Rabu, 24 Februari 2021

BAB biotehnologi. MA klas Xii . 24 februari 2021





1.sebitkan boiotehnologi yg dihasilkan dari pertanian,kesehatan dan kecantikan...
2.bagaiamana jika biotehnologi moderen tdk diimbangi dgn sumber daya manusia?

Selamat mengerjakan..

Senin, 15 Februari 2021

 

Materi Enzim

dan Metabolisme

Kelas XII MAM

EVA YENANI

 

  1. 1. ENZIM & METABOLISME BIOLOGI KELAS XII SMA 2 PERGURUAN “CIKINI” By: Kurniati Maulany, S.Pd
  2. 2. 3.2 Menjelaskan proses metabolisme sebagai reaksi enzimatis dalam makhluk hidup KOMPETENSI DASAR Peserta didik diharapkan dapat: 1. Merinci struktur enzim 2. Menjelaskan sifat-sifat enzim 3. Menejelaskan cara kerja enzim 4. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kerja enzim 5. Menjelaskan cara pengelompokkan enzim 6. Menjelaskan cara pemberian nama enzim 7. Menjelaskan tahapan respirasi aerob 8. Menjelaskan 2 contoh respirasi secara anaerob 9. Merinci proses reaksi terang pada fotosintesis 10.Merinci proses reaksi gelap pada fotosintesis TUJUAN PEMBELAJARAN
  3. 3. METABOLISME Definisi Jenis Katabolisme Respirasi Aerob Respirasi Anaerob Anabolisme Fotosintesis Kemosintesis Enzim Struktur Sifat Cara Kerja Faktor-Faktor yang mempengaruhi kerja enzim
  4. 4. METABOLIS ME Keseluruhan reaksi kimia yang berlangsung di dalam organisme atau makhluk hidup DEFINISI METABOLISME Disebut juga Karena metabolisme selalu menggunakan katalisator enzim
  5. 5. 1. ANABOLISME • Proses penyusunan senyawa kimia sederhana menjadi senyawa kompleks • Memerlukan energi à reaksi endergonik • Disebut endoterm : reaksi memerlukan energi panas • Contoh: • Fotosintesis (memerlukan energi cahaya) • Kemosintesis (memerlukan energi kimia) 6CO2 + 6H2O à C6H12O6 + 6O2 METABOLIS ME
  6. 6. 2. KATABOLISME • Proses pemecahan/ penguraian senyawa kimia kompleks menjadi senyawa sederhana • Melepaskan energi à reaksi eksergonik • Disebut eksoterm : reaksi membebaskan energi panas • Contoh: • Respirasi C6H12O6 + 6O2 à 6CO2 + 6H2O + ATP METABOLIS ME
  7. 7. Apa yang dimaksud dengan metabolisme? Apa perbedaan antara anabolisme & katabolisme? METABOLIS ME
  8. 8. PART 1
  9. 9. Perhatikan video berikut!
  10. 10. Critical Thinking
  11. 11. Definisi Enzim Suatu jenis protein yang berfungsi sebagai katalisator yang dapat mempercepat suatu reaksi kimia tanpa ikut bereaksi E N Z I MStruktur Sifat Cara Kerja Faktor-Faktor yang mempengaruhi
  12. 12. Enzim (Holoenzim) Apoenzim (Protein) Gugus Prostetik (Non Protein) Kofaktor (an-organik) Koenzim (organik)Enzim yang strukturnya sempurna Contoh: Kofaktor: ion-ion logam Koenzim: Vit B, NAD, FAD E N Z I M
  13. 13. Enzim adalah suatu protein Enzim merupakan biokatalisator Enzim bekerja secara spesifik Enzim diperlukan dalam jumlah sedikit Enzim dapat bekerja bolak balik ENZIM
  14. 14. Enzim mengkatalisasi reaksi dengan menurunkan energi aktivasi (Ea) ENZIM Next
  15. 15. • Teori gembok & Kunci • Teori ini menyatakan bahwa enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai dengan satu jenis substrat saja • Bekerja secara spesifik Lock & Key Theory (Fischer) ENZIM Next
  16. 16. • Teori ketepatan induksi • Teori ini menyatakan bahwa sisi aktif enzim lebih fleksibel dalam menyesuaikan substratnya • Sisi aktif enzim dapat berubah menyesuaikan dengan substratnya Induced Fit Theory (Daniel Koshland) ENZIM
  17. 17. • Semakin tinggi suhu akan mempercepat reaksi hingga batas suhu optimum • Sebaliknya, makin rendah suhu maka reaksinya semakin lambat Suhu ENZIM Keterangan: Suhu 0oC : Tidak aktif Suhu >60oC : Denaturasi Suhu 37oC : Bekerja Optimum Next
  18. 18. • pH akan mempengaruhi sisi aktif dalam mengikat substrat pH ENZIM Keterangan: Enzim Ptialin, bekerja pada pH 7 (netral) Enzim Pepsin, bekerja pada pH 2 – 6 (asam) Enzim Maltase, bekerja pada pH 7 (netral) Enzim Tripsin, bekerja pada pH 8 (basa) Next
  19. 19. • Pengaruhnya terhadap kecepatan reaksi adalah berbanding lurus. • Artinya: Semankin tinggi konsentrasinya, maka makin cepat reaksinya Konsentrasi Enzim ENZIM Next
  20. 20. • Umumnya berbanding lurus dengan kecepatan reaksi • Dapat memiliki keadaan konstan apabila enzim sudah mengikat semua substrat Konsentrasi Enzim & Substrat ENZIM Next
  21. 21. • Zat yang dapat memacu kegiatan suatu enzim • Contohnya: ion Cobalt, Mangan, Nikel, Magnesium, Clorin, dan garam dari logam alkali tanah Pengaruh Zat Penggiat/ Aktivator ENZIM Next • Zat yang dapat menghambat kerja enzim • Terdiri dari 2 jenis: • Inhibitor Kompetitif • Inhibitor Non Kompetitif Pengaruh Zat Penghambat/ Inhibitor
  22. 22. ENZIM Zat Penghambat (Inhibitor) Inhibitor kompetitif, merupakan zat yang menghambat kerja enzim dengan cara bersaing dengan substrat untuk mendapatkan sisi atif enzim. Contoh: Malonat & Oksalosuksinat Inhibitor non kompetitif, merupakan zat yang menghambat reaksi enzimatik dengan cara berikatan dengan bagian selain sisi atif enzim. Ikatan ini menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan substratnya. Contoh: Antibiotik Penisillin yang menghambat kerja enzim penyusun dinding sel bakteri
  23. 23. No Golongan Enzim Fungsi atau sifat 1 Oksidoreduktase Mengkatalisis reaksi dimana salah satu substrat mengalami oksidasi (donor hidrogen) dan substrat lain mengalami reduksi (penerima hidrogen). a. Dehidrogenase Mengubah ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap. b. Oksidase Melakukan oksidasi (menerima oksigen atau melepas elektron). c. Hidroksilase Menggabungkan gugus hidroksil 2 Transferase Mengkatalisis perpindahan 1 gugus karbon (misalnya metil), gugus aldehid, keton, gugus fosforil, atau gugus amino dari satu substrat ke substrat yang lain. 3 Hidrolase Mengkatalisis hidrolisis (penambahan air) untuk memecah ikatan kovalen C-O, C-N, C-C, P-O, dan ikatan tunggal lainnya. a. Peptidase Memecah ikatan peptida pada protein. b. Esterase Memecah ikatan ester. c. Glikosidase Memecah ikatan glikosida pada polisakarida. d. Fosfatase Memecah ikatan fosfat. 4 Liase Mengkatalisis penambahan gugus pada ikatan rangkap atau pembentukan ikatan rangkap dengan menghilangkan gugus C=C, C=O, atau C=N. Misalnya: dekarboksilase, aldolase, dan dehidratase. 5 Ligase Mengkatalisis reaksi penggabungan antara satu molekul dengan molekul lain melibatkan hidrolisis dari ATP. Misalnya: RNA ligase dan DNA ligase. 6 Isomerase Mengkatalisis perpindahan suatu gugus ke tempat lain dalam satu molekul. Misalnya: racemase, fosfoglukoisomerase, mutase, dan oksidoreduktase. Nama suatu enzim biasanya dengan menggunakan akhiran ase. Akhiran ase ditambahkan pada nama substrat yang diubah oleh enzim tersebut.
  24. 24. PART 2 KATABOLISME (RESPIRASI ANAEROB)
  25. 25. Definisi Respirasi Anaerob § Proses penguraian untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen § Disebut juga fermentasi § Asam piruvat yang dihasilan dari proses glikolisis mendapati kondisi kekurangan oksigen, maka asam piruvat akan masuk ke jalur anaerobic § Hanya menghasilkan 2 ATP § Reaksi: § C6H12O6 à CO2 + energi + alkohol § C6H12O6 à energi + asam laktat R E S P I R A S I A N A E R O B
  26. 26. Definisi Respirasi Anaerob (Lanjutan) § Pelaku yang menggunakan respirasi anaerob § Jaringan yang kekurangan oksigen § Akar tumbuhan yang terendam air § Biji-biji berkulit tebal yang sulit ditembus oleh oksigen § Sel ragi (jamur) & bakteri anaerobik R E S P I R A S I A N A E R O B
  27. 27. Macam Respirasi Anaerob 1. Fermentasi Alkohol Pada makanan dengan bantuan ragi Saccharomyces cereviceae R E S P I R A S I A N A E R O B
  28. 28. Macam Respirasi Anaerob R E S P I R A S I A N A E R O B 2. Fermentasi Asam Laktat
  29. 29. Macam Respirasi Anaerob 2. Fermentasi Asam Laktat R E S P I R A S I A N A E R O B
  30. 30. PART 3 KATABOLISME (RESPIRASI AEROB)
  31. 31. Definisi Respirasi Aerob § Proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi (makanan) melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen § Bersifat eksergonik, artinya melepaskan energi § Reaksi: C6H12O6 + 6O2 à 6CO2 + 6H2O + 36 ATP § Pelaku: § Manusia, hewan, tumbuha, sebagian monera, Protista, dan jamur R E S P I R A S I A E R O B
  32. 32. R E S P I R A S I A E R O B
  33. 33. R E S P I R A S I A E R O B
  34. 34. RESPIRASI AEROB
  35. 35. R E S P I R A S I A E R O B
  36. 36. RESPIRASI AEROB
  37. 37. PART 4 ANABOLISME (FOTOSINTESIS)
  38. 38. Definisi Anabolisme § Anabolisme merupakan rangkaian reaksi penyusunan suatu zat organik dari senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks § Bersifat endergonik à memerlukan energi § Dibedakan menjadi 2, yaitu: § Asimilasi: penyusunan zat anorganik à organik Contoh: Fotosintesis & Kemosintesis § Polimerisasi: penyusunan zat organik sederhana à kompleks A N A B O L I S M E
  39. 39. Definisi Fotosintesis § Merupakan proses anabolisme yaitu penyusunan CO2 & H2O menjadi karbohidrat oleh klorofil dengan bantuan energi matahari § Sinar yang paling efektif untuk fotosintesis: § Sinar merah : bergelombang panjang (lebih dari 680) § Sinar violet & biru : bergelombang pendek (440 – 480) § Terjadi di kloroplas § Reaksi Kimia: 6CO2 + 6H2O à C6H12O6 + 6O2 F O T O S I N T E S I S
  40. 40. Definisi Fotosintesis § Terdiri dari 2 tahap: § Reaksi terang § Membutuhkan cahaya § Terjadi di tilakoid/ grana § Reaksi gelap § Tidak membutuhkan cahaya § Terjadi di stroma F O T O S I N T E S I S
  41. 41. Reaksi Terang § Terdapat 3 reaksi: § Sensibilitas : masuknya cahaya § Fotofosforilasi : sintesis ATP § Fotolisis air : H2O à 2H+ + ½O+ + 2e- § Hasil dari reaksi terang: § O2 : dibebaskan § ATP : digunakan untuk reaksi gelap § NADPH2 : digunakan untuk reaksi gelap § Terdapat 2 jenis siklus § Siklus Siklik : menghasilkan ATP dan hanya melewati Fotosistem I § Siklus Non-Siklik : menghasilkan O2, ATP, dan NADPH2 dan melewati Fotosistem I dan II F O T O S I N T E S I S
  42. 42.  Cahaya matahari akan ditangkap oleh klorofil dalam fotosistem II sehingga elektron di pusat fotosistem naik ke tingkat energi yang lebih tinggi dan ditangkap oleh akseptor primer. Elektron tersebut akan mengalir turun untuk menuju tingkat energi awalnya namun melewati beberapa molekul sebagai akseptornya (penerima elektron). Elektron yang telah naik menyebabkan pusat fotosistem II kekurangan elektron, untuk mengisi kekosongan tersebut suatu enzim akan memecah H2O à 2H+ + ½ O2 + 2e- . Hasil fotolisis air berupa elektron akan didonorkan pada pusat fotosistem II dan O2 akan dilepaskan secara bebas oleh tumbuhan. ❸❹ Elektron dari fotosistem II yang naik dan ditangkap akseptor primer tadi akan dialirkan menuju sederetan protein melalui rantai transfer elektron yang meliputi Pq (plastoquinon), kompleks sitokrom, dan Pc (plastosianin) yang akan mengantarkan elektron tersebut kembali ke tingkat energi semula. Ketika ditangkap oleh protein-protein tersebut, elektron akan melepaskan sebagian energinya sehingga dapat digunakan untuk membentuk ATP.
  43. 43.  Disamping itu, elektron pada fotosistem I juga telah tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi karena menangkap energi cahaya matahari. Elektron dari fotosistem II akan turun dari kompleks protein (rantai transfer elektron) dan mengisi kekosongan yang terjadi di fotosistem I. Sedangkan elektron dari fotosistem I yang naik akan ditangkap oleh akseptor primer kemudian diteruskan menuju Fd (ferredoksin), yang menjadi perantara sebelum elektron tersebut menuju enzim NADP+ reduktase. Enzim tersebut akan menggunakan elektron untuk reaksi reduksi membentuk NADPH2.
  44. 44. Reaksi Gelap/ Siklus Calvin Benson § Terdapat 3 reaksi: § Fiksasi/ Pengikatan CO2 § Reduksi § Regenerasi/ Pembentukan kembali RuBP § Hasil dari reaksi terang: § Glukosa F O T O S I N T E S I S
  45. 45. FINISH

 

 

Bab 1

pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

kelas XII

SMA IPA

Eva yenani

  1. 1. BAB 1 P ERTUMBUHAN DAN P ERKEMBANGAN TUMBUHAN
  2. 2. Standar Kompetensi: • melakukan percobaan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan Kompetensi Dasar: • merencanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan • melaksanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan • mengkomunikasikan hasil percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan
  3. 3. Apakah Pertumbuhan Itu? Pertumbuhan: proses pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi, atau panjang) yang permanen dan bersifat tidak balik (irreversible). Proses ini bersifat kuantitatif artinya dapat dinyatakan dengan satuan bilangan. Contoh: Tinggi tanaman 10 cm Biji Kecambah Tanaman muda
  4. 4. Apakah Perkembangan Itu? Perkembangan: proses menuju kedewasaan pada makhluk hidup atau terspesialisasinya sel-sel menuju ke struktur dan fungsi tertentu Proses ini bersifat kualitatif artinya tidak dapat dinyatakan dengan bilangan. Contoh: tumbuhan dikatakan sudah dewasa apabila telah mampu berbunga.
  5. 5. Jenis-Jenis Pertumbuhan Jenis pertumbuhan pada tumbuhan ada dua macam: 1.Pertumbuhan primer 2.Pertumbuhan sekunder Pertumbuhan primer: Pertumbuhan primer merupakan hasil aktivitas pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Pertumbuhan primer berlangsung pada embrio dan bagian ujung-ujung tumbuhan seperti ujung akar atau batang. Perubahan yang dapat terlihat karena adanya pertumbuhan primer adalah tanaman menjadi lebih panjang dan tinggi.
  6. 6. Jenis-Jenis Pertumbuhan (lanjutan) Pertumbuhan sekunder: Pertumbuhan sekunder merupakan hasil aktivitas sel-sel jaringan meristem sekunder, yaitu kambium. Pertumbuhan sekunder dijumpai pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Akibat pertumbuhan sekunder, bagian batang tumbuhan akan membesar
  7. 7. Pertumbuhan Primer dan Sekunder
  8. 8. Fase Atau Tahap Pertumbuhan Fase atau tahap pertumbuhan: Fase atau tahap pertumbuhan pada tumbuhan dapat dibedakan atas dua macam, yaitu fase perkecambahan serta fase pertumbuhan dan perkembangan organ tumbuhan. 1. Perkecambahan: Perkecambahan merupakan permulaan pertumbuhan embrio di dalam biji. Perkecambahan ditandai dengan munculnya radikula menembus kulit biji, yang diikuti munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji. Struktur biji
  9. 9. Fase Atau Tahap Pertumbuhan (lanjutan) Urutan proses perkecambahan: 1. masuknya air kedalam biji melalui proses imbibisi. 2. aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme, membongkar cadangan makanan dalam kotiledon 3. hasil pembongkaran berupa sumber energi sebagai bahan penyusun komponen sel dan pertumbuhan embrio. 4. embrio tumbuh dan berkembang.
  10. 10. Fase Atau Tahap Pertumbuhan (lanjutan) Jenis-Jenis Perkecambahan Perkecambahan biji dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu perkecambahan epigeal dan hipogeal. Perkecambahan Epigeal: Perkecambahan epigeal terjadi karena pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah, misalnya perkecambahan pada kacang kedelai (Glycine max) dan kacang buncis (Phaseolus vulgaris).
  11. 11. Fase Atau Tahap Pertumbuhan Perkecambahan Hipogeal: perkecambahan hipogeal terjadi karena pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah. Misalnya perkecambahan pada biji jagung (Zea mays). (lanjutan)
  12. 12. Fase Atau Tahap Pertumbuhan (lanjutan) 1. Pertumbuhan dan Perkembangan organ Tumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan organ tumbuhan terjadi pada bagian meristem, yaitu di ujung akar dan ujung batang. Meristem menyediakan sel-sel baru yang akan tumbuh memanjang dan berdiferensiasi, hal ini memungkinkan akar serta ujung batang menjadi bertambah panjang Pertumbuhan dan Perkembangan Akar Irisan membujur ujung akar muda menunjukkan adanya empat daerah pertumbuhan yang batasnya tidak terlalu jelas, yaitu tudung akar, daerah pembelahan sel (meristem), daerah pemanjangan sel, dan daerah diferensiasi sel (pemasakan). Perhatikan pembagian empat daerah pertumbuhan akar pada Gambar 1.5!
  13. 13. Fase Atau Tahap Pertumbuhan Pertumbuhan dan Perkembangan Batang Pertumbuhan dan perkembangan batang meliputi pemanjangan dan diferensiasi. Pada tumbuhan dikotil, terjadi pertumbuhan sekunder akibat aktivitas sel meristem pada kambium dan pertumbuhan primer akibat aktivitas sel meristem pada ujung batang. Daerah pertumbuhan pada batang terletak di ujung batang dengan pembagian daerah yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya perhatikan struktur penampang membujur ujung batang pada Gambar 1.6! (lanjutan)
  14. 14. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan: 1.Faktor luar (eksternal), merupakan segala kondisi lingkungan di sekitar tumbuhan. Faktor luar dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan, antara lain makanan (nutrisi), air, suhu, kelembapan, oksigen, dan cahaya. 2. Faktor dalam (internal), merupakan faktor-faktor yang berasal dari dalam tumbuhan. Faktor dalam dapat berupa faktor intraseluler (gen) dan faktor interseluler (hormon).
  15. 15. Faktor Eksternal Faktor eksternal yang memengaruhi pertumbuhan adalah a. Makanan (Nutrisi) Makanan merupakan sumber energi dan sumber materi untuk menyintesis berbagai komponen sel. Nutrisi yang dibutuhkan tumbuhan tidak hanya karbon dioksida dan air, tetapi juga elemen-elemen makanan lainnya. Elemen yang diperlukan tumbuhan ada dua macam, yaitu makroelemen dan mikroelemen. 1) Makroelemen, merupakan elemen yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Ada sembilan makroelemen atau unsur utama bahan organik, yaitu karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalsium, kalium, dan magnesium. 2) Mikroelemen, merupakan elemen yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Ada delapan unsur mikroelemen, yaitu zat besi, klor, tembaga, magnesium, seng, molibdenum, boron, dan nikel. Elemen-elemen mikro berfungsi sebagai kofaktor reaksi enzimatik dalam tumbuhan.
  16. 16. Faktor Eksternal (lanjutan) Bila tumbuhan kekurangan sebagian nutrisi disebut defisiensi. Defisiensi mengakibatkan menurunnya kecepatan pertumbuhan dan bila berkelanjutan akan menyebabkan kematian. Misalnya, kekurangan magnesium yang merupakan unsur pembentuk klorofil akan mengakibatkan daun menguning atau klorosis (Gambar 1.7).
  17. 17. Faktor Eksternal (lanjutan) b. Air Air berfungsi, antara lain untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi metabolisme sel, menjaga kelembapan, dan membantu perkecambahan biji. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung sehingga dapat mengakibatkan kematian. c. Suhu Pada umumnya, tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dan berkembang dengan baik yang disebut suhu optimum. Untuk tumbuh-tumbuhan daerah tropis, suhu optimum antara 22 °C sampai 37 °C. Suhu paling rendah yang masih memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu minimum, di daerah tropis suhu minimum adalah 10 °C. Sementara suhu paling tinggi yang masih memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu maksimum.
  18. 18. Faktor Eksternal (lanjutan) d. Kelembapan Pengaruh kelembapan udara bervariasi terhadap berbagai jenis tumbuhan. Tanah dan udara lembap berpengaruh baik bagi tumbuhan. Kondisi lembap menyebabkan banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi tersebut mendukung aktivitas pemanjangan sel-sel. Dengan demikian, sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum sehingga tumbuhan bertambah besar. e. Oksigen Oksigen berfungsi dalam reaksi metabolisme karena oksigen berperan dalam respirasi yang menghasilkan energi. Energi inilah yang digunakan untuk tumbuh dan berkembang. Akibat tidak adanya oksigen dapat memengaruhi pertumbuhan. Misalnya pada saat banjir, akar kekurangan oksigen maka untuk memenuhi kebutuhan energinya tumbuhan melakukan respirasi anaerob, tetapi energi yang dihasilkan tidak sebanding dengan kebutuhannya. Akibatnya tumbuhan akan mati.
  19. 19. Faktor Eksternal (lanjutan) f. Cahaya Cahaya dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai sumber energi. Banyaknya cahaya yang dibutuhkan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Tidak pada semua kondisi, cahaya dapat menghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya menguraikan auksin (suatu hormon pertumbuhan). Tumbuhan yang berada di tempat gelap akan lebih cepat tinggi daripada tumbuhan yang berada di tempat terang. Karena pada tempat terang, hormon auksin menjadi rusak oleh cahaya sehingga pertumbuhan meninggi pun terhambat. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi (Gambar 1.8).
  20. 20. Faktor Eksternal (lanjutan) Di sisi lain, cahaya dapat merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Ada tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek daripada waktu gelapnya). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran lebih panjang daripada waktu gelapnya). Hal tersebut ada hubungannya dengan aktivitas hormon fitokrom dalam tumbuhan (Avila, 1995). Perhatikan Gambar 1.9!
  21. 21. Faktor Internal a. Gen (Substansi Hereditas) Gen merupakan substansi pengatur sifat-sifat yang diturunkan. Gen juga berfungsi untuk mengontrol reaksi kimia di dalam sel, misalnya sintesis protein. Pembentukan protein yang merupakan bagian dasar penyusun tubuh tumbuhan, dikendalikan oleh gen secara langsung. Dengan kata lain, gen dapat mengatur pola pertumbuhan melalui sifat yang diturunkan dan sintesis-sintesis yang dikendalikannya. b. Hormon Hormon berasal dari bahasa Yunani, hormaein yang berarti menggiatkan. Hormon merupakan regulator pertumbuhan yang sangat esensial. Hormon dibuat pada satu bagian tumbuhan, tetapi respons pertumbuhan terjadi di bagian tumbuhan lain, misalnya di akar, batang, atau daun. Hormon tumbuhan yang telah dikenal antara lain auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat, dan kalin.
  22. 22. Faktor Internal (lanjutan) Jenis-Jenis Hormon dan Pengaruhnya pada Tumbuhan dan Pengaruhnya dapat Dilihat pada Tabel Berikut.
  23. 23. Faktor Internal (lanjutan)
  24. 24. Faktor Internal (lanjutan)

 

perpisahan kelas ix