Senin, 07 Februari 2022

                                                             Ciri-Ciri dan Klasifikasi Jamur 


A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 

1 selesai, kalian diharapkan mampu

1. Menjelaskan ciri-ciri umum Divisio dalam Kingdom Fungi.

2. Menjelaskan struktur tubuh jamur

3. Mengelompokkan jamur berdasarkan ciri-ciri morfolginya 

B. Uraian Materi 

Kata jamur berasal dari kata latin yakni fungi. Jamur (fungi) adalah yang sifatnya eukariotik dan tidak berklorofil. jamur (fungi) ini reproduksi dengan secara aseksual yang menghasilkan spora, kuncup, dan fragmentasi. Sedangkan dengan secara seksual dengan zigospora, askospora, dan basidiospora. Jamur (fungi) ini hidupnya ditempat-tempat yang berlembap, air laut, air tawar, ditempat yang asam dan bersimbosis dengan ganggang yang membentuk lumut (lichenes

1. Ciri – ciri Jamur (Fungi)

Fungi (jamur) merupakan organisme eukariot, kebanyakan multiseluler, beberapa uniseluler, tidak berklorofil, dinding selnya mengandung kitin dan glukan. Jamur bersifat heterotrof yaitu sebagai saprofit, parasit, dan hidup bersimbiosis dengan organisme lain. Jamur banyak terdapat dilingkungan, bentuknya macam- macam, ada yang seperti bola, gada, payung, dan sebagainya. Jamur berhabitat ditempat lembab, kurang cahaya, dan mengandung sisa- sisa organik, pada kayu yang lapuk dan tempat buangan sampah.

2. Struktur Tubuh Jamur

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang uniseluler, misalnya khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnya jamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.

Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.

Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat. Pada beberapa jamur, dinding hifa mengandung selulosa, tetapi pada umumnya terutama terdiri atas nitrogen organic, yaitu kitin.

Macam-macam hifa:

a. Aseptat, yaitu hifa yang tidak mempunyai sekat atau septum dan biasa disebut senosit.

b. Septat uninukleus, yaitu hifa dengan sel beinti tunggal, sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang dan setiap ruang berisi satu inti.

c. Septat multinukleus, yaitu hifa dengan sel banyak.

3.1. Zygomycota

Jamur ini dinamakan sebagai Zygomycota karena membentuk spora istirahat berdinding tebal yang disebut dengan zigospora. Zygomycota berhabitat di darat, di tanah, atau pada sisa organisme mati Zygomycota merupakan kelompok utama yang dapat dikatakan penting karena membentuk mikorisa (simbiosis jamur dengan akar tanaman). Anggota Zygomycota yang utama adalah hidup sebagai saprofit.

Misliem pada Rhizopus memiliki tiga tipe hifa yaitu sebagai berikut

a. Stolon, hifa yang membentuk jaringan pada permukaan substrak (misalnya roti)

b. Rizoid, hifa yang menembus substrak dan berfungsi sebagai jangkar untuk menyerap makanan

c. Sporangiofor, hifa yang tumbuh dengan tegak pada permukaan substrak dan memiliki sporangium globuler di ujungnya

Ciri – ciri Zygomycota

a. Zygomycota habitat didarat, tanah dan hidup dengan saprofit

b. Merupakan kelompok utama dalam membentuk mikoriza

c. Memiliki miselium yang bercabang banyak dan juga tidak bersekat-sekat

d. Zygomycota memiliki hifa yang bersifat senositik 

e. Dinding sel terdiri dari kitin dan tidak memiliki zoospora sehingga spora memiliki sel-sel yang berdinding

 f. Bereproduksi secara aseksual dan seksual


g. Reproduksi secara seksual adalah dilakukan dengan peleburan dua hifa yaitu hifa betina dan jantan. Hifa betina adalah hifa yang memberikan isi selnya. Sedangkan hifa jantan adalah hifa yang menerima isi selnya h. Reproduksi secara aseksual adalah dilakukan pada spora yang telah pecah yang berasal dari sporangium, sehingga beberapa hifa akan muncul dengan ujung yang membentuk sporangium berisi spora yang jika terhambur akan membentuk miselium baru

i. Hifa berfungsi dalam menyerap makanan yang disebut dengan rizoid

a. Dinding selnya tersusun atas zat kitin

b. Unisel dan multiseluler

c. Hifa bersekat, membentuk badan buah yang disebut ascokarp

d. Mengandung inti haploid

e. Memiliki keturunan diploid lebih singkat

f. Reproduksi vegetatifnya dengan membentuk konidiospora

g. Reproduksi generatifnya dengan konjugasi yang menghasilkan askospora

Contoh Jamur-jamur yang termasuk anggota Ascomycota adalah sebagai berikut. Uniseluler :

 a. Saccharomyces sp., meliputi Saccharomyces cerevisiae, Saccharomyces sake, dan Saccharomyces tuac.

 b. Candida sp., meliputi Candida albicans dan Candida utilis

 Multiseluler : 

a. Penicillium sp. meliputi Penicillium notatum, Penicillium chrysogenum, Penicillium camemberti, Penicillium roqueforti, dan Penicillium vermiculatum. Kelompok Penicillium ini memiliki askokarp berbentuk bola yang disebut kleistotesium. 

b. Aspergillus sp., meliputi Aspergillus wentii, Aspergillus niger, Aspergillus flavus, Aspergillus oryzae, dan Aspergillus fumigatus. 

c. Neurospora sp., meliputi Neurospora crassa dan Neurospora sitophila. Neurospora memiliki spora berwarna oranye, dengan askokarp berbentuk botol berleher. Askokarp ini dilengkapi lubang yang disebut ostiolum sebagai tempat keluarnya askus dan askospora. 

Bentuk askokarp seperti ini disebut peritesium 3.3. Basidiomycota Basidiomycota adalah jamur yang berukuran makroskopis, bereproduksi aseksual dengan membentuk spora di atas sel yang disebut basidium. Reproduksi seksual dilakukan dengan membentuk spora konidia

 Ciri-ciri Basidiomycota

a. Multiseluler

b. Hifa bersekat, dibedakan hifa primer (berinti satu) dan sekunder (berinti

c. dua)

d. Dinding selnya tersusun atas zat kitin

e. Reproduksi vegetatif dg membentuk konidiaspora memiliki satu inti haploid

f. Reproduksi generatif dg menghasilkan basidiospora

g. Mengandung inti haploid

h. Memilki keturunan diploid lebih singkat

i. Memiliki basidiokarp

j. Badan buah berbentuk seperti payung atau kuping

k. Beberapa jenis dapat dijadikan sumber makanan Beberapa anggota dari genus Amanita mengandung racun yang sangat mematikan. Beberapa jenis Basidiomycota juga dapat membahayakan tumbuhan, misalnya menyebabkan kematian pada tanaman ladang. Contoh: Auricularia polytricha (jamur kuping), Volvariella volvaceae (jamur merang), Puccinia graminis 

3.4. Deuteromycota

Deuteromycotina beranggotakan jamur-jamur yang belum diketahui cara reproduksi seksualnya. Oleh sebab itu, Deuteromycotina disebut juga Fungi imperfecti atau jamur tidak sempurna. Jika suatu jamur dalam penelitian lebih lanjut diketahui cara reproduksi seksualnya, jamur tersebut akan dimasukkan ke dalam divisi yang sudah ada, yaitu Zygomycotina, Ascomycotina, atau Basidiomycotina. Jamur Monilia merupakan contoh jamur yang sebelumnya digolongkan ke dalam Deuteromycotina. Akan tetapi, setelah diketahui cara reproduksi seksualnya, jamur ini kemudian dipindahkan ke dalam divisi Ascomycotina. Namanya juga diubah menjadi Neurospora.

Ciri-ciri lain dari jamur Deuteromycotina adalah sebagai berikut

a. Memiliki hifa bersekat dengan dinding sel dari bahan kitin

b. Multiseluler dan uniseluler

c. Reproduksi vegetatif dg membentuk konidiaspora

d. Jarang membentuk tubuh buah

e. Sebagian besar bersifat mikroskopis.

f. Hidup sebagai saprofit atau parasit 

4. Lichenes

Fungi jenis tertentu dapat bersimbiosis dengan algae uniseluler membentuk lichen (lumut kerak). Simbiosis ini bersifat menguntungkan. Biasanya antara anggota dari jamur ascomycota dan basiodiomycota dengan alga hijau dan cyanophyta

Lumut kerak merupakan organisme perintis karena dapat hidup di tempat dimana organisme lain tidak dapat hidup. Reproduksi secara aseksual, yaitu dengan fragmentasi dan membentuk soredia/soredium. Lumut kerak umumnya berbentuk talus kecil. Berdasarkan bentuk talusnya, lumut kerak dibedakan menjadi 3, yaitu :

a. Talus Crustose (seperti kerak), yaitu talus yang menutupi seluruh permukaan substratnya.Contohnya Graphis , melekat pada batang pohon seperti coret-coretan

b. Talus Fructicose (seperti semak), yaitu talus yang dibentuk oleh suatu jaringan berbentuk bulatan kecil seperti jalinan jala yang tidak rapat.

Contoh : Usnea longisima, melekat pada pucuk pohon Cladonia, hidup di kutub utara

c. Talus Foliose (seperti daun ), yaitu talus yang berbentuk seperti daun dua lapis (atas dan bawah) serta memiliki bentuk dan warna berbeda

5. Mikoriza

Mikoriza merupakan simbiosis antara fungi dengan akar tanaman.

Simbiosis ini menguntungkan bagi keduanya.

 Bagi tanaman : meningkatkan penyerapan air dan mineral.

 Bagi fungi : mendapatkan nutrisi dari tanaman.

Mikoriza dibedakan menjadi 2, yaitu a. Ektomikoriza, yaitu jika hifa jamur hanya hidup di daerah permukaan akar tanaman, yakni pada jaringan epidermis. Misalnya pada akar Pinus. Dengan adanya ektomikoriza, tumbuhan Pinus tahan kekeringan dan tahan pada penyakit akar

b. Endomikoriza, yaitu jika hifa jamur menembus akar hingga masuk ke jaringan korteks.Misalnya jamur yang hidup di akar anggrek dan sayuran.


                                                                                C. Rangkuman


Jamur (fungi) tersusun hifa, bersifat eukariotik dan tidak berklorofil. jamur (fungi) ini reproduksi dengan secara aseksual yang menghasilkan spora, kuncup, dan fragmentasi. Sedangkan dengan secara seksual dengan zigospora, askospora, dan basidiospora. Jamur (fungi) ini hidupnya ditempat-tempat yang berlembap, air laut, air tawar, ditempat yang asam dan bersimbosis dengan ganggang yang membentuk lumut (lichenes).

Klasifikasi jamur berdasarkan cara reproduksi secara generatife (seksual), yaitu: 

a. Divisi Zygomycota 

b. Divisi Ascomycota 

c. Divisi Basidimycota

d. Divisi Deuteromycota 


Latihan Soal Latihan Soal Essay

Kerjakan semua soal di bawah ini di kertas, kemudian cocokan dengan alternatif penyelesaiannya !

1. Jamur diklasifikasikan menjadi empat kelas, diantaranya adalah jamur deuteromycota. Tuliskan mengapa divisi Deuteromycota disebut fungsi imperfecti

 2. Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya ada jamur yang uniseluler, dan ada pula jamur yang multiseluler, apakah penyusun struktur tubuha jamur tersebut ? 

3. Dilingkungan adakalanya jamur bersimbiosis dengan tumbuhan tinggi. Apabila anda melewati daerah yang ditanami pohon pinus, anda akan menemukan sejenis jamur berbentuk payung yang tumbuh dibawah pohon tersebut, itulah simbiosis yang disebut dengan istilah mikoriza. Ada 2 tipe mikoriza yaitu Endomikoriza dan Ektomikoriza, tuliskan perbedaan keduanya ! 

Latihan Pilihan Ganda 

1. Yang merupakan ciri- ciri Zygomycota adalah…. 

A. Saprofit, hifanya tidak bersekat 

B. Dinding selnya tersusun dari zat kitin, hifanya tidak bersekat

C. Saprofit, hifanya bersekat 

D. Membentuk konidia, hifanya tidak bersekat 

E. Membentuk stolon, hifanya bersekat

 2. Kumpulan benang-benang halus pada jamur disebut …. 

A. Sporangium 

B. Askospora 

C. Miselium 

D. Basidiospora 

E. spora 

3. Berikut ini ciri- ciri suatu organisme:

 i. Dinding sel dari selulosa 

ii. Tipe sel eukariotik 

iii. Tubuhnya merbentuk benang hifa 

iv. Tipe sel prokariotik 

v. Tidak berklorofil Ciri- ciri yang dimiliki oleh jamur adalah nomor….

 A. i, ii, dan iii 

B. ii, iv, dan v 

C. i, iii, dan iv 

D. iii, iv, dan v 

E. ii, iii, dan v 

4. Fungi imperfekti merupakan fungi divisi ….. 

A. Ascomycota 

B. Zygomycota 

C. Basidiomycota 

D. Deuteromycota 

E. Oomycota 

5. Jamur yang dapat membentuk Lichenes adalah…. 

A. Ascomycotina 

B. Deuteromycotina 

C. Myxomycotina 

D. Oomycotina 

E. Zygomycotina


                                            Reproduksi dan Peranan Jamur 


A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 2 selesai,

 kalian diharapkan mampu 

1. Mengetahui cara hidup jamur

 2. Menjelaskan perkembangbiakan jamur 

3. Mengetahui peranan jamur dalam kehidupan manusia 

B. Uraian Materi

1. Cara hidup Jamur Seperti halnya hewan, jamur merupakan organisme heterotrof. Jamur bertahan hidup dengan menyerap nutrisi dari lingkungan atau tubuh hewan yang telah mati. Jamur lainnya mendapat nutrisi dari organisme yang masih hidup dan merupakan parasit penyebab penyakit. Ada pula jenis jamur yang melakukan simbiosis mutualisme dengan organisme lain, termasuk Lichenes dan mikoriza. Berdasarkan cara memperoleh nutrisinya, jamur dibedakan menjadi jamur saprofit dan jamur parasit,

a. Jamur saprofit adalah jamur yang memperoleh nutrisi dengan cara menguraikan tubuh organisme yang telah mati atau bahan organik lainnya. Jamur jenis ini banyak ditemukan pada tumpukan sampah organik yang basah, bahan makanan, batang tumbuhan, pakaian, atau benda-benda yang terbuat dari kulit. Di alam, jamur saprofit berperan sebagai pengurai (dekomposer) yang menguraikan kembali sisasisa tubuh organisme menjadi zat-zat hara dalam tanah.

b. Jamur parasit adalah jamur yang memperoleh makanan dengan cara menyerap nutrisi dari organisme inangnya. Jamur ini dapat menimbulkan penyakit pada organisme yang ditumpanginya.

Ada dua jenis jamur parasit, yaitu jamur parasit obligat dan jamur parasit fakultatif.

a. Jamur parasit obligat adalah jamur yang hanya dapat hidup sebagai parasit. Jika ia berada di luar inangnya, jamur tersebut akan mati. b. Jamur parasit fakultatif adalah jamur yang dapat hidup sebagai parasit dan juga sebagai saprofit. Jamur tersebut bersifat parasit hanya ketika mendapatkan hospes yang sesuai 2. Perkembangbiakan Jamur a. Daur Hidup Zygomycota Zygomycota mengalami dua macam cara bereproduksi. Reproduksi yang dilakukan secara aseksual terjadi bila kondisi lingkungan baik dan mendukung, sedangkan pada reproduksi yang dilakukan secara seksual terjadi pada kondisi lingkungan yang kering dan tidak menguntungkan. Reproduksi Zygomycota 1) Reproduksi Aseksual Reproduksi secara aseksual Zygomycota adalah dilakukan dengan cara fragmentasi hifa dan pembentukan spora aseksual (sporangiospora). Hifa dewasa yang terputus dan juga terpisah dapat tumbuh menjadi sebuah hifa jamur baru. Pada bagian hifa tertentu yang sudah dewasa akan

terbentuk sporangiofor yang ujungnya terdapat sporangium (kotak spora). Didalam sporangium terjadi pembelahan secara mitosis dengan menghasilkan sporangiospora yang berkromosom haploid (n). 2) Reproduksi Seksual Zygomycota Zygomycota bereproduksi secara seksual adalah dilakukan dengan cara pembentuk spora seksual (zigospora) melalui peleburan antara hifa yang berbeda jenis. Gambar 6. Daur hidup Zygomycota (https://www.quipper.com/id/blog) Bagan Daur hidup Zygomycota

Hifa (+) dan hifa (-)yang haploid berdekatan membentuk gametangium

Gametangium mengalami plasmogami sehingga terbentuk zigosporangium dikariotik yang heterokariotk ( intinya berbeda)

Jika kondisi lingkungan sesuaiakan terjadikariogame sehingga terbentuk zigosporangium yang diploid (2n)

Zigospora akan membentuk sporangium yang haploid

Di dalam zigosporangium terjadi pembelahan meiosis, sehingga terbentuk zigospora yang haploid

Di dalam sporangium terbentuk spora yang haploid

Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh membentuk hifa yang selanjutnya membeentuk miselium haploid

b. Daur Hidup Ascomycota atau Reproduksinya Didalam daur hidupnya, Ascomycota uniseluler ataupun multiseluler yang dapat bereproduksi dengan secara aseksual (vegetatif) serta juga reproduksi demham secara seksual (generatif). Berikut ini adalah uraian reproduksi secara aseksual serta juga seksual Reproduksi aseksual dan seksual Ascomycota

Untuk lebih jelasnya, perhatikan siklus reproduksi seksual pada Ascomycotina uniseluler berikut ini :

Bereproduksi aseksual dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu fragmentasi hifa serta pembentukan spora aseksual konidiospora. Hifa dewasa yang terputus menjadi hifa

Dua sel haploid yang berbeda jenis melakukan konjugasi, sehingga terbentuk zigot yang diploid

Zigot membentuk askus diploid tanpa askokarp.Inti sel yang diploid akan membelah secara meiosis sehingga terbentuk 4 inti haploid

Setiap inti akan dikelilingi oleh didinding tebal, sehingga terbentuklah 4 askospora haploid di dalam askus

Jika askus masak, askus akan pecah dan askospora keluar

Askospora akan tumbuh menjadi seljamur baru yang haploid

jamur baru. Hifa haploid (n) yang sudah dewasa akan menghasilkan konidiofor (tangkai konidia). Pada ujung konidiofor terbentuk spora yang diterbangkan oleh angin yang disebut konidia. Konidia mempunyai jumlah kromosom yang haploid (n). Hifa akan bercabang-cabang membentuk miselium yang haploid (n )

Jamur uniseluler bereproduksi secara seksual dengan membentuk askospora dapat dilihat pada bagan berikut.

Hifa (+) membentuk askogonium alat reproduksi betina) dan hifa (-) membentuk anteridium (alat reproduksi jantan, Keduanya bersifat haploid

Askogonium akan menerima inti sel haploid dari anteridium sehingga dalamarkegonium terdapat dua inti (dikariotik)

Askogonium tumbuh menjadi hifa dikariotik dan bercabang serta tergabung dalamaskokarp

Ujung hifa pada askokarp membentuk askus dikariotik.Di dalam askus terjadi kariogame sehingga terbentukinti sel diploid

Inti sel haploid di dalam askus membelah secara meiosis, sehingga terbentuk 4 inti sel haploid. Selanjutnya setiap inti membelah secara mitosis sehingga terbentuk 8 inti del haploid

Di sekitar inti terbentuk diding sel dan menghasilkan askospora yang haploid

Jika askus telah masak,askospora akan tersebar secara serentak. Askospora yang jatuh di tempat yang sesuai akan menjadi hifa baru yang haploid. Hifa akan bercabang menjadi miselium

Askogonium membentu saluran menuju anteridium yang disebut trikogen. Melalui trikogen terjadi plasmogame (peleburan sitoplasma)

Hifa (+) dan hifa (-)yang bersifat haploid bertemu. Masing – masing hifa memiliki satu inti

Terjdi plasmogame,sehingga terbentuk miselium dengan hifa dikariotik

Miselium dikariotik tumbuh membentuk basidiokarp. Permukaanbawah dilapisi sel yang disebut basidium

Sel dikariotik melakukan kariogame sehingga terbentuinti sel diploid

Setiap basidium membentuk tonjolan yang disebut sterigma, 4 sel haploid masing – masing masuk kedalam sterigma dan berkembang menjadi basidiospora yang haploid

Inti sel diploid selanjutnya melakukan pembelahan meiosis sehingga terbentuk 4 sel haploid

Jika basidiospora yang masak jatuh ditempat yang sesuai akan tumbuh menjadi hifa haploid dan bercabang menjadi miselium haploid

Basidiomycotina dapat bereproduksi secara aseksual dan seksual. 1) Reproduksi aseksual Reproduksi aseksual Basidiomycotina dilakukan dengan membentuk konidiospora (spora konidia) yang terdapat di ujung konidiofor. Konidiofor dibentuk oleh hifa haploid. Oleh karena itu, konidiospora merupakan spora yang haploid (n). Selain itu, ada juga yang membentuk kuncup dan melakukan fragmentasi miselium. 2) Reproduksi seksual Reproduksi seksual Basidiomycotina dilakukan dengan membentuk basidiospora. Gambar 9. Reproduksi Seksual pada Basidiomycotina (https://www.quipper.com/id/blog)

d. Reproduksi Deuteomycota

Fase pembiakan pada monilia sp., yaitu secara vegetative kemudian diteliti ternyata juga terdapat fase generatif. Setelah diketahui fase generatifnya, kemudian jamur ini dimasukkan golongan ascomycocetes dan diganti namanya menjadi Neurospora sitophilla atau Neurospora crassa .

Reproduksi generative Monilia sp., dengan menghasilkan askospora. Askus-askus yang tumbuh pada tubuh buah dinamakan peritesium, tiap askus mengandung delapan spora. Contoh lain jamur yang tidak diketahui alat reproduksi seksualnya antara lain : Chalado sporium, curvularia, gleosporium, dan diploria 3. Peranan Jamur dalam kehidupan manusia Penggunaan manusia jamur untuk persiapan makanan atau pelestarian dan keperluan lainnya sangat luas dan memiliki sejarah panjang. Jamur pertanian dan mengumpulkan jamur merupakan industri besar di banyak negara. Studi tentang dampak menggunakan historis dan sosiologis dari jamur ini dikenal sebagai ethnomycology. Karena kapasitas kelompok ini untuk menghasilkan berbagai besar produk alami dengan antimikroba aktivitas biologis atau lainnya, banyak spesies telah lama digunakan atau sedang dikembangkan untuk industri produksi antibiotik , vitamin, 3. dan anti-kanker dan kolesterol-menurunkan obat. Baru-baru ini, metode telah dikembangkan untuk rekayasa genetika jamur, yang memungkinkan rekayasa metabolik spesies jamur. Sebagai contoh, modifikasi genetik dari spesies ragi yang mudah tumbuh pada tingkat yang cepat dalam fermentasi besar kapal-telah membuka cara farmasi produksi yang berpotensi lebih efisien daripada produksi oleh organisme sumber asli

Peran jamur bagi kehidupan :

a. Peranan Menguntungkan  Sebagai pengurai.  Dapat dikonsumsi.  Menghasilkan obat-obatan.  Dapat meningkatkan kesuburan tanaman.

b. Peran Merugikan  Menyebabkan penyakit pada manusia.  Menyebabkan kerusakan pada tanaman C. Rangkuman

1. Seperti halnya hewan, jamur merupakan organisme heterotrof. Jamur bertahan hidup dengan menyerap nutrisi dari lingkungan atau tubuh hewan yang telah mati. 

2. Reproduksi secara aseksual Zygomycota adalah dilakukan dengan cara fragmentasi hifa dan pembentukan spora aseksual (sporangiospora),

 3. Bereproduksi aseksual dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu fragmentasi hifa serta pembentukan spora aseksual konidiospora, bereproduksi secara seksual dengan membentuk askospora

 4. Basidiomycota bereproduksi secara seksual dengan membentuk askospora, seksual Basidiomycotina dilakukan dengan membentuk basidiospora. 

5. Deuteromycota pembiakan fase generative belum diketahui.

6. Peran jamur bagi kehidupan dapat menguntungkan dan merugikan dalam kehidupan manusia 


                                                                               Latihan Soal


Pilihlah satu jawaban yang paling benar 

1. Di bawah ini yang merupakan pernyataan yang benar adalah …. 

A. anteridium mengandung dua inti 

B. askogonium mengandung dua inti 

C. inti askogonium berpindah tempat ke anteridium 

D. askus dapat terbentuk dari hifa haploid

E. anteridium mengandung inti yang haploid 

2. Jamur dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk …. 

A. Konidium 

B. Sporangium 

C. Gemma 

D. Sorus 

E. Hifa 

3. Dengan adanya Mikoriza pada akar, tumbuhan pinus akan mendapatkan …. 

A. karbon dioksida 

B. bahan-bahan organic 

C. enzim pencernaan makanan 

D. air dan bahan organic 

E. toksin untuk mengusir hama 

4. Meskipun tidak sedang bersimbiosis dengan lumut, ganggang tetap dapat hidup mandiri. Hal ini terjadi karena ganggang mampu …. 

A. Berfotosintesis 

B. hidup secara saprofit 

C. hidup secara fotoautotrof 

D. berkembang biak dengan membelah diri 

E. hidup secara heterotrof

5. Di bawah ini yang bukan merupakan perkembangbiakan jamur secara aseksual adalah ….

A. Fragmentasi 

B. pembentukan konidia 

C. pertunasan 

D. pembentukan spora 

E. peleburan sel 

6. Penyakit kaki atlet disebabkan oleh jamur dari divisi …. 

A. Deuteromycota 

B. Basidiomycota 

C. Ascomycota 

D. Zygomycota 

E. Phicomycota 

7. Aspergillus dapat hidup secara …. 

A. bebas atau mandiri 

B. saprofit 

C. bersimbiosis D

. parasite 

E. autotrof 

8. Di bawah ini yang bukan adalah …. 

A. dibuat obat 

B. dibuat kertas lakmus merupakan manfaat lumut kerak bagi manusia 

C. penambah rasa atau aroma 

D. indikator pencemaran air 

E. tumbuhan perintis 

9. Perhatikan jamur jamur berikut ! Jamur yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan merupakan tempat pembentukan antibiotik adalah 

A. 1 

B. 2 

C. 3 

D. 4 

E. 5 

10. Suatu koloni kapang holomorfis akan memperlihatkan 

A. bentuk sel vegetatif saja 

B. bentuk sel generatif dan sel vegetative 

C. bentuk sel generatif aseksual saja 

D. bentuk sel generatif seksual dan aseksual 

E. bentuk sel vegetatif, sel generatif aseksual, dan seksual



                                                                                        EVALUASI


Pilihlah satu jawaban yang paling benar 

1. Jamur yang berkembang biak dengan zigospora di bawah ini ….. 

A. Rhizopus sp. 

B. Saccharomyces 

C. Neurospora 

D. Volvariella 

E. Penicillium

2. Salah satu jenis jamur yang hidup sprofit pada tanaman yang sudah mati adalah ….. 

A. Volvariella 

B. Auricularia polytrica 

C. Ustilago 

D. Aspergillus 

E. Monillia

3. Jamur jenis apa yang dipergunakan untuk pembuatan sake di Jepang adalah ….. 

A. Aspergillus wentii 

B. Aspergillus oryzae 

C. Aspergillus fungigatus 

D. Claviceps purpurea 

E. Rhizopus oryzae

4. Jamur yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dalam pembuatan oncom adalah ….. 

A. Roselliana arcuate 

B. Endomycopsis fibuligera 

C. Saccharomyces cereviceae 

D. Neurospora crassa

 E. Saccharomyces ellipsoides 

5. Manakah diantara pernyataan ini yang tidak benar? 

A. Penicillium dapat menghasilkan antibiotika 

B. Amanita merupakan jamur penghasil racun

 C. Jamur yang digunakan untuk pembuatan tempe adalah Rhizopus oryzae 

D. Phytophora infestans merupakan Basidiomycota yang parasite 

E. Phytium mengakibatkan kutu air pada manusia 

6. Sel ragi pada pembuatan tape dapat menghasilkan alkohol karena ….. 

A. adanya zat tersebut di dalam selnya 

B. proses plasmolysis 

C. kemampuan sel ragi menghasilkan zimase 

D. adanya ikatan hara yang timbul dari sel-sel ragi yang mati 

E. substrat dari ragi mengandung alkohol 

7. Pada proses pembuatan roti, pemberian ragi membuat adonan menjadi mengembang. Hal ini disebabkan oleh ….. 

A. pemanasan menyebabkan ragi dan tepung mengembang 

B. tepung dan ragi bereaksi dan menghasilkan O2 

C. pemanasan menyebabkan ragi dan tepung mengembang 

D. ragi merupakan fungi dari kelompok Ascomycota 

E. hasil fermentasi glukosa menghasilkan CO2 yang dapat mengembangkan adona

8. Perhatikan persamaan reaksi berikut ini : C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + E Reaksi tersebut dilakukan oleh Saccharomyces sp. Pada keadaan ….. 

A. Aerob 

B. Gelap 

C. Anaerob 

D. Aerasi baik 

E. Banyak cahaya

 9. Gambar berikut ini merupakan fungi dari jenis Rhizopus stolonifer, karena memiliki stolon yang ditunjukkan oleh nomor….. 

A. 1 

B. 2 

C. 3 

D. 4 

E. 5

 10. Berikut ini adalah jenis fungi yang berperan dalam kehidupan manusia. 

i. Saccharomyces cerevisiae

ii. Aspergillus wentii 

iii. Penicillium camemberti

 iv. Penicillium chrysogenum.

 v. Volvariella volvacea. 

vi. Rhizopus oryzae.

Jenis fungi yang berkembang biak dengan membentuk spora di askus dan bermanfaat dalam industri makanan adalah ….. 

A. i, ii, dan iv.

 B. i, ii, dan iii

 C. i, v, dan vi 

D. ii, v, dan vi

E. ii, iii, dan iv 

11. Ciri-ciri Deuteromycotina adalah …..

 A. semua anggota bersifat sprofit 

B. hifanya bercabang cabang, tidak bersekat 

C. reproduksi seksual dengan spora 

D. reproduksi aseksual dengan pembentukkan konidia 

E. memiliki askus yang menghasilkan askospora

12. Fungi imperfekti merupakan fungi divisi …..

A. Ascomycota 

B. Zygomycota 

C. Basidiomycota

D. Deuteromycota 

E. Oomycota 

13. Perhatikan tabel di bawah ini.

Jenis Jamur Produksi Manfaat

 1.Aspegillus A.Alkohol P.Racun

 2.Saccharomyces B.Aflatoksin Q.Antibodi

 3.Rhizopus C.sake R.Minuman

Dari tabel di atas, yang menunjukkan hubungan yang tepat antara jenis fungi, produksi, dan peranannya bagi manusia adalah ….. 

A. 1 – B – P 

B. 1 – B – R 

C. 2 – A – P 

D. 2 – B – P 

E. 3 – C – P

14. Berikut ini ciri- ciri suatu organisme: 

i. Dinding sel dari selulosa

 ii. Tipe sel eukariotik

 iii. Tubuhnya merbentuk benang hifa

 iv. Tipe sel prokariotik 

v. Tidak berklorofil 

Ciri- ciri yang dimiliki oleh jamur adalah nomor…. 

A. i, ii, dan iii 

B. ii, iv, dan v 

C. i, iii, dan iv 

D. iii, iv, dan v 

E. ii, iii, dan v 

15. Yang merupakan ciri- ciri Zygomycota adalah…. 

A. Saprofit, hifanya tidak bersekat 

B. Dinding selnya tersusun dari zat kitin, hifanya tidak bersekat 

C. Saprofit, hifanya bersekat 

D. Membentuk konidia, hifanya tidak bersekat 

E. Membentuk stolon, hifanya bersekat 

16. Reproduksi aseksual pada Zygomycota biasanya membentuk…. 

A. Zygospora 

B. Konidiofor 

C. Spora 

D. Zoospora 

E. Sporangium 

17. Berikut ini beberapa contoh jenis jamur: 

i. Aspergillus oryza

 ii. Phytophtora infestans 

iii. Saccharomyces cereviceae

iv. Penicillium notatum

 v. Rhizopus oryzae 

vi. Aspergillus fumigatus

Diantara jamur- jamur tersebut yang berperan dalam industri minuman dan makanan adalah…. 

A. i, ii, dan iii 

B. ii, iii, danvi 

C. i, ii, dan iv 

D. iv, v, danvi 

E. i, iii, dan v 

18. Jenis jamur Penicillium yang mampu menghasilkan antibiotic adalah…. 

A. Penicillium notatum dan Penicillium Camemberti 

B. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum 

C. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti 

D. Penicillium roqueforti dan Penicillium chrysogenum 

E. Penicillium chrysogenum dan Penicillium camemberti 

19. Liken atau lumut kerak merupakan organisme hasil simbiosis antara…. 

A. Jamur Ascomycota dengan Cyanobacteria 

B. Jamur Ascomycota dengan Chlorophyta 

C. amur Deutromycota dengan Cyanobacteria 

D. Jamur tiram dengan Pythophyta 

E. Jamur Zygomycoya denan Cyanobacteria 

20. Sebutkan dari divisi.... dan jenisnya…. Dari jamur yang berperan dalam pembuatan tempe 

A. Zygomycota, Rhizopus oryzae 

B. Ascomycota, Rhizopus oryzae. 

C. Basidiomycota, Aspergillus oryzae. 

D. Deutromycota, Aspergillus oryzae.

 E. Mikoriza, mucor mucedo.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat

perpisahan kelas ix