Melalui ruang belajar online ini, kita akan bersama-sama mempelajari salah satu konsep Abstrak dalam IPA, yaitu mengenai susunan atom suatu zat pada ketiga fase (wujud), yaitu padat, cair dan gas. Mengingat sulitnya mempelajari konsep tersebut menggunakan benda nyata, maka kita akan mengkajinya menggunakan perangkat lunak
Senin, 15 Februari 2021
Materi IPA
Kelas 8
Bab 11,
Cahaya dan Alat Optik
1. Sifat – sifat Cahaya
Sifat – sifat cahaya ada 4 yaitu merambat lurus, dapat dipantulkan, dapat
dibiaskan dan merupakan gelombang elektromagnetik. Cahaya merambat lurus
contohnya lilin atau lampu yang dinyalakan dalam ruangan gelap akan menerangi
ruangan tersebut.
Pemantulan terjadi jika cahaya menumbuk suatu permukaan bidang, pemantulan
berupa pemantulan baur dan pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi jika
cahaya dipantulkan oleh bidang tidak rata seperti aspal, tembok, batang kayu
dan sebagainya.
Pemantulan teratur terjadi jika cahaya dipantulkan oleh bidang rata seperti
cermin datar atau permukaan air danau yang tenang. Pada pemantulan baur dan
pemantulan teratur, sudut pemantulan cahaya besarnya selalu sama dengan sudut
datangnya cahaya.
Hukum Pemantulan Cahaya
1).
Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang
datar .
2). Besar sudut datang sama dengan besar sudut pantul ()
Gelombang cahaya terbentuk karena adanya perubahan medan magnet dan medan
listrik secara periodik sehingga merupakan gelombang elektromagnetik. Gelombang
cahaya matahari memancar ke segala arah sampai ke bumi meskipun melalui ruang
hampa. Ini berarti cahaya dapat merambat melalui ruang kosong tanpa adanya
materi.
Berdasar frekuensinya, gelombang elektromagnetik
ada banyak jenis yang disebut spektrum elektromagnetik. Berikut jenis – jenis
spektrum elektromagnetik :
s = jarak benda terhadap cermin
s’ = jarak bayangan terhadap cermin
Cara
melukis pembentukan bayangan pada cermin datar :
1).
Lukis sinar benda menuju cermin dan dipantulkan ke mata sesuai hukum pemantulan
cahaya yaitu ()
2). Lukis sinar kedua seperti langkah pertama
3). Lukis perpanjangan sinar – sinar pantul dibelakang cermin hingga
berpotongan. Perpotongan sinar – sinar pantul merupakan bayangan benda
4). Jarak benda terhadap cermin sama dengan jarak bayangan terhadap
cermin
Bayangan pada cermin datar bersifat maya. Titik bayangan dihasilkan dari
perpotongan sinar – sinar pantul yang digambarkan oleh garis putus – putus.
Cahaya dapat dipantulkan pada cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung.
Cahaya akan dibiaskan pada lensa cekung dan lensa cembung.
Cermin lengkung adalah cermin yang permukaannya melengkung. Cermin lengkung
ada 2 yaitu cermin cekung dan cembung. Berikut penampang melintang cermin
lengkung :
Unsur – unsur cermin lengkung yaitu :
1). Pusat kelengkungan
cermin : titik di pusat bola yang diiris menjadi cermin, disimbolkan dengan M
2). Vertex : titik di permukaan cermin yang sumbu utamanya
bertemu dengan cermin, disimbolkan dengan O
3). Titik api (titik
fokus) : titik bertemunya sinar – sinar pantul yang sejajar dengan sumbu utama
(terletak antara vertex dan titik pusat), disimbolkan dengan F
4). Jari – jari
kelengkungan cermin : jarak antara vertex (O) ke pusat kelengkungan cermin (M),
disimbolkan dengan R
5). Jarak fokus : jarak
dari vortex ke titik api, disimbolkan dengan f.
Pembentukan bayangan pada cermin dan lensa menggunakan sinar –
sinar istimewa. Sinar – sinar istimewa pada cermin cekung :
No.
Sinar – sinar
istimewa
Diagram sinar
1.
Sinar datang sejajar
sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus
2.
Sinar datang melalui
titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama
3.
Sinar datang melalui
titik pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan melalui titik pusat
kelengkungan cermin
Cara
melukis sinar istimewa cermin cekung
1). Pilih titik pada ujung atas benda dan lukis dua sinar datang
melalui titik tersebut menuju cermin
2). Setelah sinar – sinar datang mengenai cermin, pantulkan
kedua sinar sesuai aturan sinar istimewa cermin cekung
3). Tandai titik potong sinar pantul sebagai tempat bayangan
benda
4). Lukis perpotongan sinar – sinar pantul tersebut
Berikut
contoh melukis bayangan cermin cekung
1). Benda berada pada jarak lebih dari R :
Bayangan yang terbentuk :
nyata, terbalik dan diperkecil
2). Benda di titik fokus (F) :
Bayangan yang terbentuk : tidak
terbentuk bayangan atau bayangan terletak di jauh tak hingga
3). Benda diantara cermin dan F :
Bayangan yang terbentuk : maya,
tegak dan diperbesar
Pembagian
ruang menurut Dalil Esbach :
Menurut Dalil Esbach, jumlah ruang benda dengan ruang bayangan =
5 (Rbenda + Rbayangan = 5)
Persamaan
cermin cekung :
dengan :
f = jarak fokus (cm)
s = jarak benda ke cermin (cm)
s’ = jarak banyangan (layar) ke cermin (cm)
Perbesaran
cermin cekung :
dengan :
M = perbesaran
s = jarak benda ke cermin
h = tinggi benda
s’ = jarak bayangan (layar) ke cermin
h’ = tinggi bayangan
h’ positif menyatakan bayangan adalah tegak (dan maya)
h’ negatif menyatakan bayangan adalah terbalik (dan nyata)
Bayangan pada cermin cembung bersifat maya, tegak dan
diperkecil. Berikut sinar – sinar istimewa pada cermin cembung :
Cara
melukis bayangan pada cermin cembung :
1). Pilih titik pada ujung atas benda dan lukis dua sinar datang
melalui titik tersebut menuju cermin
2). Setelah sinar – sinar datang mengenai cermin, pantulkan
kedua sinar sesuai aturan sinar istimewa pada cermin cembung
3). Tandai titik potong sinar – sinar pantul atau perpanjangan
sinar – sinar pantul sebagai tempat bayangan benda
Persamaan cermin cembung sama
dengan cermin cekung, namun titik fokus (F) dan pusat kelengkungan (M) terletak
dibelakang, sehingga jarak folus (f) dan jari – jari (R) bernilai
negatif.
3. Lensa
Lensa adalah benda
bening yang memiliki permukaan berbentuk cekung atau cembung, berfungsi
membiaskan cahaya. Jika dipegang, lensa cembung bagian tengahnya lebih tebal
daripada bagian tepi. Lensa cekung bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian
tepi. Berikut contoh lensa cembung dan lensa cekung :
Sinar
datang sejajar sumbu utama lensa akan dibiaskan menuju titik fokus aktif (F1) dibelakang lensa
2
Sinar
datang melalui titik fokus pasif (F2)
didepan lensa akan dibiaskan sejajar sumbu utama
3
Sinar
datang melalui pusat optik lensa (O) akan diteruskan tanpa dibiaskan
Kaca pembesar (lup)
bagian utamanya lensa cembung yang berfungsi memperbesar bayangan benda yang
akan diteliti. Sifat bayangan pada lensa cekung dan cembung tergantung
pada posisi benda.
Sinar –
sinar istimewa pada lensa cembung :
Sinar
– sinar istimewa pada lensa cekung :
Pada lensa cekung, benda yang
terletak didepan lensa akan selalu menghasilkan bayangan maya, tegak,
diperkecil dan terletak didepan lensa. Perbesaran pada lensa :
Pada lensa cembung, titik
fokus (F) bernilai positif (sama seperti cermin cekung); pada lensa cekung,
titik fokus bernilai negatif (sama seperti cermin cembung).
Kuat lensa (D) adalah kemampuan lensa dalam mengumpulkan atau
menyebarkan sinar, satuannya dioptri, dinyatakan sebagai :
Dengan syarat f harus
dinyatakan dalam m, jika f dinyatakan dalam cm maka rumusnya :
4. Indra Penglihatan Manusia dan Hewan
Mata adalah organ penglihatan pada
manusia dan hewan, berbentuk bulat, memiliki bagian – bagian yang memiliki
fungsi berbeda. Mata manusia dilindungi oleh 3 lapisan yaitu lapisan sklera
yang membentuk kornea, lapisan koroid yang membentuk iris dan lapisan ketiga
(retina). Berikut bagian – bagian mata manusia :
Mata berbentuk seperti
bola, berdiameter 2,5 cm. Sklera membentuk putih mata, bersambung dengan bagian
depan bening (kornea). Kornea bersifat kuat, tembus cahaya, berfungsi
melindungi bagian sensitif dibelakangnya dan memfokuskan bayangan pada
retina.
Pupil adalah bagian berwarna hiam yang merupakan jalan masuknya
cahaya ke mata. Pupil dikelilingi iris : bagian berwarna pada mata yang
letaknya dibelakang kornea. Besar kecilnya pupil dan iris tergantung cahaya
yang masuk ke mata.
Lensa mata berbentuk bikonvex (cembung depan – belakang),
bersifat fleksibel, otot siliar yang ada di mata akan membantu mengubah
kecembungan mata. Berikut contoh kecembungan lensa mata :
Ketika melihat benda berjarak
jauh, otot siliaris berelaksasi, menyebabkan lensa mata lebih datar (tak
berakomodasi). Ketika melihat benda berjarak dekat, otot siliaris berkontraksi,
menyebabkan lensa menjadi cembung (akomodasi maksimum).
Retina : sel yang sensitif terhadap cahaya matahari atau saraf
penerima rangsang (fotoreseptor) pada bagian belakang mata. Sel fotoreseptor
ada 2 yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang akan menunjukkan responnya
ketika di tempat redup, mampu menerima rangsang sinar tidak berwarna, jumlah
selnya sekitar 125 juta.
Sel kerucut memungkinkan kita melihat warna, tapi membutuhkan
cahaya yang lebih terang dari sel batang, jumlah selnya sekitar 6,5 – 7 juta.
Berikut struktur sel batang dan sel kerucut :
Mekanisme cahaya masuk ke mata
manusia : cahaya masuk melalui kornea → merambat melalui pupil → masuk ke
lensa mata (bayangan difokuskan) → bayangan terbentuk pada retina → sel khusus
di retina mengubah bayangan menjadi impuls → impuls menuju otak dan
diterjemahkan sebagai obajek atau benda yang kita lihat.
Gangguan pada lensa mata dapat menyebabkan seseorang menderita
hipermetropi, miopi, buta warna, presbiopi dan astigmatisma.
Hipermetropi adalah kelainan yang menyebabkan seseorang tidak
dapat melihat dengan jelas benda yang jaraknya dekat (± 30 cm). Karena bayangan
yang terbentuk jatuh di belakang retina. Penderita dibantu dengan lensa
cembung. Berikut perubahan fokus sinar pada hipermetropi :
Kekuatan
lensa kacamata yang diperlukan yaitu :
dengan :
PH = kekuatan lensa kacamata hipermetropi (D)
s = jarak benda didepan kacamata (Cm)
PP (punctum proximum) = titik dekat mata (Cm)
Miopi adalah kelainan yang menyebabkan seseorang tidak dapat
melihat dengan jelas benda yang jaraknya jauh (tak hingga). Karena bayangan
yang terbentuk jatuh didepan retina. Penderita dibantu dengan lensa cekung.
Berikut perubahan fokus sinar pada miopi :
Kekuatan lensa kacamata
yang diperlukan :
dengan : PM = daya lensa untuk miopi (D)
PR (Punctum Remotum) = titik jatuh mata (Cm)
Buta warna adalah kelainan yang disebabkan
ketidakmampuan sel – sel kerucut mata untuk menangkap suatu warna tertentu,
bersifat menurun, ada 2 jenis yaitu buta warna total dan sebagian. Buta warna
total hanya mampu melihat warna hitam dan putih, buta warna sebagian tidak mampu
melihat warna tertentu misalnya merah, biru atau hijau saja.
Untuk menguji buta warna (uji ushihara) digunakan huruf tokek
seperti berikut :
Penderita presbiopi tidak dapat melihat benda berjarak jauh dan
berjarak dekat, karena kurangnya daya akomodasi mata. Penderita dibantu dengan
lensa rangkap (kacamata bifokal) yaitu kaca mata cekung dan cembung.
Astigmatisma (silinder) adalah gangguan pada mata karena
penyimpangan dalam pembentukan bayangan pada lensa, disebabkan cacat lensa yang
tidak dapat memberi gambaran atau bayangan garis vertikal dengan horizontal
secara bersamaan sehingga penglihatannya kabur. Penderita dibantu menggunakan
kacamata silindris.
Mata serangga disebut mata majemuk (faset) yang terdiri atas
beberapa omatidia (tunggal : omatidium). Omatidia berfungsi sebagai reseptor
penglihatan yang terpisah.
Setiap omatidium terdiri atas 5 bagian yaitu :
1). Lensa : permukaan depannya merupakan satu faset mata majemuk
2). Kerucut kristalin : dapat menembus cahaya
3). Sel – sel penglihatan : peka terhadap cahaya
4). Sel – sel yang mengandung pigmen : pemisah antar
omatidia
Setiap omatidium menangkap informasi penglihatan dari satu objek
yang dilihat serangga dari arah yang berbeda – beda. Gabungan semua informasi
omatidium merupakan bayangan mozaik yang menyusun pandangan serangga. Berikut
struktur mata lalat :
Contohnya, lalat terdiri atas
mata yang ditata dalam segi enam (omatidium), setiap oamtidium diarahkan
keatas, bawah, depan, belakang dan samping sehingga bisa melihat ke semua arah;
terdapat 8 neuron (reseptor cahaya) sehingga totalnya 48.000 sel indra
penglihatan. Dengan demikian, lalat dapat memproses 100 gambar per detik.
5. Alat Optik dalam Kehidupan Sehari – hari
Pembentukan bayangan pada mata manusia merupakan bentuk
pemanfaatan alat optik dalam kehidupan sehari – hari. Contoh alat optik dalam
kehidupan sehari – hari yaitu kamera, lup, mikroskop, teropong dan
teleskop.
Kamera : alat untuk mengambil gambar atau foto suatu objek;
memiliki diafragma dan pengatur (shutter) untuk mengatur jumlah cahaya yang
masuk ke lensa; kemudian memfokuskan bayangan benda pada film foto; bayangannya
nyata, terbalik dan diperkecil; ukuran bayangan tergantung pada panjang fokus
lensa dan jarak lensa pada film.
Berikut bagian – bagian kamera analog :
Kaca pembesar (lup) : alat
untuk melihat objek yang kecil agar terlihat lebih besar dan jelas. Besar objek
yang kita lihat, tergantung pada ukuran bayangan objek pada retina, ukuran
bayangan tergantung pada sudut mata yang berhadapan dengan objek. Agar mata
tidak mudah lelah ketika menggunakan lup, letakkan objek pada titik fokus
lup.
Berikut contoh pengamatan menggunakan lup :
Keterangan gambar : (a) :
pengamatan menggunakan lup dengan mata berakomodasi maksimum, (b) : pengamatan
menggunakan lup dengan mata tak berakomodasi
Mikroskop : alat untuk melihat benda atau makhluk hidup yang
bersifat mikroskopik. Mikroskop mempunyai 2 lensa cembung yaitu 1). Lensa
okuler adalah lensa yang dekat dengan mata 2). Lensa objektif adalah lensa yang
dekat dengan objek.
Berikut
bagian – bagian mikroskop cahaya :
Benda yang diamati ditempatkan
pada kaca objek dan disinari bawah. Cahaya melalui lensa objektif membentuk
bayangan nyata dan diperbesar, kemudian diperbesar lagi oleh lensa okuler
membentuk bayangan maya dan diperbesar. Berikut pembentukan bayangan pada
mikroskop :
Teleskop : alat
optik yang dapat melihat benda jarak jauh menjadi dekat; ada 2 jenis yaitu
teleskop bias dan pantul. Teleskop bias sederhana adalah kombinasi antara 2
lensa cembung yang terletak pada bagian pipa. Lensa yang besar adalah objektif,
lensa yang kecil adalah okuler. Lensa objektif membentuk bayangan dan
diperbesar lagi dengan lensa okuler.
Lensa objektifnya berdiameter lebih besar daripada diameter
mata, berarti banyak cahaya yang dipantulkan oleh objek masuk ke lensa kemudian
ke mata, sehingga bayangan yang terbentuk sangat jelas dan detail. Berikut
contoh teleskop bias :
Teleskop pantul : mempunyai
cermin cekung pada lensa objektifnya, cahaya yang dipantulkan objek jauh masuk
salah satu ujung tabung dan ditangkap oleh cermin lain pada ujung yang lain.
Cahaya dipantulkan dari cermin cekung ke cermin datar dalam tabung, kemudian
memantulkan cahaya ke lensa okuler yang berfungsi memperbesar gambar.
Berikut
contoh teleskop pantul :
Demikian ringkasan materi bab
Cahaya dan Alat Optik semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat