Waspada Penyalahgunaan Napza
Oleh: Dendhi Bagus Andriyanto, S. Farm, Apt
Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan
Dendi, eva yenani
Apa itu Napza? Narkotika, psikotropika, zat/bahan adiktif lainnya. Narkotika dibagi menjadi 3 golongan: Golongan 1, daya adiktif sangan tinggi, dilarang untuk pengobatan, hanya digunakan untuk penelitian. Contoh: ganja, kokain, heroin, shabu (semua ada 65 jenis). Golongan 2, daya adiktif tinggi, berguna untuk pengobatan sebagai pilihan terakhir. Contoh: Morfin, Petidin (semua ada 86 jenis). Golongan 3, daya adiktif ringan, berguna untuk pengobatan. Contoh: kodein.
Jenis psikotropika & golongannya, Psikotropika golongan I: berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan, tidak digunakan dalam terapi. Contoh: MDMA (Ekstasi), LSD & STP. Psikotropika golongan II, berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan, digunakan amat terbatas dalam terapi. Contoh: Ampetamin, Metamfetamin, Ritalin. Psikotropika golongan III, berpotensi sedang menyebabkan ketergantungan, digunakan dalam terapi. Contoh: Pentobarbital. Psikotropika golongan IV: berpotensi ringan tinggi menyebabkan ketergantungan, sangat luas digunakan dalam terapi. Contoh: Diazempam, Klobazam, Barbital dan Nitrazepam.
Zat adiktif adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang merupakan bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang penggunaannya dapat menimbulkan ketagihan dan ketergantungan bagi pemakainya
Zat adiktif lain, yang dimaksud disini adalah bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif di luar yang disebut Narkotika dan Psikotropika, meliputi: minuman beralkohol, inhalansia, tembakau dan kafein.
Penyalahgunaan, penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial.
Ketergantungan, telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah (toleransi), apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat
Klasifikasi NARKOBA berdasarkan efeknya terhadap susunan saraf pusat. Golongan Depresan, membuat pemakainya merasa tenang, pendiam, bahkan tertidur dan tidak sadarkan diri. Termasuk dalam golongan ini opioida (morfin, heroin/putaw, codein), sediatif, hipnotik (obat tidur), franquilizer (anti cemas), alkohol dalam dosis rendah.
Golongan Stimulan, membuat pemakainya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Termasuk dalam golongan ini, kokain, amfetamin ( shabu, ekstasi, kafein).
Golongan Halusinogen, menimbulkan efek halusinansi yang bersifat merubah perasaan dan fikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh perasaan dapat terganggu. Termasuk dalam golongan ini ganja, LSD, jamur dan tanaman kecubung. ( Epi Supiadi, Hotel Puri Khatulistiwa, 10 Oktober 2013).
Faktor Penyalahgunaan Narkoba, Individualkebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri-ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan Narkoba, seperti kurang percaya diri, mudah kecewa, agresif, murung, pemalu, pendiam dan sejenisnya.
Lingkungan, meliputi keluarga dan pergaulan yang kurang baik di sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat, komunikasi yang kurang baik antara orangtua dengan anak,broken home (antara lain: akibat cerai, menikah lagi, terlampau sibuk, kurang peduli, over protective dan sikap mau menang sendiri).
Bagaimana mengenali penyalahguna narkotika? Jalan sempoyongan, bicara pelo, apatis, mengantuk, ditemukan alat bantu penggunaan narkotika, banyak bekas sayatan/suntikan, emosional/ agresif, sering mengurung di kamar, kamar mandi, menghindar bertemua keluarga, kebersihan dan kesehatan tidak terawat.
Bagaimana kondisi akibat penggunaan narkotika? Adaptasi tubuh, dibutuhkan dosis yang semakin meningkat untuk memperoleh efek yang diinginkan. Overdosis, kondisi akibat penggunaan zat sehingga terjadi gangguan kesadaran, pola pikir, persepsi, perasaan dan perilaku. Putus zat/Sakaw: kumpulan gejala yang timbul sebagai akibat berhenti atau mengurangi jumlah zat yang biasa digunakan. Dapat menimbulkan penyakit: gangguan jiwa, TBC, Hepatitis B/C, HIV/AIDS. Sugest/Craving: dorongan yang sangat kuat untuk memakai zat kembali meskipun sudah lama tidak menggunakan.
Penanggulangan masalah napza: Pencegahan, pencegahan dapat dilakukan, misalnya dengan: memberikan informasi & pendidikan yang efektif tentang napza, deteksi dini perubahan perilaku dan menolak tegas untuk mencoba “say no to drugs” atau “katakan tidak pada narkoba”. Pengobatan, terapi pengobatan bagi klien napza misalnya dengan detoksifikasi. Detoksifikasi adalah upaya untuk mengurangi atau menghentikan gejala putus zat.
Upaya penaggulangan oleh masyarakat, pengadaan penyuluhan terus-menerus dari berbagai media seperti media cetak, elektronik, sekolah dan lain-lain kepada generasi muda dan masyarakat luas tentang bahaya narkoba. Melaporkan ke pihak yang berwajib jika mengetahui pengedar/bandar narkoba dan selalu waspada, karena banyak modus-modus pengedar narkoba. Menjaga diri sendiri dan teman terdekat dari hal yang menjurus ke narkoba dengan cara mengikuti kegiatan yang posistif. Membentuk perkumpulan dalam gerakan anti narkoba (say no to drugs), membina rasa kebersamaan dalam keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat.
M.Daffa rasya gusma
BalasHapusKls 8U2
Nama : Mutiara Salsabila
BalasHapusKelas:8u1
Hadir
Nama:Yunii Nur Haida
BalasHapusKelas:8u1
M.luffi dwi andriansyah
BalasHapus8u3
Nama: Keiko syanun ardiansyah
BalasHapusKelas:8u1
HADIROH
Nama:gadis dwi pratiwi
BalasHapusKelas:8u2
Keterangan:hadiroh
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama:M.febrio aksa
BalasHapusKelas;8u4
Hadir
Nama:Riski dava setiawan
BalasHapusKelas:8u3
Hadir
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama: Ghairunnisa Az-Zahra
BalasHapusKelas: 8u1
Hadiroh
Nama:adam malik
BalasHapusKelas :8U4
Hadir
Nama:puspa Shanti Jenar
BalasHapusKelas:8u1
M. Rifki dabara
BalasHapusKelas:8u4
Hadir
M. Rifki dabara
BalasHapusKelas:8u4
Hadir
Nama : rethaamelia
BalasHapusKelas : 8u2
Hadiroh
FATHI SAVA OZORA 8U3
BalasHapusNama:Aisyah ramadhania putri
BalasHapusKelas: 8 Reguler
Hadiroh
Nama : Teguh Pramono
BalasHapusKelas: 8u3
Hadiroh
Nama kheyla dewi mouza
BalasHapusKelas 8u³
Nama:Aqila Ramadhani Istasya
BalasHapusKelas:8u3
Nama:Nia Friska ananda
BalasHapusKelas:8u3
Nama: putri adani Rizkiyadi
BalasHapusKls.: 8u1
Nama: Rianti Maharani
BalasHapusKelas:8u1
Hadiroh
Nama:RAHMAD BAHRI NOVALDI
BalasHapusKelas:8U³
Nama: putri Revalina
HapusKelas: 8u3
Nama:Qori Wulandari
BalasHapusKelas:8u2
Nama : Rahma fadillah
BalasHapusKelas : 8U1
Nama: Fathimah Az-Zahra
BalasHapusKelas: 8u1
Nama : M. RIFKI DABARA
BalasHapusKelas : 8u4
Anis fatimah andra
BalasHapus8u2
Hadiroh
Nama:Jesica maharany
BalasHapusKelas:8u2
Nama: Nadya Alya Putri
BalasHapusKelas:8u1
Nama:Nayla Ariiqah Putri
BalasHapusKelas:8u1
Kehadiran:Hadiroh
Naufal Rosyid kelas 8 Reguler hadir
BalasHapusNama:M.Fajar Triarto
BalasHapusKelas:8U1
Nama : Tri nur jayanti
BalasHapusKelas : 8u1
Nama : Lutfia deya annisa
BalasHapusKelas : 8u1
Nama : Bulan fwi syafarina
BalasHapusKelas : 8u1
Nama : Zhakia Alya Muhbita
BalasHapusKelas : 8u3
Nama: Laren Chersa Rafika gamar
BalasHapusKelas: 8 reguler
Nama: Anggun Jea Lestari
BalasHapusKelas:8Reguler
Nama : Zhakia Alya Muhbita
BalasHapusKelas : 8u3
Nama : rafii ahmad ramadhan
BalasHapusKelas : 8u1
Nama:Nurul Fauziah
BalasHapusKelas:8u2