Sistem gerak pada manusia atau yang
dalam bahasa medis disebut juga sebagai sistem muskuloskeletal,
terdiri dari tulang, otot, sendi, serta organ-organ lain seperti ligamen dan
tulang rawan. Organ-organ yang termasuk ke dalam sistem ini,
akan bekerja sama untuk melakukan berbagai fungsinya dengan baik.
Seluk-Beluk Sistem Gerak Pada Manusia
– Gramedia Literasi – Bergerak sebagai salah satu ciri mahluk hidup.Sistem
gerak pada manusia atau yang dalam bahasa medis disebut juga sebagai sistem
muskuloskeletal, terdiri dari tulang, otot, sendi, serta organ-organ lain
seperti ligamen dan tulang rawan.
Organ-organ yang termasuk ke dalam
sistem ini, akan bekerja sama untuk melakukan berbagai fungsinya dengan baik.
Sementara itu, untuk mendukung berat yang dipikul oleh tubuh, tulang akan
bekerjasama dengan otot. Berikut ini bagian-bagian yang berperan dalam sistem
gerak manusia. Apa sajakah itu? Check these out!
Sistem gerak merupakan kesatuan di
tubuh manusia yang membuat manusia biasa bergerak seperti yang dikehendaki.
Sistem gerak manusia terdiri dari
1. tulang,
2. persendian
3. otot
Kerangka tubuh
manusia terletak di dalam tubuh ditutupi oleh kulit dan daging sehingga disebut
rangka dalam.Rangka berfungsi untuk menunjang tubuh dan memberi bentuk tubuh,
sebagai tempat melekatnya otot-otot rangka. Rangka juga mempunyai fungsi
sebagai alat gerak pasif dan pelindung bagian tubuh yang
lunak.
Rongga tulang pada rangka manusia
yang bersumsum merah adalah pusat penghasil sel-sel darah. Rangka manusia
terdiri dari ± 206 ruas tulang yang memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi.
Tulang-tulang penyusun rangka
dikelompokkan menjadi:
1. tulang tengkorak,
2. tulang pembentuk tubuh,
3. tulang anggota gerak.
Anggota gerak dikelompokkan menjadi
anggota
1. gerak atas,
2. anggota gerak bawah.
Tulang anggota gerak atas terdiri
dari
1. lengan,
2. tulang hasta,
3. tulang pengumpil,
4. tulang pergelangan tangan,
5. tulang telapak tangan
6. tulang jari tangan.
Tulang anggota gerak bawah terdiri
dari
1. tulang paha,
2. tulang kering,
3. tulang betis,
4. tulang pergelangan kaki,
5. tulang telapak kaki
6. tulang jari kaki.
Susunan dan bentuk tulang anggota
gerak atas sesuai dengan fungsi lengan, misalnya untuk
1. mengangkat,
2. melempar,
3. memukul,
4. memegang,
5. menggenggam,
6. memungut,
7. menjumput.
Tulang Anggota gerak bawah mempunyai
bentuk dan susunan tulang anggota gerak bawah lebih disesuaikan untuk
1. berjalan,
2. berlari,
3. menahan beban tubuh.
Tulang mempunyai fungsi utama sebagai
alat gerak pasif artinya tulang hanya dapat bekerja/bergerak apabila ada
bantuan dari otot.
Tulang atau rangka
pada manusia tergolong ke dalam alat gerak pasif dikarenakan tulang hanya akan
dapat bergerak jika ada aktifitas yang terjadi pada otot. tulang sendiri
terbentuk oleh kandungan kalsium yang berbentuk garam yang merekat erat dengan
bantuan kalogen. Di dalam masa perkembangannya, bentuk tulang bisa berubah atau
mengalami kelainan jika ada gangguan yang dibawa sejak lahir seperti adanya
1. infeksi penyakit,
2. faktor nutrisi dan
gizi,
3. posisi tubuh yang
salah.
Tulang yang satu
dengan yang lain biasanya terhubung oleh sendi-sendi. Materi mengenai
persendian akan kita bahas sesudah pembahasan mengenai tulang berikut ini:
Selain berperan dalam pergerakan, tulang juga berfungsi untuk hal lain di
tubuh, yaitu:
· Sebagai fondasi
tubuh
· Melindungi
organ-organ vital di dalam tubuh
· Menyimpan kalsium
· Memproduksi sel
darah
· Secara alami,
tulang akan memperbarui dirinya setiap 10 tahun sekali.
· Setiap tahunnya,
sekitar 20% dari total tulang di tubuh berganti dengan yang baru
Kerangka pada
manusia bisa dibagi ke dalam 3 kelompok yakni : Bagian tengkorak, Bagian badan,
serta Bagian anggota gerak:
· Bagian Tengkorak:
Bagian tengkorak pada sistem gerak manusia tersusun atas tulang-tulang pipih
yang menjadi tempat terjadinya proses pembentukan sel-sel darah merah dan
putih. Bagian tengkorak pada manusia terdiri dari: Masing-masing tulang
tersebut berjumlah 2 buah kecuali tulang lidah, tulang tengkorak, dan tulang
dahi (1 buah)
· Bagian Badan:
Bagian rangka badan pada manusia dipisahkan ke dalam 5 kelompok yakni Ruas-ruas
tulang belakang, Tulang rusuk, Tulang dada, Gelang bahu, dan Gelang panggul.
· Bagian Anggota
gerak Bagian ini juga terbagi lagi ke dalam 2 bagian yakni sebagai berikut :
Anggota gerak atas Anggota gerak ini terdapat pada tangan kanan dan tangan kiri
Anggota Gerak Bawah Untuk anggota gerak bawah tentunya merupakan rangka
penyusun kaki kanan dan kiri
Berdasarkan kepada
jenisnya, tulang yang terdapat di dalam tubuh manusia dibedakan menjadi 2
jenis, yaitu:
1. Tulang Rawan
Tulang rawan adalah
tulang yang disusun oleh sel-sel tulang rawan
Tulang ini sifatnya
lentur karena terdapat ruang pada aantar sel tulang rawan. Tulang ini
mengandung zat kapur dan zat perekat. Diantara contoh tulang rawan yaitu ujung
tulang rusuk, hidung, telinga, trakea, laring, bronkus, dan di antara ruas-ruas
tulang belakang.
2. Tulang Keras
Seperti namanya,
tulang keras mempunyai tekstur yang lebih padat dan bersifat keras daripada
tulang rawan. Jenis tulang ini disusun oleh osteoblas (sel pembentuk tulang).
Terdapat banyak zat kapur diantara sel tulang keras dengan sedikit zat perekat.
itulah yang membuat jenis tulang ini menjadi keras. Di dalam tulang keras kita
bisa menjumpai saluran havers. di dalam saluran havers ini terdapat
pembuluh-pembuluh darah. Diantara contoh tulang keras yaitu : tulang kering,
tulang lengan, dan tulang selangka.
Otot
Otot bergerak
secara kontraksi dan relaksasi. Ketika otot berkontraksi, maka ukurannya akan
memendek, mengeras, dan akan membentuk sebuah gelembung pada bagian tengahnya.
Dengan adanya kontraksi pada otot, maka tulang akan tertarik. Untuk mengembalikan
tulang tersebut pada posisi awal, maka dibutuhkan relaksasi. Artinya, harus ada
otot lain yang berkontraksi supaya dapat menarik tulang itu agar kembali ke
posisi awal. Jadi, untuk dapat menggerakkan tulang dibutuhkan kerja sama dari
dua macam otot dengan cara kerja yang berbeda.
Dari tiga jenis
otot di tubuh, ada dua jenis otot yang masuk ke dalam sistem gerak pada
manusia, yaitu:
· Otot Skeletal :
Terdiri dari serat-serat elastis yang memungkinkan tubuh untuk bergerak dengan
bebas. Otot ini melekat pada tulang dan sekitar sendi. Pergerakan otot skeletal
diatur oleh otak. Selanjutnya, otot ini bergerak secara sadar sesuai keinginan.
Contoh otot skeletal adalah otot betis, otot paha, otot perut, dan lengan.
· Otot Halus: Berbeda
dari otot skeletal yang pergerakannya dilakukan secara sadar, pergerakan otot
halus terjadi secara otomatis, tanpa keingingan. Sebenarnya, pergerakan otot
halus pergerakannya diatur oleh otak. Namun, pergerakannya dilakukan berdasarkan
kebutuhan, bukan keinginan. Contoh otot halus adalah otot-otot pada pencernaan
dan otot nadi.
Otot adalah
jaringan di dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai alat gerak aktif untuk
membantu tulang supaya dapat bergerak. Tanpa otot, tubuh manusia tidak akan
dapat bergerak karena otot lah yang dapat membuat tulang bergerak. Berdasarkan
jenisnya, otot dibedakan menjadi 3, yaitu :
· Otot Polos adalah
jaringan yang terbentuk oleh sel-sel otot yang bentuknya seperti gelondong yang
bagian ujungnya cenderung meruncing.
· Otot Jantung adalah
otot yang terletak pada dinding jantung.
· Otot Lurik biasa
disebut juga sebagai otot rangka, karena otot ini biasanya melekat pada rangka.
Disebut lurik karena jika dilihat memakai mikroskop, akan tampak terlihat garis
gelap terang pada serabut otot ini.
Sendi
Pada dasarnya,
sendi adalah sebutan untuk pertemuan antara dua buah tulang. Sendi rahang,
misalnya, adalah pertemuan antara tulang rahang atas dan tulang rahang bawah.
Sendi manusia umumnya bekerja seperti engsel, yang memungkinkan pergerakan
antara kedua tulang tersebut. Karena itulah sendi masuk ke dalam sistem gerak
pada manusia. Jenis sendi diantaranya Sendi Mati (Sinartrosis) Sendi yang tidak
memiliki celah sendi sehingga tidak mungkin terjadi pergerakan pada sendi
tersebut. Contoh dari sendi mati ialah sendi-sendi yang menghubungkan antar
tulang pada bagian tengkorak.
Sendi Kaku
(Amfiartrosis) Sendi yang bisa digerakkan namun terbatas. contohnya adalah
sendi pada ruas tulang belakang, sendi pada pergelangan tangan, serta sendi
pada tulang dada. Sendi Gerak (Diartrosis) Sendi yang bisa digerakkan secara
bebas. Sendi engsel Seperti engsel pada pintu, sendi ini memungkinkan
pergerakan tulang pada satu arah. contoh sendi engsel yaitu sendi pada lutut
dan siku. Sendi Pelana Pada sendi pelana, salah satu tulang bisa digerakkan
menuju dua arah. contohnya yaitu sendi yang menghubungkan ruas jari dengan
telapak tangan. Sendi Geser Sendi ini memungkinkan terjadinya gerakan
pergeseran pada tulang. contohnya yaitu sendi-sendi pada ruas tulang belakang.
Sendi Putar
Pada jenis sendi
ini, salah satu tulang dapat bergerak karena mempunyai poros pada tulang yang
lain. yaitu sendi yang menghubungkan tulang hasta dan tulang pengumpil. Sendi
Peluru Pada sendi ini salah satu tulang berbentuk bonggol sehingga tulang itu
dapat bergerak ke segala arah. contohnya yaitu sendi yang menghubungkan tulang
lengan dengan tulang gelang bahu serta tulang paha dan tulang gelang panggul.Namun,
ada juga sendi yang tidak dapat bergerak. Secara umum, sendi-sendi di tubuh
manusia bisa dibedakan menjadi:
· Sendi yang dapat
bergerak bebas atau sendi synovial: Sendi ini bisa bergerak bebas, ke atas, ke
bawah, maupun memutar. Contoh sendi yang dapat bergerak dengan bebas adalah
sendi pinggul, bahu, siku, lutut dan pergelangan kaki. Seringkali persendian
ini disebut juga sebagai sendi peluru. Pada sendi yang bisa bergerak bebas, ada
suatu cairan yang dinamakan cairan sinovial. Cairan ini berada di antara
tulang-tulang yang membentuk sendi tersebut, dan berfungsi sebagai pelumas
untuk memudahkan tulang bergerak. Sendi yang dapat bergerak bebas, kembali
dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: Sendi engsel, yang pergerakannya hanya satu
arah, seperti pada lutut dan siku Sendi putar, seperti kepala yang bisa
bergerak ke kiri, kanan, atas, maupun bawah Sendi ball and socket, yang bisa
bergerak paling bebas. Pada sendi ini, ujung satu tulang berada di cekungan
tulang yang lain, seperti pada sendi pinggul dan bahu
· Sendi tidak
bergerak atau sendi fibrosa Contoh sendi yang tidak bergerak adalah tengkorak
di kepala. Sendi ini juga bisa disebut sebagai sendi mati. Tulang tengkorak
sebenarnya terdiri dari lempengan-lempengan tulang pipih yang bisa sedikit
bergerak saat seorang bayi dilahirkan. Namun ketika masa pertumbuhan terhenti,
lempeng-lempeng tulang tersebut akan menyatu dan tidak lagi bisa bergerak.
· Sendi yang dapat
bergerak sebagian atau sendi cartilagonius Contoh sendi yang dapat bergerak
sebagian adalah sendi di tulang belakang. Tulang-tulang di persendian ini,
dihubungkan oleh tulang rawan dan dapat bergerak mengikuti tulang di atas
maupun di bawahnya.
Komponen Sistem
Gerak Manusia Lainnya
Selain ketiga
komponen di atas, ada komponen lain yang juga berperan dalam sistem gerak pada
manusia, diantaranya:
Tendon
Tendon merupakan
jaringan keras yang berfungsi menghubungkan otot ke tulang. Jaringan ini
sebagian besar terdiri dari kolagen.
Ligamen
Sementara itu,
ligamen adalah jaringan keras yang menghubungkan tulang yang satu dengan tulang
yang lain. Ligamen tersusun dari kolagen dan serat-serat elastik, sehingga
masih dapat meregang. Komponen ini, berada mengelilingi sendi.
Tulang rawan
Ujung dari dua
tulang yang membentuk sendi, dikelilingi oleh tulang rawan. Tulang rawan yang
normal, memiliki tekstur yang lebih halus, tapi padat dan berfungsi sebagai
penyerap tekanan, serta gesekan berlebih saat tubuh bergerak.
Saraf
Pada sistem gerak
pada manusia, saraf berfungsi untuk mengontrol kontraksi otot skeletal serta
menginterpretasikan informasi rangsangan. Secara umum, saraf juga berfungsi
untuk mengkoordinasi aktivitas yang ada pada sistem organ di tubuh.
Bursae
Bursae adalah suatu
kantung berisi cairan yang bertindak sebagai bantalan dan mengurangi gesekan di
permukaan organ tubuh yang bergerak, seperti tulang, otot, tendon, dan kulit.
Kelainan Pada
Sistem Gerak
Sistem gerak pada
manusia juga dapat mengalami gangguan dan kelainan yang bisa menghambat gerakan
dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kelainan pada sistem gerak ini bisa
disebabkan oleh:
· Osteoporosis atau
kerapuhan tulang yang diakibatkan kurangnya kalsium maupun kurangnya produksi
hormon, Osteoporosis merupakan kondisi yang menyebabkan tulang menjadi keropos
dan rapuh karena kekurangan kalsium, sehingga tulang akan mudah patah. Patah tulang
akibat osteoporosis sering terjadi pada pinggul, pergelangan tangan, atau
tulang belakang. Dalam beberapa kasus, tulang kering juga dapat mengalami
osteoporosis yang membuatnya rentan mengalami patah tulang.
· Artritis atau
kerusakan tulang rawan
· Lordosis,Kebalikan
dari kifosis yakni kelainan tulang punggung yang terlalu membengkok ke depan,
posisi duduk dengan membusungkan dada dapat menjadi penyebab dari kelainan ini.
4. Polio kelainan ini dikarenakan oleh adanya infaksi virus polio, penderitanya
akan mengalami kondisi tulang yang kian lama kian mengecil sehingga berujung
pada kelumpuhan.
· Rakhitis Kelainan
yang terjadi akibat kekurangan asupan vitamin D, sehingga tulang kakinya
berbentuk menyerupai huruf X atau O.
· Persendian Seperti
kalian ketahui, ada banyak sekali tulang yang menyusun rangka pada tubuh
manusia. masing-masing tulang tersebut tentu saling berhubungan. setidaknya ada
200 tulang yang posisinya saling berhubungan di dalam tubuh manusia. Hubungan
yang terdapat diantara 2 tulang itulah yang disebut dengan sendi ataupun
artikulasi. Di dalam sistem gerak pada manusia, persendian mmpunyai fungsi
serta peranan yang amat penting di dalam proses terjadinya aktivitas ataupun
gerakan.
· Fraktura dan patah
tulang
· Lordosisi atau
kelainan tulang belakang dibagian pinggang, dan scoliosis
· Skoliosis adalah
kelainan pada tulang punggung yang mengakibatkan posisinya menjadi membengkok
ke samping kanan atau kiri. hal ini dapat terjadi karena terlau sering
mengangkat beban pada salah satu bahu atau lengan. atau juga dapat disebabkan
oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang miring sehingga beban tubuh bertumpu
pada salah satu lengan.
· Kifosis adalah
suatu kelainan tulang punggung terlalu membengkok kearah belakang, kelainan ini
biasanya dikarenakan oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang terlalu membungkuk
atau sering memanggul beban yang berat dengan menggunakan punggung.
· Kelainan pada Otot
Berikut adalah beberapa cntoh kelainan yang dapat terjadi pada otot manusia
yaitu sebagai berikut Tetanus Kelainan pada otot yang dikarenakan oleh infeksi
bakteri sehingga kondisi otot terus menegang. Atrofi Kondisi otot yang mengecil
biasanya beriringan dengan adanya infeksi virus polio, karena tidak digerakkan
maka otot akan menyusut dan mengecil. Kram Kejang otot dikarenakan kegiatan
otot berlebih. biasanya terjadi pada atlit olahraga. Terkilir Kelainan otot
karena terjadinya kesalahan pada gerak otot sinergis yang bekerja justru
berlawanan arah.
Menjaga kesehatan sistem gerak pada manusia dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti rutin mengkonsumsi vitamin D maupun kalsium, berjemur dibawah sinar matahari mampu membantu dalam proses penyerapan kalsium dari makanan, kebiasaaan duduk yang benar juga dapat menjaga tulang punggung, dan aktifitas fisik yang baik untuk membantu penghambat kerapuhan tulang.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat