi utama bagi kehidupan adalah cahaya

matahari. Energi cahaya matahari masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen

(organisme fotoautotropik) yang diubah menjadi energi kimia tersimpan di dalam

senyawa organik. Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen dari berbagai

tingkat tropik melalui jalur rantai makanan. Energi kimia tersebut digunakan

organisme untuk pertumbuhan dan perkembangan.Kemampuan organisme-organisme

dalam ekosistem untuk menerima dan menyimpan energi dinamakan produktivitas

ekosistem.

Produktivitas ekosistem yaitu keseluruhan sistem yang dinyatakan dengan biomassa

atau bioenergi dalam kurun waktu tertentu. Produktivitas ekosistem merupakan

parameter pengukuran yang penting dalam penentuan aliran energi total melalui

semua tingkat trofi dari suatu ekosistem. Produktivitas ekosistem terdiri dari

produktivitas primer dan produktivitas sekunder.

a. Produktivitas primer

Produktivitas primer adalah kecepatan organisme autotrop sebagai produsen

mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan

organik. Hanya sebagian kecil energi cahaya yang dapat diserap oleh

produsen. Produktivitas primer berbeda pada setiap ekosistem, yang terbesar ada

pada ekosistem hutan hujan tropis dan ekosistem hutan bakau.

Seluruh bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis pada organisme

fotoautotrop disebut produktivitas primer kotor (PPK). Lebih kurang 20% dari PPK

digunakan oleh organisme fotoautotrop untuk respirasi, tumbuh dan berkembang.

Sisa PPK yang baru disimpan dikenal sebagai produktivitas primer bersih (PPB).

Biomassa organisme autotrop (produsen) diperkirakan mencapai 50%-90% dari

seluruh bahan organik hasil fotosintesis. Hal ini menunjukkan simpanan energi

kimia yang dapat ditransfer ke trofik selanjutnya melalui hubungan makan dimakan

dalam ekosistem.

b. Produktivitas sekunder

Produktivitas sekunder adalah kecepatan organisme heterotrop mengubah energi

kimia dari bahan organik yang dimakan menjadi simpanan energi kimia baru di

dalam tubuhnya. Energi kimia dalam bahan organik yang berpindah dari produsen

ke organisme heterotrop (konsumen primer) dipergunakan untuk aktivitas hidup

dan hanya sebagian yang dapat diubah menjadi energi kimia yang tersimpan di

dalam tubuhnya sebagai produktivitas bersih. Demikian juga perpindahan energi ke

konsumen sekunder dan tersier akan selalu menjadi berkurang. Perbandingan

produktivitasbersih antara trofik dengan trofik-trofik di atasnya

dinamakan efisiensi ekologi. Diperkirakan hanya sekitar 10% energi yang dapat

ditransfer sebagai biomassa dari trofik sebelumnya ke trofik berikutnya.

Dalam rantai makanan tidak semua energi dari satu tingkatan trofik ke tingkatan trofik

berikutnya berpindah secara sempurna, selama perjalanannya energi terus berkurang

karena hilang ke lingkungan selama perpindahan dari tumbuhan ke konsumen primer

dan dari konsiumen primer ke konsumen sekunder dan seterusnya. Hilangnya energi

tersebut karena digunakan untuk proses respirasi oleh semua tingkatan trofik di

sekosistem.

Selain itu, kehilangan energi yang paling besar adalah antara tumbuhan dan konsumen

primer (herbivora). Hal ini terjadi karena:

a. tidak semua bagian tumbuhan dimakan oleh herbivora, misalnya jaringan batang

dan akar.

b. tidak semua bagian tumbuhan dicerna secara sempurna oleh herbivora, karena

tidak bisa terserap sempurna oleh pencernakan. misalnya serat kasar.

c. kehilangan energi sebagai panas selama dicerna di sistem pencernakan konsumen.


                                                                C. Rangkuman


1. Piramida ekologi adalah piramida abstrak yang menunjukkan hubungan struktur trofik

dan fungsi trofik komponen-komponen biotik ekosistem.

2. Di dalam piramida ekologi produsen (tingkat trofik I) selalu berada di bagian dasar

piramida. Konsumen primer (tingkat trofik II) berada tepat di atas produsen dan

konsumen sekunder (tingkat trofik III) berada di bagian atas konsumen primer.

3. Piramida ekologi berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi 3, yaitu piramida jumlah,

piramida biomassa, dan piramida energi.

4. Produktivitas ekosistem yaitu keseluruhan sistem yang dinyatakan dengan biomassa

atau bioenergi dalam kurun waktu tertentu. Produktivitas ekosistem terdiri dari

produktivitas primer dan produktivitas sekunder.

5. Produktivitas primer adalah kecepatan organisme autotrop sebagai produsen mengubah

energi cahaya matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik.

6. Produktivitas sekunder adalah kecepatan organisme heterotrop mengubah energi kimia

dari bahan organik yang dimakan menjadi simpanan energi kimia baru di dalam

tubuhnya.


D. Penugasan Mandiri

Cermati gambar skema aliran energi dalam ekosistem berikut!

1. Hitunglah perbandingan produktifitas energi antara konsumen tingkat I dan

konsumen tinkat II !

2. Jelaskan mengapa produktifitas energi pada konsumen tingkat I paling tidak efektif

dibanding produktiftas energy pada konsumen tingkat II dan konsumen tingkat III ?

E. Latihan Soal

Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1. Di suatu ekosistem terdapat rumput-rumputan sebanyak 10.000, belalang sebanyak

3.500, katak sebanyak 1.000, dan ular sebanyak 500. Gambaran piramida jumlah yang

benara adalah….

2. Gambar Piramida Ekologi.

Penjelasan yang tepat terkait gambar tersebut adalah….

A. piramida jumlah pada ekosistem hutan hujan tropis

B. piramida jumlah pada ekosistem perairan

C. piramida biomassa pada ekosistem hutan hujan tropis

D. piramida biomasa pada ekosistem perairan

E. piramida energi pada ekosistem hutan hukan tropis

3. Yang manakah ekosistem ini mempunyai produktivitas primer terendah permeter

persegi?

A. Suatu rawa asin

B. Suatu lautan terbuka

C. Suatu terumbu karang

D. Suatu padang rumput

E. Suatu hutan hujan tropis

4. Dalam ekosistem konsumen tingkat I paling tidak efektif dalam menggunakan

energinya. Alasan yang tepat terkait pernyatan tersebut adalah….

A. herbivora tidak mampu secara sempurna mencerna serat kasar dari tumbuhan

sehingga banayak energi yang terbuang bersama feses.

B. herbivora banyak melakukan aktifitas respirasi sehingga energi yang dibutuhkan

lebih banyak.

C. herbivora tidak mampu mengkonsumsi semua jenis produsen sehingga energi yang

tersedia di alam tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

D. beberapa herbivora memamah biak sehingga energi yang terkandung dalam

makanannya tidak termanfaatkan secara sempurna.

E. Pencernakan herbivora dibantu oleh mikroorganisme untuk menghancurkan

selulosa pada makanannya.




                                                                 ANIMALIA BIOLOGI X MIPA

PENYUSUN

EVA YENANI


Kingdom Animalia merupakan salah satu kingdom yang memiliki anggota yang paling banyak dan bervariasi. Secara garis besar kingdom animalia dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu golongan vertebrata (hewan bertulang belakang) dan golongan invertebrata (hewan tak bertulang belakang). Modul pembelajaran biologi ini disusun untuk membantu peserta didik dalam memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan rasa ingin tahunya tentang animalia. Sehingga peserta didik mampu mengelompokkan hewan ke dalam filum berdasarkan lapisan tubuh, rongga tubuh simetri tubuh, dan reproduksi serta menyajikan laporan perbandingan kompleksitas lapisan penyusun tubuh hewan (diploblastik dan triploblastik), simetri tubuh, rongga tubuh, dan reproduksinya. 

E. Materi Pembelajaran


                                                                             INVERTEBRTA

 A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 

1 ini diharapkan mampu: 

1. Mengelompokkan hewan invertebrata ke dalam filum berdasarkan lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh, dan reproduksi. 

2. Menentukan peran hewan dalam kehidupan di muka bumi.

 3. Menyajikan data temuan hasil pengamatan berbagai macam hewan invertebrata di lingkungannya baik yang hidup di dalam atau di luar rumah, di tanah, air laut dan danau, atau yang di pepohonan dalam bentuk laporan tertulis. 

B. Uraian Materi

Selamat datang ke dalam kingdom Anda, kingdom animalia. Ahli biologi telah mengidentifikasi 1,3 juta spesies hewan yang masih hidup sampai saat ini. Hewan adalah organisme eukariotik multiseluler dan heterotrofik dengan jaringan yang berkembang dari lapisan embrionik. Mengapa hewan dikelompokkan ke dalam organisme eukariotik multiseluler? Karena tubuh hewan disusun oleh milyaran sel yang memiliki membran nukleus dan sistem endomembran. Hewan berbeda dengan tumbuhan yang dapat menghasilkan molekul organik melalui peristiwa fotosintesis. Hewan harus mengkonsumsi molekul organik dengan memakan organisme hidup lain atau menelan molekul organik tak hidup. 1. Ciri-ciri Kingdom Animalia

 a. Semua organisme yang termasuk ke dalam kingdom Animalia merupakan organisme eukariotik.

 b. Organisme yang termasuk ke dalam kingdom Animalia merupakan multiselular.

 c. Animalia tidak mempunyai dinding sel. 

d. Animalia dapat bergerak aktif. 

e. Tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof. 

f. Habitat darat dan aquatik. 

g. Bereproduksi secara seksual dan aseksual, aseksual diantaranya; fragmentasi dan tunas. 

h. Kingdom ini mempunyai keanekaragaman paling tinggi.

2. Klasifikasi kingdom Animalia Klasifikasi kingdom Animalia berdasarkan simetri tubuh dan lapisan penyusun tubuh

 a. Simetri Tubuh a) Simetri Radial Simetri radial menggambarkan bahwa hewan mempunyai bagiantubuhyang tersusun melingkar.Apabila diambil garis yang melewati. Mulut akan menghasilkan bagian-bagian yang sama. Hewan ini hanya memiliki bagian oral (puncak) dan bagian aboral (dasar). Contoh : bintang laut (Filum Echinodermata) 

b) Simetri Bilateral Simetri bilateral menggambar hewan yang bagian tubuhnyatersusun bersebelahan dengan bagian yang lain. Apabila diambil garis memotong

yang melewati mulut dan anus, akan menghasilkan bagian yang sama antara sisi kiri dan kanan. Hewan dengan simetri bilateral memiliki sisi atas (dorsal), sisi bawah (ventral), sisi kepala (anterior), sisi ekor (posterior),dan sisi samping (lateral). Contoh : manusia. Gambar : Simteri Tubuh pada Hewan (sumber: satwa.foresteract.com ) b. Lapisan Penyusun Berdasarkan jumlah lapisan tubuh, hewan dapat dibedakan menjadi dua yaitu diploblastik dan triploblastic 

a) Hewan Diploblastik Hewan diploblastik memiliki dua lapisan sel pembentuk tubuh, yaitu ektoderma (lapisan luar) dan endoderma (lapisan dalam).

 b) Hewan Tripoblastik Hewan tripoblastik memiliki tiga lapis sel pembentuk tubuh. Tiga lapis sel tersebut yaitu ektoderma, mesoderma (lapisan tengah), dan endoderma. Ektoderma pada hewan tripoblastik berkembang menjadi epidermis dan sistem saraf. Mesoderma berkembang menjadi jaringan otot dan jaringan lainnya. Sementara itu, endoderma berkembang menjadi usus dan kelenjer pencernaan. Hewan tripoblastik dibedakan berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh. Hewan tersebut yaitu aselomata, pseudeselomata, dan selomata. Aselomata merupakan hewan yang tidak mempunyai rongga di antara usus dan tubuh terluarnya. Pseudoselomata merupakan hewan yang mempunyai rongga dalam saluran tubuh yang berisi cairan tanpa dibatasi jaringan dari mesoderma. Hewan selomata memiliki rongga tubuh yang berisi cairan dan mempunyai batas yang berasal dari jaringan mesoderma.

c. Klasifikasi Berdasarkan perbedaan pada simetri tubuh dan lapisan penyusun tubuhnya kingdom Animalia dibagi menjadi Sembilan Filum yaitu Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Echinodermata dan Arthropoda sering disebut hewan Avertebrata. Avertebrata merupakan hewan yang tidak mempunyai tulang belakang (vertebrae). Hewan-hewan ini banyak dijumpai di darat, air tawar, maupun di laut a) Filum Porifera

Porifera merupakan kelompok hewan yang menetap (sessil) di dasar perairan. Tubuh hewan ini mempunyai pori atau lubang-lubang kecil yang disebut ostium. Porifera termasuk hewan diploblastik. Oleh karena itu, hewan ini tersusun atas dua lapis sel.

Lapisan luar tersusun oleh sel-sel epitel sederhana yang disebut pinakosit. Sementara itu di lapisan dalam tersusun oleh sel-sel berleher dinamakan sel koanosit. Koanosit mempunyai flagella, vakuola dan nukleus. Diantara pinakosit dan koanosit terdapat mesoglea.

Berdasarkan bentuk dan kandungan spikula, porifera dibagi menjadi tiga kelas sebagai berikut:

a) Kelas Calcarea

Rangka tubuh calcarea bersifat kalkareus. Hal ini Karena spikulanya mengandung kalsium karbonat (kapur). Sebagian spikulanya berbentuk monaxon dan triakson. Anggota kelas ini banyak tersebar di laut dangkal di seluruh dunia. Contoh: Scypa sp., Cerantia sp., Sycon sp., Leucon sp., dan Clathrina sp.

b) Kelas Hexactinellida

Spikula pada kelas ini mengandung banyak benang silikat. Sementara itu spikulanya berbentuk triakson dengan enam cabang. Bentuk hewan-hewan pada kelas ini menyerupai gelas. Oleh karena itu anggotanya dikenal dengan nama sponggelas.

Contoh: Euplec tella sp., Pheronema sp., Hyalonema sp.

c) Kelas Demospongia

Hewan anggota kelas ini bertulang lunak Karena tidak mempunyai rangka. Apabila ada yang memili rangka, maka rangkanya tersusun dari serabut-serabut sponging dengan spikula dari zat silikat. Bentukspikulanya ada yang Monaxonatau tetraxon.

Contoh: Euspongia sp., Callyspongia sp., Clionia sp., dan Spongia sp.

Secara umum porifera berkembang biak dengan dua cara yaitu aseksual dan seksual secara aseksual dengan pembentukan kuncup tunas pada bagian luar dan pembentukan gemmulae (plasma bening) oleh arkeosit. Perkembangbiakan aseksual ini dilakukan bila keadaan tidak sesuai untuk melakukan perkembangan secara seksual.

Beberapa jenis porifera bermanfaat bagi manusia. Sisa sponya dapat digunakan alat penggosok badan dan pembersih kaca. Contoh Spongia sp. Jenis lainnya berperan penting menyusun biodiversitas di dasar samudera. Selain itu, anggota porifera juga mampu bersimbiosis dengan bakteri yang menghasilkan “bioaktif”. Bioaktif ini dapat di manfaatkan sebagai bahan baku obat.

b) Coelenterata/Cnidaria

Coelenterata merupakan hewan berongga dengan bentuk tubuh simeti radial. Hewan ini ada yang hidup secara koloni di laut. Contohnya ubur-ubur dan anemon. Tetapi ada pula yang hidup soliter contohnya Hydra. Kelompok hewan coelenterata termasuk hewan diploblastik. Pada bagian ektoderm, terutamabagian tentakel terdapat sel jelatang yang disebut knidoblas. Di dalam knidoblas terdapat nematokis. Nematokissebagai alat penyengat yang bisa membuat gatal mangsanya. Apabila bertemu dengan mangsanya nematokis bisa dilepaskan dan mengeluarkan zat racun hipnotoksin.Gastrodermis berfungsi sebagai rongga gastrovaskuler (enteron, usus)

c) Filum Platyhelmithes Platyhelminthes (cacing pipih) merupakan hewan yang mempunyai bentuk simetri bilateral dan tidak mempunyai rongga tubuh (selom). Tubuhnya tersusun atas tiga lapisan (tripoblastik) yaitu ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Ekotoderm akanmembentuk epidermis dan kutikula. Mesoderm akan membentuk alat reproduksi, jaringan otot dan jaringan ikat. Sementara itu, endoderm akan membentuk gastrovaskuler yang merupakan saluran pencernaan. Walaupun sudah mempunyaisaluran pencernaan, akan tetapi tidak mempunyai anus. Kelompok hewan ini hidup secara parasit tetapi ada juga yang hidup bebas di perairan

Platyhelminthes dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (cacing isap), dan Cestoda (cacing pita)

a) Kelas Turbellaria

Kelompok cacing ini hidup di perairan, genangan air, kolam atau sungai. Biasanya cacing ini menempel pada bebatuan atau daun yang tergenang air.

Contoh anggota Turbellaria yaitu Planaria sp.

b) Kelas Trematoda

Trematoda hidup parasit pada manusia dan hewan. Oleh karena itu, Trematoda mampu menghisap makanan dari inangnya. Cacing ini biasa hidup di dalam hati, paru-paru dan usus. Permukaan tubuh Trematoda tidak bersilia. Tubuhnya ditutupi kutikula. Di sekitar mulutnya terdapat

satu atau lebih alat isap (sucker). Sucker ini dilengkapi dengan gigi kitin. Contoh cacing ini yaitu Fasiola hepatica (cacing hati)

c) Kelas Cestoda

Kelompok cacing ini memiliki tubuh berbentk pipih panjang yang menyerupai pita. Cacing ini merupakan endoparasit dalam saluran pencernaan vertebrata dan bersifat hermaprodit. Tubuh cacing ini terdiri atas segmen-segmen. Setiap segmennya disebut proglotid. Cacing ini memiliki kepala yang disebut skoleks.

Pada skoleks terdapat kait-kait (rostelum). Alat kait ini tersusun dari bahan kitin. Pada skoleks juga terdapat empat buat penghisap untuk melekat pada dinding usus. Di dalam tubuh manusia, cacing berkembangbiak secara seksual dengan membentuk telur. Proglotid akhir yang mengandung telur masak akan terlepas dari rangkaian proglotid serta keluar dari usus inang bersamaan dengan feses. Apabila proglotid akhir ini termakan oleh sapi, maka telur akan menetas dan keluarlah larva yang disebut heksakan (onkosfer). Larva heksakan akan menembus dinding usus sapi, menuju jaringan, antara lain jaringan otot. Di dalam jaringan ini heksakan berubah menjadi sistiserkus. Apabila manusia memakan daging sapi yang mengandung sistiserkus, maka sistiserkus akan berkembang menjadi cacing pita dewasa di dalam usus. Selanjutnya daur hidup cacing ini terulang kembali

d) Filum Nemathelminthes

Nemathelminthes (cacing gilig) mempunyai bentuk tubuh silindris dan bulat panjang. Permukaan tubuhnya tidak bersegmen, tetapi ditutupi oleh kutikula. Hewan ini termasuk bilateral simetris. Tubuh Nemathelminthes tersusun triploblastik dan sudah mempunyai rongga badan yang disebut pseudocoelom. Cacingini hidup bebas, ada pula yang parasit. Cacing ini dapat di temukan di darat, air tawar dan air laut. Beberapa anggota Nemathelminthes hidup parasit dan merugikan manusia.

Contoh :Ascaris lumbricoides (cacing filarial), Oxyuris vermincularis(cacing kremi). Cacing gelang hidup parasit di usus manusia, cacing ini dapat menyebabkan penyakit ascariasis atau cacingan. Tubuh cacing ini tertutup oleh lapisan kutikula yang berfungsimelindungi tubuh dari pencernaan manusia. Cacing betina mempunyai tubuh yang ujungnya lurus, sedang jantan tubuhnya melengkung. Cacing ini hanya berkembang secara seksual

e) Filum Annelida

Cacing anggota Annelida hidup di berbagi tempat yaitu air laut, air tawar dan daratan. Cacing ini telah mempunyai rongga (coelom). Tubuhnya dilapisi kutikula dan termasuk triploblastik. Annelida melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Walaupun Annelida bersifat hermaprodit namun saat melangsungkan fertilisasi tetap diperlukan dua individu cacing

Jenis anelida yang mempunyai banyak seta dikelompokan kepada Polychaeta, sedangkan yang hanya memiliki sedikit seta dikelomokan kepada Oligohaeta, dan yang tidak memiliki seta dikelompokan kepada Hirudinea.

a) Kelas Polychaeta

Contohnya : Eunice (cacing palolo), Lycidice (cacing wawo).

b) Kelas Oligohaeta

Contohnya : Pheretima, Tubifek

c) Kelas Hirudinae

Contohnya : Haemadipsa javanica (pacet), Hirudo medicinalis (lintah)

f) Filum Mollusca

Anggota Mollusca mempunyai tubuh lunak dengan bentuk simetri bilateral. Lapisan tubuhnya termasuk triploblastik. Hewan ini hanya hidup dilaut, air tawar dan darat. Tubuh mollusca tidak bersegmen tetapi bercangkang. Cangkang hewan ini terbuat dari kalsium karbonat dan berfungsi melindungi tubuhnya. Akan tetapi ada pula Mollusca yang tidak memiliki cangkang, hal ini karena rangka eksternalnya mengalami reduksi menjadi rangka internal. Antara tubuh dan cangkangnya terdapat mantel. Alat gerak hewan ini berupa kaki untuk merayap atau untuk menangkap mangsa.

g) Filum Echinodermata

Kelompok hewan ini merupakan kelompok hewan berkulit duri. Lapisan tubuhnya tripoblastik dan berbentuk bilateral simetris saat masih larva. Setelah dewasa, tubuhnya menjadi simetris radial. Rangka tubuh hewan ini terdiri atas lempeng-lempeng kapur. Hal ini karena epidermisnya diperkuat oleh kepingan kapur (osikula). Epidermis dilengkapi dengan tonjolan duri-duri halus dari kapur. Mesodermis mengandungendoskeleton yang dapat digerakkan dan terikat lempengan kalkareus. Hewan ini bergerak menggunakan kaki pembuluh (kaki ambulakral)

h) Filum Arthopoda

Hewan Arthropoda mempunyai tubuh simetris bilateral, beruas-ruas dan mempunyai kerangka luar (eksoskeleton). Kerangka luar hewan

Arthropoda terbuat dari bahan kitin (zat tanduk). Tubuh hewan ini terbagi atas ruas kepala (cephala), ruasdada (thorax), dan perut (abdomen). Sistem reproduksi pada arthropoda terpisah, artinya ada hewa jantan dan ada hewan betina. Sebagian hewan Arthropoda mengalami metamorphosis,baik metamorphosis sempurna (holometebola) ataupun metamorphosis tidak sempurna (metabola). Sementara itu, Arthropoda yang tidak mengalami metamorphosis disebut ametabola.

i) Filum Chordata

Ciri Phylum Chordata: (1) mempunyai chorda dorsalis, (2) mempunyai nerve cord, dan (3) mempunyai branchial celft. Berdasarkan keadaan chorda dorsalis, chordata dibedakan atas 4 sub phylum:

a) Hemichordata atau adelochordata

b) Urochordata atau tunicata

c) Cephalochordata

d) Vertebrata

Beberapa ahli zoology memasukkan sub phylum Hemichordata, Urochordata, dan Cephalochordata menjadi satu kelompok yang disebut Acrania (A=tidak; cranium = tempurung kepala), sedangkan kelompok lain yang telah mempunyai cranium disebut craniata, yaitu sub phylum vertebrata.

Sub phylum vertebrata dibagi atas dua super klas yang semuanya terdiri atas 8 klas:

a) Super klas I; Pisces ada 4 kelas yaitu:

1. Agnatha (a = tidak, gnathum = rahang)

2. Placodermata (bersisik placoid)

3. Chondrichtyes (ikan bertuulang rawan, termasuk ikan hiu)

4. Osteichtyes (ikan bertulang keras)

b) Super klas II; Tetrapoda (tetra= empat, poda = kaki), ada 4 klas, yaitu:

1. Amphibia (amphi= dua, bios= hidup)

2. Reptilia (hewan melata)

3. Aves (hewan unggas atau burung)

4. Mamalia (mamae=susu, artinya hewan menyusui)


                                                                    C. Rangkuman

1. Semua organisme yang termasuk ke dalam kingdom Animalia merupakan organisme eukariotik, multiselular, tidak mempunyai dinding sel, dapat bergerak aktif, tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof, habitat darat dan aquatik dan bereproduksi secara seksual dan aseksual, aseksual.

2. Kingdom animalia dapat dikelompokkan berdasarkan simetri tubuh, lapisan tubuh serta ada atau tidaknya tulang belakang.

3. Berdasarkan Ada tidaknya tulang belakang, kindom animalia terdiri dari filum dua sub filum yaitu Invertebrata dan vertebrata.

4. Subfilum invertebrata terdiri dari filum Porifera, Cnidaria, Platihelminthes, Nemathelmintes, Mollusca, Arthropoda, Mollusca dan echinodermata.

5. Sub filum Vertebrata terdiri dari kelas Aves, Amphibia, Reptil, Aves dan mamalia D. Penugasan Mandiri

Dalam kegiatan ini, kalian diminta untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang berbagai jenis hewan invertebrata yang ada di sekitar tempat tinggalmu kemudian menuliskannya di dalam tabel. Dengan kegiatan ini diharapkan kalian dapat menjelaskan berbagai jenis hewan dan memprediksi jenis hewanberdasarkan ciri yang teramati, hasilnya silakan diisikan kedalam tabel berikut.

Nama Hewan Kelas Peranan

                                                                    E. Latihan Soal

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

1. Perhatikan data berikut: – Memiliki lapisan luar yang disebut epidermis. – Memiliki sel-sel silindris yang disebut porosit. – Memiliki material seperti jeli yang disebut mesenkim pada lapisan dalam epidermis. – Memiliki oskulum. – Memiliki sel amoebosit. Data tersebut merupakan ciri-ciri dari fillum…. 

A. Cnidaria 

B. Porifera 

C. Plathyhelminthes 

D. Nematoda 

E. Annelida

2. Sel pada porifera yang bertugas untuk mengedarkan makanan ke seluruh tubuh adalah …

A. Sel amoeboit 

B. Koanosit 

C. Skleroblas 

D. Pinakosit 

E. Spikula 

3. Stadium berenang bebas pada daur hidup Aurelia, memiliki silis dan tidak bertentakel disebut …. 

A. Efira 

B. Strobila 

C. Skifistoma 

D. Medusa 

E. Planula 

4. Ditemukan hewan dengan ciri-ciri:

 1) tubuh lunak dan tertutup cangkang, 

2) menggunakan perut untuk berjalan, 

3) jika berjalan meninggalkan jejak berupa lendir,

 4) pada bagian kepala terdapat dua pasang tentakel,

 5) bersifat hermaprodit. 

Hewan tersebut termasuk kelas …. 

A. Gastropoda 

B. Lamellibranchiata 

C. Amphineura 

D. Pelecypoda 

E. Bivalvia 

5. Organisrne-organisme mempunyai ciri- ciri yaitu. memiliki anggota gerak yang berpasangan dan bersegmen, tubuh simetri bilateral, memiliki perbedaan yang jelas antara caput, thorak, dan abdomen, memiliki rangka luar yang tersusun oleh kitin, sistem peredaran darah terbuka, darah tidak memilikik hemoglobin. .berdasarkan persamaan ciri yang dimilikinya. yaitu….

 A. Mollusca 

B. Arthropoda 

C. Echinodermata 

D. Crustacea 

E. Myriapoda 

6. Salah satu cacing pipih (Plathyhelmintes) yang parasit pada manusia adalah cacing pita (Taenia sagnita ). Cara paling efektif untuk menghindari cacing tersebut adalah …. 

A. memasak dengan matang daging yang dimakan 

B. selalu memakai alaskaki kalau ke WC 

C. tidak menggaruk anus yang gatal 

D. mencuci tangan sebelum makan 

E. menghindari gigitan nyamuk 

7. Ada sejenis hewan yang hidup di laut, diplobastik.tubuh simetri radial, gerak menggunakan tentakel, proses pencernaan makanan berlangsung ekstraseluler di rongga gastrovaskuler. Hewan ini adalah hewan yang tergolong …. 

A. Enchinodermata

 B. Arthoropoda 

C. Coelenterata 

D. Crustaceae 

E. Mollusca

8. Suatu hewan berbetuk bilateral simetris, tidak mempunyai rangka, bersegmen-segmen dan hidup di air tawar. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, hewan ini dapat digolongkan kedalam filum …. 

A. Platyhelminthes

B. Coelenterata 

C. Arthropoda 

D. Mollusca 

E. Annelida 

9. Kejadian mutiara dalam tiram berasal dari ….

 A. masuknya cairan mutiara dalam tubuh 

B. makanan yang mengandung kalsium fosfat 

C. cangkang yang lama berubah menjadi mutiara 

D. secara bertahap hewan ini membuat mutiara 

E. masuknya benda asing dilapisan nakreas

 10. Kelas dari filum arthropoda antaralain heksapoda. Disebut demikian karena mempunyai kaki berjumlah 6, contohnya …. 

A. Kalajengking 

B. keluwing 

C. lalat rumah 

D. laba-laba

E. kepiting

                                                                           VERTEBRATA

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan mampu:

 1. Mengelompokkan hewan vertebrata ke dalam filum berdasarkan lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh, dan reproduksi.

 2. Memahami cara reproduksi hewan vertebrata. 

3. Memahami manfaat vertebrata dalam kehidupan manuia.

 B. Uraian Materi

Beberapa ahli zoology memasukkan sub phylum Hemichordata, Urochordata, dan Cephalochordata menjadi satu kelompok yang disebut Acrania (A=tidak; cranium = tempurung kepala), sedangkan kelompok lain yang telah mempunyai cranium disebut craniata, yaitu sub phylum vertebrata.

Sub phylum vertebrata dibagi atas dua super klas yang semuanya terdiri atas 8 klas:

Super klas I; Pisces ada 4 kelas yaitu:

1. Agnatha (a = tidak, gnathum = rahang)

2. Placodermata (bersisik placoid)

3. Chondrichtyes (ikan bertuulang rawan, termasuk ikan hiu)

4. Osteichtyes (ikan bertulang keras)

Super klas II; Tetrapoda (tetra= empat, poda = kaki), ada 4 klas, yaitu:

1. Amphibia (amphi= dua, bios= hidup)

2. Reptilia (hewan melata)

3. Aves (hewan unggas atau burung) 4. Mamalia (mamae=susu, artinya hewan menyusui)

Ciri khusus vertebrata adalah sebagai berikut: 1. Tubuhnya terbungkus oleh epidermis dan dermis (pada hewan yang hidup air ditutup oleh sisik dengan manyak mengandung kelenjar mucosa = glandula mucosa, hewan hidup didarat biasanya kulit luar menanduk atau menjadi keras, pada Reptilia kadang-kadang terdapat sisik tebal, dan pada burung terdapat bulu, dan pada mamalia terdapat rambut.

2. Memliki endoskeleton. 3. Memiliki cranium.

4. Terdapat otot/daging untuk bergerak. 5. Memiliki tractus digestivus. 6. Memiliki sistem circularia (sistem peredaran darah) 7. Memiliki sistem respirstoria (sistem pernapasan)

8. Memiliki sistem excretoria (sistem ekskresi) 9. Memiliki sistem nervorum (sistem saraf) 10. Memiliki sistem endokrin 11. Memiliki sistem sensoris (indera) 12. Memiliki sistem reproduksi.

Sub phylum vertebrata dibagi atas dua super klas yang semuanya terdiri atas:

a. Kelas Pisces

Kelas Pisces (ikan) adalah kelas dari subfi lum Vertebrata yang seluruh anggotanya hidup di air (akuatik), baik air tawar maupun air laut

1. Ciri-Ciri Umum

1) Habitat di perairan.

2) Triploblastik.;

3) Selomata.

4) Struktur tubuh ikan terdiri dari kepala (mengandung otak), badan dan ekor.

5) Mempunyai gurat sisi untuk dapat merasakan tekanan air.

6) Badan atau batang berotot, mengelilingi sebuah rongga yang berisi organ internal.

7) Kulit yang dilengkapi dengan kelenjar penghasil lendir agar kulit selalu licin dan ada yang tertutup sisik.

8) otot ekor post-anal. Ikan juga pada umumnya mempunyai kulit yang sangat berguna untuk menutupi tubuh beserta dengan sekresi kelenjar berlendir yang akan mengurangi gesekan tubuh ikan dengan air, juga hampir seluruh jenis ikan mempunyai sisik yang berhubungan dengan sekresi kelenjar lender membentuk lapisan yang nyaris tahan air.

9) Bernapas dengan menggunakan ikan menggunakan insang yang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan juga selalu lembap;

10) Jantung terdiri dari 2 ruangan yaitu 1 serambi dan 1 bilik.

11) Sistem peredaran darah tertutup.

12) Alat pencernaan lengkap.

13) Poikoiloterm (berdarah dingin)

14) Dioecious (kelamin terpisah)

15) Alat ekskresi berupa ginjal.

16) Reproduksi seksual dengan fertilisasi internal atau eksternal.

2. Klasifikasi

Kelas Pisces dibagi menjadi dua subkelas, yaitu subkelas Chondrichthyes dan subkelas Osteichthyes :

 Subkelas Chondrichthyes (ikan bertulang rawan) berasal dari bahasa Yunani, yaitu chondros yang berarti rawan dan ichthyes yang berarti ikan. Contohnya adalah ikan hiu (Squalus sp.) dan ikan pari (Makararaja sp.)

 Subkelas Osteichthyes (ikan bertulang sejati atau keras) Osteichthyes berasal dari bahasa Yunani, yaitu osteon yang berarti tulang dan ichthyes yang berarti ikan. Contohnya adalah ikan gurame (Osphronemus goramy), ikan lele (Clarias sp.), dan ikan tuna (Thunnus sp.)

3. Peranan

1) Menjaga keseimbangan ekosistem perairan karena posisinya sebagai komponen biotik yang menempati tingkatan tropik tertentu dalam rantai makanan.

2) Sumber protein tinggi terutama omega yang bermanfaat meningkatkan kecerdasan.

3) Dagingnya mengandung asam lemak tidak jenuh.

4) Tulang ikan dapat dimanfaatkan sebagai tepung ikan dan bahan pembuat lem.

5) Hiasan akuarium.

6) Beberapa ikan ganas yang di tempatkan pada habitat yang bukan habitatnya dapat ikan lokal sehingga dapat merusak keseimbangan ekosistem.

7) Ikan ganas jenis tertentu dapat menyerang manusia.

b. Kelas Amphibia Amphibia berasal dari bahasa Yunani, yaitu amphi yang berarti kedua dan bios yang berarti hidup. Amphibia merupakan hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu darat dan air tawar, tetapi tidak hidup di air laut Ciri-Ciri Umum:

1. Tubuh terdiri dari kepala dan badan untuk katak namun saat masih berudu memiliki ekor.

2. Tubuh terdiri dari kepala, badan, dan ekor untuk Salamander.

3. Tubuh dilapisi oleh kulit berlendir.

4. Pada kepala katak terdiri atas kelopak mata dan membrane niktitan (selaput/membran pelindung mata saat katak berenang di air)

5. Lidah katak dapat dijulurkan panjang untuk menangkap mangsa.

6. Simetri bilateral.

7. Selomata.

8. Triploblastik.

9. Poikiloterm.

10. Sistem peredaran darah tertutup.

11. Jantung beruang 3 terdiri dari 2 serambi dan 1 bilik.

12. Alat respirasi berupa insang (berudu), paru-paru dan kulit (saat dewasa)

13. Ginjal sepasang.

14. Alat pencernaan makanan lengkap.

15. Reproduksi seksul dengan fertilisasi internal, ovipar.

16. Memiliki selaput renang yang membantu katak berenang. 17. Mengalami metamorfosis sempurna.

Sistem organ

1. Sistem pencernaan pada Amphibia terdiri atas mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka. Pada langit-langit mulut, terdapat gigi vomer. Lidah bercabang dua pada ujungnya dan mengandung zat perekat yang berfungsi untuk menangkap serangga. Amphibia juga memiliki hati, pankreas, dan kantong empedu.

2. Sistem peredaran darah darah pada Amphibia merupakan sistem peredaran darah ganda dan tertutup. Peredaran darah ganda adalah peredaran darah yang melewati jantung sebanyak dua kali dalam peredarannya. Jantung memiliki tiga ruangan, yaitu 2 buah serambi (serambi kanan dan serambi kiri) serta sebuah bilik.

3. Sistem respirasi pada Amphibia berupa insang, kulit, dan paru-paru. Selama dalam fase berudu, Amphibia bernapas dengan insang. Sementara saat dewasa, Amphibia bernapas dengan paru-paru dan kulit. Paru-parunya berupa kantong-kantong dengan dinding yang memiliki banyak ruangan.

4. Sistem koordinasi pada Amphibia terdiri atas sistem saraf dan sistem hormon. Sistem saraf berupa otak yang terbagi menjadi 5 bagian dan 10 saraf kranial. Sistem hormon berupa kelenjar pituitari, kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, pulau-pulau Langerhans, dan gonad (kelenjar kelamin). Kelenjar pituitari yang terletak di bawah otak menghasilkan hormon-hormon perangsang pertumbuhan, perangsang metamorfosis, perangsang gonad, pengendali perluasan sel-sel pigmen yang menyebabkan warna kulit menjadi lebih gelap, serta pengatur keseimbangan air dan kontraksi otot.

5. Alat indra pada Amphibia terdiri atas mata, lubang hidung, dan telinga. Mata dilindungi oleh membran niktitans (kelopak tidur), kelopak mata atas, dan kelopak mata bawah. Fungsi membran niktitans adalah untuk membasahi bola mata dan melindungi mata saat berada di dalam air.

6. Lubang hidung berjumlah sepasang dan berhubungan dengan rongga mulut melalui koane. Telinga terdiri atas dua bagian, yaitu telinga tengah dan telinga dalam. Telinga tengah berhubungan dengan faring melalui saluran Eustachius. Membran timpani (gendang telinga) dimiliki oleh katak dan bangkong, sedangkan salamander tidak memilikinya. Pada Amphibia tidak terdapat telinga luar.

7. Sistem reproduksi Amphibia memiliki alat kelamin yang terpisah dan bereproduksi secara ovipar dengan fertilisasi eksternal. Telur Amphibia tidak bercangkang, tetapi diselubungi oleh gelatin. Telur yang telah dibuahi akan berkembang menjadi larva (berudu). Berudu hidup di air dan bernapas dengan insang luar yang kemudian beralih dengan insang dalam. Berudu memiliki ekor yang panjang dan tidak berkaki. Berudu akan mengalami metamorfosis sempurna, sehingga menjadi katak dewasa yang berkaki, tidak berekor, serta bernapas dengan paru-paru dan kulit.

Peranan:

1. Menjaga keseimbangan ekosistem karena posisinya sebagai komponen biotik yang menempati tingkatan tropik tertentu dalam rantai makanan;

2. Sumber protein tinggi sehingga memiliki nilai ekonomi;

3. Katak merupakan organisme yng banyak digunakan dalam penelitian di laboratorium;

4. Kulit katak atau kodok dapat disamak menjadi bahan tas atau dompet;

5. Racun bufotalin dan bufotenin dari kodok (Bufo marinus) menguatkan denyut jantung

c. Kelas Reptilia

Reptilia berasal dari bahasa Latin, yaitu repto yang berarti melata. Reptilia meliputi hewanhewan seperti kadal, tokek, buaya, kura-kura, atau cicak. Anggota Reptilia cenderung beradaptasi dengan kehidupan darat, namun ada juga yang hidup di perairan seperti rawa, sungai, danau, atau laut

Ciri-Ciri Umum

1. Ciri-ciri Reptilia

2. Habitat di darat atau air.

3. Simetri bilateral.

4. Triploblastik.

5. Poikiloterm.

6. Eksotermik.

7. Tubuh terdiri dari kepala, leher, badan dan ekor.

8. Tubuh ditutupi sisik dari keratin sehingga kedap air dan mencegah dehidrasi.

9. Memiliki 4 kaki untuk melata kecuali ular.

10. Alat pencernaan lengkap.

11. Memiliki gigi dan lidah.

12. Peredaran darah tertutup.

13. Jantung dibedakan menjadi 4 ruang yaitu dua serambi dan 2 bilik.

14. Reproduksi seksual secara internal.

15. Ovipar, ovovivipar.

16. Ekskresi dengan ginjal yang pipih.

17. Sistem saraf otak dan 12 pasang saraf kranial.

18. Beberapa melakukan hibernasi.

19. Memiliki kelenjar pembau dekat kloaka, pada kura-kura kelenjar bau dapat ditemukan di antara perisai dorsal (karapaks) dan perisai ventral (plastron).

20. Reptilia terbagi menjadi empat ordo, yaitu ordo Crocodylia, Rhynchocephalia, Squamata, dan Testudines.

Peranan

1. Menjaga keseimbangan ekosistem karena posisinya sebagai komponen biotik yang menempati tingkatan tropik tertentu dalam rantai makanan.

2. Pembasmi hama alami, contoh ular di sawah merupakan predator alami untuk membasmi hama tikus.

3. Kulit reptilia bernilai ekonomi tinggi karena diproses menjadi tas, sepatu, dan ikat pinggang.

4. Beberapa daerah atau negara mengkonsumsi daging beberapa jenis reptilian.

5. Bisa ular dapat dijadikan sebagai serum.

d. Kelas Aves

Kelas Aves merupakan anggota Vertebrata yang memiliki ciri khas, yaitu tubuh ditutupi oleh bulu yang berasal dari epidermis. Anggota kelas Aves umumnya memiliki alat gerak berupa sayap untuk terbang.

Ciri Umum

1. Habitat di rawa-rawa, padang rumput, pesisir pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan, dan wilayah kutub.

2. Simetri bilateral.

3. Triploblastik.

4. Homoiterm.

5. Memiliki sepasang sayap yang umumnya digunakan untuk terbang dan sepasang kaki untuk berjalan.

6. Tubuh ditutupi bulu dari keratin kecuali kaki dan paruh. Bulu burung berganti minimal sekali dalam setahun.

7. Bentuk paruh disesuaikan dengan jenis makanan.

8. Tulang berongga untuk meringankan tubuh Aves.

9. Peredaran darah tertutup.

10. Jantung terbagi menjadi 4 ruang yaitu 2 serambi dan 2 bilik.

11. Alat pencernaan makanan lengkap.

12. Tidak memiliki gigi untuk mengunyah tetapi memiliki tembolok.

13. memiliki cakar tajam untuk mencengkeram mangsa, cakar pemanjat pohon, cakar penggali tanah dan serasah, cakar berselaput untuk berenang, cakar kuat untuk berlari dan merobek perut musuhnya.

14. Warna bulu dihasilkan oleh butir pigmen melanin dan karotenoid.

15. Sistem ekskresi dengan menggunakan ginjal metanefros.

16. Tidak memiliki vesica urinaria.

17. Reproduksi seksual dengan fertilisasi internal.

18. Ovipar.

Peranan

1. Menjaga keseimbangan ekosistem karena posisinya sebagai komponen biotik yang menempati tingkatan tropik tertentu dalam rantai makanan.

2. Sumber protein dari daging dan telur.

3. Bulu bulu bisa dijadikan hiasan asesoris.

4. Bulu sebagai bahan industri kok (suttlecock) bulu tangkis.

5. Bahan obat – obatan herbal, misal sarang burung wallet.

6. Hiburan dari warna dan kicauan burung.

e. Kelas Mammalia

Mammalia berasal dari bahasa Latin, yaitu mamae yang berarti susu. Mammalia meliputi hewan yang memiliki kelenjar susu pada hewan betinanya, sedangkan kelenjar susu pada hewan jantan mengalami reduksi (menyusut)

Ciri – ciri umum

 Habitat di darat.

 Mempunyai kelenjar susu.

 Simetri bilateral.

 Selomata.

 Triploblastik.

 Tubuh ditutupi rambut.

 Homoiterm.

 Alat gerak digunakan untuk berjalan, berenag, dan memegang sesuatu.

 Memiliki kuku atau cakar untuk Mamalia pemanjat.

 Memiliki gigi taring, gigi seri dan juga gigi geraham.

 Alat respirasi paru-paru.

 Ekskresi menggunakan ginjal, paru-paru, hati, dan kulit.

 Peredaran darah tertutup.

 Jantung dibedakan menjadi 4 ruang yaitu 2 serambi dan 2 bilik.

 Darah terdiri dari plasma darah dan sel darah : eritrosit, leukosit, dan trombosit.

 Alat pencernaan makanan lengkap.

 Reproduksi seksual dengan cara fertilisasi internal.

 Embrio berkembang di dalam rahim (Vivipar)

Klasifikasi

Kelas Mamalia dibagi dalam 12 Ordo, yakni:

1. Ordo Marsupialia, contoh : kangguru (Dendrolagus sp), opossum (Didelphia marsupialia), kuskus (Phalanger sp), dan koala (Phascolarctus sp)

2. Ordo Insektivora, contoh : Scalopus sp, Echinosorex albus, dan Scapanus sp

3. Ordo Dermoptera, contoh : Gakopithecus sp.

4. Ordo Chiroptera, contoh : Desmodus sp (vampire), Pteropus edulis (kalong Jawa), dan Myotes sp.

5. Ordo Primata, contoh : kera, orang utan, monyet, dan lutung.

6. Ordo Rodentia, contoh : Rattus sp (tikus), Sciurus sp (tupai pohon), dan Erethyson sp(landak), Marmota sp (marmut), dan Mus musculus (mencit)

7. Ordo Carnivora, contoh : Felis leo (singa), Canis lupus (serigala), Felis tigris(harimau)

8. Ordo Laghomorpha, contoh : kelinci (Oryctologus cuniculus)

9. Ordo Cetacea, contoh : Dolphinus delvis (dolpin laut), Phalenoptera musculus (paus biru)

10. Ordo Proboscidea, contoh : Loxodonta africana (gajah Afrika), Elephas maximus(gajah di India dan Indonesia)

11. Ordo Perissodactyla, contoh : keledai (Equus asinus), kuda (Equus caballus), dan tapir (Tapirus indicus)

12. Ordo Artiodactyla, contoh : Antilocarpa sp (antelope), Cervus sp (kijang), Bos sondaicus (banteng)


Peranan

1. Bahan baku indrustri kain dari benang wool;

2. Bahan baku industri berbahan dasar kulit;

3. Bahan baku industri pangan dari hewani baik daging maupun susu;

4. Wahana wisata dan edukasi;

5. Alat transportasi;

6. Membantu dibidang pertanian

C. Rangkuman

Vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Hewan-hewan yang tergolong dalam Vertebrata dibagi lagi menjadi beberapa jenis yakni : 1. Ikan (Pisces), yaitu Hewan yang hidup didalam air, bernafas dengan insang dengan alat gerak berupa sirip dan berkembang biak dengan cara bertelur. 2. Amfibi (Amphibia), yaitu Hewan yang dapat hidup di dua alam (darat dan air), berdarah dingin (tidak dapat mengatur suhu badan sendiri) dan bernafas dengan paru-paru. Contoh Hewan Amfibi seperti Katak, Salamander dan kadal air. 3. Reptil (Reptilia), adalah hewan melata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutup tubuhnya. Contoh Hewan Reptil adalah buaya, kadal dan ular. 4. Burung (Aves), yaitu Hewan yang bisa terbang, Hewan Aves atau Burung ini memiliki bulu yang menutupi tubuhnya dengan alat gerak berupa kaki dan sayap. Meskipun Aves sering disebut sebagai hewan yang bisa terbang, ada beberapa jenis hewan yang tergolong dalam Aves tetapi tidak bisa terbang seperti Ayam, Bebek, Angsa dan Kalkun. 5. Hewan Menyusui (Mammalia), yaitu hewan yang memiliki kelenjar susu (betina) yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya. Hewan Mammalia pada umumnya adalah hewan yang berdarah panas dan bereproduksi secara kawin. Hewan Menyusui atau mammalia ini ada yang hidup di darat dan ada juga hidup di air. Contoh Hewan Mammalia yang hidup di darat seperti Sapi, Domba, Monyet, Rusa, Kuda dan Gajah. Sedangkan Hewan Mammalia yang habitatnya di air seperti Paus, Lumba-lumba dan Duyung. D. Penugasan Mandiri

Dalam kegiatan ini, kalian diminta untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang berbagai jenis hewan vertebrata yang ada di sekitar tempat tinggalmu kemudian menuliskannya di dalam tabel. Dengan kegiatan ini diharapkan kalian dapat menjelaskan berbagai jenis hewan dan memprediksi jenis hewan berdasarkan ciri yang teramati, hasilnya silakan diisikan kedalam tabel berikut.

Nama Hewan Kelas Peranan

E. Latihan Soal

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

1. Dari semua jenis ikan yang ada sekarang, ikan dapat digolongkan menjadi tiga kelas yaitu…. 

A. Agnatha, Condrichthyes,dan Osteichthyes 

B. Reptile,agnatha dan osteichthyes 

C. Aves,pisces dan reptile 

D. Mamalia,aves dan reptile 

E. Amphibian,aves dan pisces 

2. Ciri mamalia yang idak dimiliki vertebrata lain yaitu….. 

A. Berbulu dan bertelur 

B. Bertelur dan menyusui 

C. Berambut dan memiliki uterus 

D. Menyusui dan bertelur

 E. Beranak dan menyusui 

3. Ditemukan suatu organisme dengan ciri-ciri: 

(1) tubuh memiliki sisik

 (2) rangka tersusun atas endoskeleton

 (3) bertulang belakang 

(4)bernapas dengan paru-paru

 (5) tipe reproduksi ovipar 

Didalam klasifikasi makhluk hidup, organisme Yang memiliki ciri-ciri tersebut termasuk dalam kelas….

 A. Chondroictyes 

B. Amphibia 

C. Reptilia 

D. Aves 

E. Mamalia 

4. Daftar hewan sebagai berikut:

 1. Kelinci 

2. Anjing 

3. Ular 

4. Tikus 

5. Tupai 

6. Kucing 

7. Harimau

 Kelompok mamalia ordo rodentia adalah…. 

A. 1 dan 2 

B. 2 dan 4 

C. 3 dan 6 

D. 4 dan 5 

E. 6 dan 7 

5. Perhatikan karakteristik hewan berikut ini:

 (1) Tubuh ditutupi sisik 

(2) Sistem rangka endoskeleton

(3) Bernapas dengan paru-paru

 (4) Vivipar

 (5) Mempunyai ruas tulang belakang

 (6) Tidak memiliki alat gerak 

Ciri khas yang menunjukan kelas reptilia adalah ….

 A. (1), (2), dan (3) 

B. (1), (5), dan (6) 

C. (2), (3), dan (4) 

D. (3), (4), dan (5) 

E. (4), (5), dan (6)

6. Perhatikan data berikut: 

I. Heterotrof.

 II. Multi seluler. 

III. Mono seluler. 

IV. Prokariotik. 

V. Eukariotik. Ciri-ciri organisme kingdom animalia terdapat pada nomor…. 

A. I, II, dan IV 

B. I, III, dan V 

C. I, II, dan V 

D. I, III, dan IV 

E. I, II, dan III 

7. Berdasarkan jumlah lapisan tubuhnya, hewan terbagi menjadi dua, yakni…. 

A. Dipoblastik dan tripoblastik. 

B. Dipoblastik dan vertebrata. 

C. Avertebrata dan vertebrata. 

D. Bilateral dan tripoblastik.

E. Avertebrata dan radial 

8. Perhatikan data berikut: 

1) Terdapat diafragma antara rongga 

2) Memiliki kloaka

 3) Jantung terdiri atas empat ruangan

 4) Memiliki vesika urinaria (kandung kemih)

 5) Peredaran darah tunggal Yang merupakan ciri-ciri Mammalia adalah…. 

A. 2, 3, 4. 

B. 3, 4, 5 

C. 1, 3, 5 

D. 1, 3, 4 

E. 1, 2, 3


EVALUASI


 Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling benar! 

1. Perhatikan gambar ini . Sel – sel yang bertugas untuk mengedarkan makanan ke seluruh tubuh pada hewan tersebut adalah….

A. Sel ameboid 

B. Koanosit 

C. Skleroblas 

D. Pinakosit 

E. Spikula 

2. Perhatikan data berikut: – Memiliki lapisan luar yang disebut epidermis. – Memiliki sel-sel silindris yang disebut porosit. – Memiliki material seperti jeli yang disebut mesenkim pada lapisan dalam epidermis. – Memiliki sel kolar. – Memiliki oskulum. – Memiliki sel amoebosit. Data tersebut merupakan ciri-ciri dari fillum… 

A. Cnidaria. 

B. Porifera. 

C. Plathyhelminthes. 

D. Nematoda. 

E. Annelida 

3. Perhatikan gambar pengelompokan phyllium porifera ini . Klasifikasi porifera tersebut berdasarkan A. jenis habitat 

B. jenis mangsa 

C. tipe saluran air 

D. cara reproduksi

 E. bahan penyusun rangka

4. Dibawah ini fase dari obelia: 

1) Medusa 

2) polip

 3) Planula 

4) Zigot 

Urutan daur hidup obelia adalah …. 

A. 1)-2)-3)-4) 

B. 1)-3)-4)-2) 

C. 2)-1)-4)-3) 

D. 2)-4)-3)-1) 

E. 3)-4)-2)-1) 5.

5.  Perhatikan gambar berikut. Berikut yang merupakan bukan bagian contoh dari kelas cacing tersebut …. 

A. Schytosoma japonicum 

B. Ascaris lumbricoides 

C. Fasciola hepatica 

D. Taena solium 

E. Planaria

 6. Perhatikan gambar salah satu contoh cacing berikut. Bagaimana cara mengedarkan makanan keseluruh tubuhnya pada hewan cacing diatas ? 

A. Dengan menggunakan sistem gastrovaskuler 

B. Dengan menggunakan triplobastik 

C. Dengan menggunakan sistem limfa 

D. Dengan menggunakan mesoderm 

E. Dengan gerakan otot – otot 

7. Gambar daur hidup cacing dari kelompok Trematoda. Berturut-turut nomor 1, 2, 3, 4 dan 5 adalah….

A. Telur – mirasidium – sporosista – redia – serkaria 

B. Telur – sporosista – mirasidium – redia – srekaria 

C. Telur – redia – sporosista – mirasidium – serkaria 

D. Telur – redia – serkaria – sporosista – mirasidum 

E. telur – mirasidium – redia – serkaria – sporosista 

8. Cacing ini ditularkan melalui nyamuk culex dan menyebabkan pembengkakkan sistem limfa. Cacing yang dimaksud adalah…. 

A. Chlonorchis sinensis 

B. Wucheria bancrofti 

C. Ancylostoma duodenale 

D. Ascaris lumbricoides

 E. Enterobius vermicularis 

9. Seekor hewan di pantai memiliki cangkang dari rumah siput, tetapi kakinya sepuluh buah, sepasang diantaranya berupa capit. Memilki mata bertangklai sepasang, berjalan dengan cepat. Hewan tersebut tergolong…. 

A. Gastropoda 

B. Mollusca

 C. Crustacea 

D. Decapoda 

E. Arachnoide

 10. Fungsi buluh malphigi pada di bawah ini adalah …. 

A. Mengeluarkan sisa metabolisme bentuk cair 

B. Mengeluarkan feses 

C. Mengeluarkan karbon dioksida 

D. Menyerap air

E. Mengedarkan air keseluruh tubuh 

11. Hewan pada gambar berikut bernapas dengan….

A. Insang 

B. Trakea 

C. Paru – paru buku 

D. Trakea dan insang 

E. Paru – paru buku dan insang 

12. Di bawah ini yang bukan termasuk ciri-ciri kelas insecta ialah …. 

A. Tubuhnya terbagi menjadi kepala, dada, abdomen. 

B. Memiliki tiga pasang kaki. 

C. Bernapas menggunakan trakea.

 D. Kepala terdiri atas bagian mulut, antena, mata majemuk, dan mata tunggal. 

E. Memiliki sefalotoraks 

13. Berdasarkan jumlah lapisan tubuhnya, hewan terbagi menjadi dua, yakni 

A. Dipoblastik dan tripoblastik.

 B. Dipoblastik dan vertebrata.

 C. Avertebrata dan vertebrata. 

D. Bilateral dan tripoblastik 

E. Avertebrata dan radial

 14. Jika adanya rahang dipergunakan untuk menentukan tingginya tingkatan vertebrata, maka kelas yang paling rendah tingkatannya adalah ….

. A. Chondrichthyes 

B. Osteichthyes 

C. Agnatha 

D. Placodermi 

E. Amphibia 

15. Perhatikan data berikut:

 I. Heterotrof. 

II. Multi seluler. 

III. Mono seluler.

 IV. Prokariotik. V. Eukariotik. Ciri-ciri organisme kingdom animalia terdapat pada nomor….

A. I, II, dan IV 

B. I, III, dan V. 

C. I, II, dan V. 

D. I, III, dan IV. 

E. I, II, dan III 

16. Perhatikan data berikut: 

1) Terdapat diafragma antara rongga 

2) Memiliki kloaka 

3) Jantung terdiri atas empat ruangan 

4) Memiliki vesika urinaria (kandung kemih) 

5) Peredaran darah tunggal Y

ang merupakan ciri-ciri mammalia adalah…. 

A. 2, 3, 4. 

B. 3, 4, 5. 

C. 1, 3, 5 

D. 1, 3, 4. 

E. 1, 2, 3.

17. Tabel ciri-ciri vertebrata 1 2 3 4 5 Jantung 1 serambi+ 1bilik 2 serambi+ 1bilik 2 serambi+ 2 bilik 2 serambi+ 1bilik 2 serambi+ 1bilik Rangka Tulang sejati Tulang sejati Tulang sejati Tulang sejati Tulang sejati Pernafasan insang Paru- paru kulit Paru - paru Paru – paru dan gelembung udara Paru – paru Fertilisasi eksternal eksternal internal internal Eksternal Yang termasuk kelas Amfibi adalah ......

A. 1 

B. 2 

C. 3 

D. 4 

E. 5 

18. Kucing, anjing, harimau menunjukan kekerabatan yang dekat sehingga dikelompokan ke dalam kelompok karnivora berdasarkan …. 

A. Cara berkembang biak 

B. Jenis makanan

 C. Jumlah anggota gerak 

D. Sistem rangka tubuh 

E. Sistem pernafasan 

19. Perhatikan karakteristik hewan berikut ini!

 (1) Tubuh ditutupi sisik 

(2) Sistem rangka endoskeleton 

(3) Bernapas dengan paru-paru 

(4) Vivipar

 (5) Mempunyai ruas tulang belakang 

(6) Tidak memiliki alat gerak

 Ciri khas yang menunjukan kelas reptilia adalah …. 

A. (1), (2), dan (3) 

B. (1), (5), dan (6) 

C. (2), (3), dan (4) 

D. (3), (4), dan (5) 

E. (4), (5), dan (6) 

20. Berikut ini merupakan manfaat vertebrata bagi manusia, kecuali…. 

A. sumber inspirasi objek bagi pelukis 

B. sumber protein hewani yang potensial 

C. ikut mengatur kesinambungan ekosistem 

D. sebagai alat transportasi bagi sebagian anggota masyrakat 

E. sebagai bahan penelitian dan pembelajaran dunia pendidikan


perpisahan kelas ix