Materi Enzim
dan Metabolisme
Kelas XII MAM
EVA YENANI
- 1. ENZIM & METABOLISME BIOLOGI KELAS XII SMA
2 PERGURUAN “CIKINI” By: Kurniati Maulany, S.Pd
- 2. 3.2
Menjelaskan proses metabolisme sebagai reaksi enzimatis dalam makhluk
hidup KOMPETENSI DASAR Peserta didik diharapkan dapat: 1. Merinci struktur
enzim 2. Menjelaskan sifat-sifat enzim 3. Menejelaskan cara kerja enzim 4.
Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kerja enzim 5. Menjelaskan cara
pengelompokkan enzim 6. Menjelaskan cara pemberian nama enzim 7.
Menjelaskan tahapan respirasi aerob 8. Menjelaskan 2 contoh respirasi
secara anaerob 9. Merinci proses reaksi terang pada fotosintesis
10.Merinci proses reaksi gelap pada fotosintesis TUJUAN PEMBELAJARAN
- 3. METABOLISME
Definisi Jenis Katabolisme Respirasi Aerob Respirasi Anaerob Anabolisme
Fotosintesis Kemosintesis Enzim Struktur Sifat Cara Kerja Faktor-Faktor
yang mempengaruhi kerja enzim
- 4. METABOLIS
ME Keseluruhan reaksi kimia yang berlangsung di dalam organisme atau
makhluk hidup DEFINISI METABOLISME Disebut juga Karena metabolisme selalu
menggunakan katalisator enzim
- 5. 1.
ANABOLISME • Proses penyusunan senyawa kimia sederhana menjadi senyawa
kompleks • Memerlukan energi à reaksi endergonik • Disebut endoterm : reaksi memerlukan energi panas
• Contoh: • Fotosintesis (memerlukan energi cahaya) • Kemosintesis
(memerlukan energi kimia) 6CO2 + 6H2O à C6H12O6 + 6O2 METABOLIS ME
- 6. 2.
KATABOLISME • Proses pemecahan/ penguraian senyawa kimia kompleks menjadi
senyawa sederhana • Melepaskan energi à reaksi eksergonik • Disebut eksoterm : reaksi membebaskan energi
panas • Contoh: • Respirasi C6H12O6 + 6O2 à 6CO2 + 6H2O + ATP METABOLIS ME
- 7. Apa
yang dimaksud dengan metabolisme? Apa perbedaan antara anabolisme &
katabolisme? METABOLIS ME
- 8. PART 1
- 9. Perhatikan
video berikut!
- 10. Critical
Thinking
- 11. Definisi
Enzim Suatu jenis protein yang berfungsi sebagai katalisator yang dapat
mempercepat suatu reaksi kimia tanpa ikut bereaksi E N Z I MStruktur Sifat
Cara Kerja Faktor-Faktor yang mempengaruhi
- 12. Enzim
(Holoenzim) Apoenzim (Protein) Gugus Prostetik (Non Protein) Kofaktor
(an-organik) Koenzim (organik)Enzim yang strukturnya sempurna Contoh:
Kofaktor: ion-ion logam Koenzim: Vit B, NAD, FAD E N Z I M
- 13. Enzim
adalah suatu protein Enzim merupakan biokatalisator Enzim bekerja secara
spesifik Enzim diperlukan dalam jumlah sedikit Enzim dapat bekerja bolak
balik ENZIM
- 14. Enzim
mengkatalisasi reaksi dengan menurunkan energi aktivasi (Ea) ENZIM Next
- 15. •
Teori gembok & Kunci • Teori ini menyatakan bahwa enzim mempunyai
bentuk tertentu yang hanya sesuai dengan satu jenis substrat saja •
Bekerja secara spesifik Lock & Key Theory (Fischer) ENZIM Next
- 16. •
Teori ketepatan induksi • Teori ini menyatakan bahwa sisi aktif enzim
lebih fleksibel dalam menyesuaikan substratnya • Sisi aktif enzim dapat
berubah menyesuaikan dengan substratnya Induced Fit Theory (Daniel
Koshland) ENZIM
- 17. •
Semakin tinggi suhu akan mempercepat reaksi hingga batas suhu optimum •
Sebaliknya, makin rendah suhu maka reaksinya semakin lambat Suhu ENZIM
Keterangan: Suhu 0oC : Tidak aktif Suhu >60oC : Denaturasi Suhu 37oC :
Bekerja Optimum Next
- 18. •
pH akan mempengaruhi sisi aktif dalam mengikat substrat pH ENZIM
Keterangan: Enzim Ptialin, bekerja pada pH 7 (netral) Enzim Pepsin,
bekerja pada pH 2 – 6 (asam) Enzim Maltase, bekerja pada pH 7 (netral)
Enzim Tripsin, bekerja pada pH 8 (basa) Next
- 19. •
Pengaruhnya terhadap kecepatan reaksi adalah berbanding lurus. • Artinya:
Semankin tinggi konsentrasinya, maka makin cepat reaksinya Konsentrasi
Enzim ENZIM Next
- 20. •
Umumnya berbanding lurus dengan kecepatan reaksi • Dapat memiliki keadaan
konstan apabila enzim sudah mengikat semua substrat Konsentrasi Enzim
& Substrat ENZIM Next
- 21. •
Zat yang dapat memacu kegiatan suatu enzim • Contohnya: ion Cobalt,
Mangan, Nikel, Magnesium, Clorin, dan garam dari logam alkali tanah
Pengaruh Zat Penggiat/ Aktivator ENZIM Next • Zat yang dapat menghambat
kerja enzim • Terdiri dari 2 jenis: • Inhibitor Kompetitif • Inhibitor Non
Kompetitif Pengaruh Zat Penghambat/ Inhibitor
- 22. ENZIM
Zat Penghambat (Inhibitor) Inhibitor kompetitif, merupakan zat yang
menghambat kerja enzim dengan cara bersaing dengan substrat untuk
mendapatkan sisi atif enzim. Contoh: Malonat & Oksalosuksinat
Inhibitor non kompetitif, merupakan zat yang menghambat reaksi enzimatik
dengan cara berikatan dengan bagian selain sisi atif enzim. Ikatan ini
menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai
lagi dengan substratnya. Contoh: Antibiotik Penisillin yang menghambat
kerja enzim penyusun dinding sel bakteri
- 23. No
Golongan Enzim Fungsi atau sifat 1 Oksidoreduktase Mengkatalisis reaksi
dimana salah satu substrat mengalami oksidasi (donor hidrogen) dan
substrat lain mengalami reduksi (penerima hidrogen). a. Dehidrogenase
Mengubah ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap. b. Oksidase Melakukan
oksidasi (menerima oksigen atau melepas elektron). c. Hidroksilase
Menggabungkan gugus hidroksil 2 Transferase Mengkatalisis perpindahan 1
gugus karbon (misalnya metil), gugus aldehid, keton, gugus fosforil, atau
gugus amino dari satu substrat ke substrat yang lain. 3 Hidrolase
Mengkatalisis hidrolisis (penambahan air) untuk memecah ikatan kovalen
C-O, C-N, C-C, P-O, dan ikatan tunggal lainnya. a. Peptidase Memecah
ikatan peptida pada protein. b. Esterase Memecah ikatan ester. c.
Glikosidase Memecah ikatan glikosida pada polisakarida. d. Fosfatase
Memecah ikatan fosfat. 4 Liase Mengkatalisis penambahan gugus pada ikatan
rangkap atau pembentukan ikatan rangkap dengan menghilangkan gugus C=C,
C=O, atau C=N. Misalnya: dekarboksilase, aldolase, dan dehidratase. 5
Ligase Mengkatalisis reaksi penggabungan antara satu molekul dengan
molekul lain melibatkan hidrolisis dari ATP. Misalnya: RNA ligase dan DNA
ligase. 6 Isomerase Mengkatalisis perpindahan suatu gugus ke tempat lain
dalam satu molekul. Misalnya: racemase, fosfoglukoisomerase, mutase, dan
oksidoreduktase. Nama suatu enzim biasanya dengan menggunakan akhiran ase.
Akhiran ase ditambahkan pada nama substrat yang diubah oleh enzim
tersebut.
- 24. PART
2 KATABOLISME (RESPIRASI ANAEROB)
- 25. Definisi
Respirasi Anaerob § Proses penguraian untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen § Disebut
juga fermentasi § Asam piruvat yang dihasilan dari proses glikolisis mendapati kondisi
kekurangan oksigen, maka asam piruvat akan masuk ke jalur anaerobic § Hanya
menghasilkan 2 ATP § Reaksi: § C6H12O6 à CO2 + energi + alkohol § C6H12O6 à energi + asam laktat R E S P I R A S I A N A E R O B
- 26. Definisi
Respirasi Anaerob (Lanjutan) § Pelaku yang menggunakan respirasi anaerob § Jaringan
yang kekurangan oksigen § Akar tumbuhan yang terendam air § Biji-biji berkulit tebal yang sulit ditembus oleh oksigen § Sel ragi
(jamur) & bakteri anaerobik R E S P I R A S I A N A E R O B
- 27. Macam
Respirasi Anaerob 1. Fermentasi Alkohol Pada makanan dengan bantuan ragi
Saccharomyces cereviceae R E S P I R A S I A N A E R O B
- 28. Macam
Respirasi Anaerob R E S P I R A S I A N A E R O B 2. Fermentasi Asam
Laktat
- 29. Macam
Respirasi Anaerob 2. Fermentasi Asam Laktat R E S P I R A S I A N A E R O
B
- 30. PART
3 KATABOLISME (RESPIRASI AEROB)
- 31. Definisi
Respirasi Aerob § Proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi
(makanan) melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen § Bersifat
eksergonik, artinya melepaskan energi § Reaksi: C6H12O6 + 6O2 à 6CO2 + 6H2O + 36 ATP § Pelaku: § Manusia, hewan, tumbuha, sebagian monera, Protista, dan jamur R E S P
I R A S I A E R O B
- 32. R
E S P I R A S I A E R O B
- 33. R
E S P I R A S I A E R O B
- 34. RESPIRASI
AEROB
- 35. R
E S P I R A S I A E R O B
- 36. RESPIRASI
AEROB
- 37. PART
4 ANABOLISME (FOTOSINTESIS)
- 38. Definisi
Anabolisme § Anabolisme merupakan rangkaian reaksi penyusunan suatu zat organik
dari senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks § Bersifat
endergonik à memerlukan energi § Dibedakan menjadi 2, yaitu: § Asimilasi: penyusunan zat anorganik à organik Contoh: Fotosintesis & Kemosintesis §
Polimerisasi: penyusunan zat organik sederhana à kompleks
A N A B O L I S M E
- 39. Definisi
Fotosintesis § Merupakan proses anabolisme yaitu penyusunan CO2 & H2O menjadi
karbohidrat oleh klorofil dengan bantuan energi matahari § Sinar
yang paling efektif untuk fotosintesis: § Sinar merah : bergelombang panjang (lebih dari 680) § Sinar
violet & biru : bergelombang pendek (440 – 480) § Terjadi
di kloroplas § Reaksi Kimia: 6CO2 + 6H2O à C6H12O6 + 6O2 F O T O S I N T E S I S
- 40. Definisi
Fotosintesis § Terdiri dari 2 tahap: § Reaksi terang § Membutuhkan cahaya § Terjadi di tilakoid/ grana § Reaksi gelap § Tidak membutuhkan cahaya § Terjadi di stroma F O T O S I N T E S I S
- 41. Reaksi
Terang § Terdapat 3 reaksi: § Sensibilitas : masuknya cahaya § Fotofosforilasi : sintesis ATP § Fotolisis air : H2O à 2H+ + ½O+ + 2e- § Hasil dari reaksi terang: § O2 : dibebaskan § ATP : digunakan untuk reaksi gelap § NADPH2 : digunakan untuk reaksi gelap § Terdapat 2 jenis siklus § Siklus Siklik : menghasilkan ATP dan hanya melewati Fotosistem I § Siklus
Non-Siklik : menghasilkan O2, ATP, dan NADPH2 dan melewati Fotosistem I
dan II F O T O S I N T E S I S
- 42. ❶ Cahaya matahari akan ditangkap oleh klorofil
dalam fotosistem II sehingga elektron di pusat fotosistem naik ke tingkat
energi yang lebih tinggi dan ditangkap oleh akseptor primer. Elektron
tersebut akan mengalir turun untuk menuju tingkat energi awalnya namun
melewati beberapa molekul sebagai akseptornya (penerima elektron). ❷ Elektron yang telah naik menyebabkan pusat
fotosistem II kekurangan elektron, untuk mengisi kekosongan tersebut suatu
enzim akan memecah H2O à 2H+ + ½ O2 + 2e- . Hasil fotolisis air berupa elektron akan
didonorkan pada pusat fotosistem II dan O2 akan dilepaskan secara bebas
oleh tumbuhan. ❸❹ Elektron
dari fotosistem II yang naik dan ditangkap akseptor primer tadi akan
dialirkan menuju sederetan protein melalui rantai transfer elektron yang
meliputi Pq (plastoquinon), kompleks sitokrom, dan Pc (plastosianin) yang
akan mengantarkan elektron tersebut kembali ke tingkat energi semula.
Ketika ditangkap oleh protein-protein tersebut, elektron akan melepaskan
sebagian energinya sehingga dapat digunakan untuk membentuk ATP.
- 43. ❺ Disamping itu, elektron pada fotosistem I juga
telah tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi karena menangkap
energi cahaya matahari. Elektron dari fotosistem II akan turun dari
kompleks protein (rantai transfer elektron) dan mengisi kekosongan yang
terjadi di fotosistem I. ❻ Sedangkan elektron dari fotosistem I yang naik akan ditangkap oleh
akseptor primer kemudian diteruskan menuju Fd (ferredoksin), yang menjadi
perantara sebelum elektron tersebut menuju enzim NADP+ reduktase. Enzim
tersebut akan menggunakan elektron untuk reaksi reduksi membentuk NADPH2.
- 44. Reaksi
Gelap/ Siklus Calvin Benson § Terdapat 3 reaksi: § Fiksasi/ Pengikatan CO2 § Reduksi § Regenerasi/ Pembentukan kembali RuBP § Hasil dari reaksi terang: § Glukosa F O T O S I N T E S I S
- 45. FINISH
Nama:Yunii Nur Haida
BalasHapusKelas:8u1