https://online.fliphtml5.com/srveb/fird/
Pewarisan
Sifat
Pernahkah kamu membandingkan wajahmu
dengan wajah orang tua dan saudara-saudaramu saat bercermin? Wajahmu lebih
mirip dengan ayah atau ibumu? Terus, apakah warna kulitmu sama dengan
saudara-saudaramu?
Nah, saat kamu membandingkan wajahmu dengan
wajah orang tua maupun saudaramu, besar kemungkinan kamu akan melihat banyak
kesamaan. Mengapa demikian? Alasannya karena sifat-sifat yang kamu miliki itu
sebenarnya 'warisan' dari kedua orang tua kamu. Makanya, besar kemungkinan,
kamu mirip dengan orang tua maupun saudara kandung kamu.
Tapi sebenarnya gimana sih suatu sifat
itu bisa diwariskan? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini,
Deskripsi
materi
tentang molekul yang mendasari pewarisan sifat pada makhluk hidup yaitu DNA dan
RNA, serta peranannya dalam pewarisan sifat. Selanjutnya dipaparkan struktur
DNA. Selain itu juga dijelaskan tentang istilah-istilah yang berhubungan dengan
pewarisan sifat seperti gen, alel, fenotip, genotip, homozigot dan heterozigot.
Pada bagian selanjutnya dijelaskan tentang pewarisan sifat mendel, yaitu
persilangan monohibrid dan dihibrid. Lalu, dipaparkan pewarisan sifat pada
manusia dan pewarisan kelainan-kelainan sifat pada manusia seperti albino, buta
warna,kanker dan hemofili
Pengertian
Genetika adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana diturunkanya
sifat -sifat induk pada turunannya
1. Gen
- Gen
suatu subsatandi kimia yang disebut AND (DNA)
- Fungsi
gen : sebagai penentu
sifat-sifat yang diturunkan. Sifat gen bervariasi, ditentukan oleh susunan
kombinasi dari sifat basa nitrogen penyusun DNAnya
- Letak
gen : pada Chromosom (sebagai
pembawa sifat) yang terdapat dalam inti. Dalam chromosom ini bisa terdapat
satu gen atau lebih. Tiap agen dalam chromosom menempati tempat tertentu
yang dinamakan Lokus.
- Sifat
gen : ada yang mudah dikenal
(terlihat/Nampak ) ada juga yang tidak mudah dikenal (tidak terlihat/tidak
nampak).
- Fenotif :Sifat gen yang Nampak disebut
(warna, bentuk dan sebagainya).
- Genotif;sifat gen Yang tidak Nampak
- Haploid ; Jumlah gennya satu berada dalam sel
kelamin (gamet)
- Diploid ; Jumlah tiap macam gennya berpasangan
terletak dalam sel Tubuh (soamatik), karena hasil peleburan gen satu dari
ayah (jantan) dan satu dari ibu (betina).
- Gen
ditulis dengan symbol satu macam huruf, biasanya huruf pertama dari sifat
yang ditimbulkannya. Misalnya gen Putih ditulis P., gen manis ditulis M.
dll
- Mahluk
hidup yang memiliki persamaan gen paling banyak digolongkan dalam satu
spesies, sedangkan jika persamaannya terlalu sedikit dimasukan ke satu
Divisio.
- Mahluk
hidup yang tergolong satu spesies, mempunyau chromosom yang sama tetap
spesifik dan homolog.
- Mahluk
hidup yang tergolong dalam satu spesies tetapi berbeda varietasnya,
memiliki beberapa gen homolog yang berbeda sifat.
- Alela =
gen-gen yang terdapat pada pasangan chromosom homolog, lokusnya
bersesuaian mempengaruhi bagian tubuh yang sama tapi dengan sifat yang
berbeda.
Misalnya ; alela rasa manis pada buah adalah rasa tidak manis pada buah. - Pasangan
Alela yang sifat bedanya lebih dari satu disebut alela ganda, misalnya
warna kulit manusia, alela hitam = putih, merah dan coklat.2.
2. Genotip
dan fenotip
- Genotif : susunan gen pada suatu individu (sel
somatik)
- Fenotif ; sifat gen yang mudah dikenal.
- Genotif
bersifat kekal, karena diturunkan kepada keturunannya.
- Fenotif
belum tentu sesuai dengan genotifnya. Karena : a) Ada sifat gen yang tidak
mudah dikenali b) Fenotif bisa berubah karena pengaruh
lingkungannya ,Sedangkan genotif sukar berubah karena factor lingkungannya
- Individu
yang memiliki fenotif sama, tetapi genotifnya berbeda, maka individu itu
adalah berbeda varietas.
- Individu
yang ber fenotifnya berbeda, tetapi bergenotif sama maka individu itu
termasuk satu varietas.
Genotif Homozigot : genotifnya sama misalnya MM
Genotif Heterozigot; peleburan sel kelamin dengan gen yang berbeda
- Misalnya
Mm Artinya dari sperma M + ovum m
- Atau
kebalikannya Mm dari sperma M + Ovum m
3. Kawin
Silang
- Adalah
perkawinan antar varietas dalam satu spesies, turunannya disebut Hybrid,
pada manusia disebut Mulat.
- Turunan
yang berasal dari satu varietas yang sama disebut Galur murni
- Isolasi
Reproduksi tidak
dapat menurunkan keturunan atau terbentuknya keturunan yang mandul,
terjadi karena jumlah gennya tidak sama dan tidak homolog.
4. Dalam
kawin silang dikenal istilah-istilah:
- Parental : induk (P)
- Filial : Turunan /anak (F)
- F1. Turunan pertama
- F.2 Turunan kedua dst.
- Gen
Dominan :
gen yang menang pengaruhnya terhadap alelanya , symbol gen dominan memakai
HURUF BESAR.
- Gen
Resesif ;
adalah gen yang kalah pengaruhnya dari alelanya, symbol gen resesif
memakai huruf kecil.
- Gen
Intermediet ;
Gen Ko-dominan, symbol gen intermediet bebas memilih mana yan gakan memai
huruf besar, asal alelanya memakai huruf yang sama tapi huruf kecil.
- Simbol
gen Homolog pada kawin silang memakai huruf yang sama.
Misalnya Bunga warna Putih (PP)
- Bila
sifatnya berbeda salah satu memakai huruf besar sedangkan alelanya huruf
kecil ,Bunga warna Pink (Pp)
Mengapa
Mendel Memilih Kacang Ercis Sebagai Obyek
Mendel
Adalah orang pertama yang menyelidiki perkawinan silang, dengan obyek
pengamatan adalah Tanaman Ercis/kacang ercis/Kacang kapri Alasan memilih kacang
ercis adalah ;
- Mudah
dibuat (galur murni)
- Jelas
perbedaan sifat dari varietasnya / kapri memiliki pasangan sifat yang
kontras
- dapat
melakukan penyerbukan sendiri,
- mudah
dilakukan penyerbukan silang,
- mempunyai
daur hidup(usia) yang relatif pendek,
- dan
menghasilkan keturunan dalam jumlah banyak.
Mendel
sendiri saat itu belum mengenal gen sifat yang dapat diturunkan, dinamakannya
sifat beda.
Percobaan
kawin silang pada saat sekarang ini menggunakan lalat buah (Drosophyla
melanogaster), dengan alasan :
- Mudah
dilihat chromosomnya yang terletak pada kelenjar ludah
- Jumlah
chromosonya sedikit ( 8 buah)
- Usianya
pendek ( mudah menurunkan turunan)
- Sifat
bedanya mudah dilihat.
HUKUM MENDEL
I
Berdasar
persilangan yang dilakukan Mendel terhadap ercis yang memiliki satu sifat beda,
Mendel menyatakan suatu hukum yang berbunyi "pada waktu pembentukan gamet
terjadi pemisahan alternatif gen atau variasi gen yang disebut juga alel secara
bebas”. Hukum ini dikenal dengan Hukum I Mendel atau Hukum Pemisahan
Bebas (Segregasi) Mendel.
- Segregasi
adalah Pemisahan alel pada waktu pembentukan gamet.
- Pembentukan
gamet terjadi secara meiosis.
- Pasangan
- pasangan homolog saling berpisah dan terjadi pemisahan alel - alel suatu
gen secara bebas dari diploid menjadi haploid.
- Setiap
sel gamet hanya mengandung satu gen dari alelnya fenomena ini dapat
diamati pada persilangan monohibrida.
hukum II Mendel
(asortasi)
Berdasar persilangan yang dilakukan Mendel
terhadap ercis yang memiliki dua sifat beda, Mendel menyatakan bahwa saat
pembentukan gamet faktor-faktor yang menentukan karakter-karakter berbeda yaitu
gen diwariskan secara bebas satu sama lain. Kesimpulan ini selanjutnya dikenal
dengan hukum pilihan bebas Mendel (asortasi) atau hukum II Mendel.
- Asortasi
adalah Setiap gen /sifat dapat berpasangan secara bebas dengan gen/sifat
lain
- Hukum
ini berlaku dalam proses pembentukan gamet pada persilangan dihibrid atau
persilangan dengan dua sifat beda.
Sumber : https://sumedangkab.go.id/literasi/modul/pewarisan-sifat-genetika

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat