EVOLUSI XII SMA IPA
EVA YENANI
- 2. Standar
Kompetensi: • memahami teori evolusi serta implikasinya pada salingtemas
Kompetensi Dasar: • menjelaskan teori, prinsip, dan mekanisme evolusi
biologi • mengkomunikasikan hasil studi evolusi biologi • mendeskripsikan
kecenderungan baru tentang teori evolusi
- 3. Pengertian
n n n n n Evolusi adalah proses perubahan yang berlangsung
sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang sangat lama. Evolusi dibedakan
menjadi evolusi progresif dan evolusi regresif. Pencetus ide evolusi
adalah Charles Darwin. Alfred Wallace juga menghasilkan konsep yang sama
dengan Darwin secara terpisah. Joseph Hooker menggabungkan kedua tulisan
Charles Darwin dan Albert Wallace menjadi “on the tendency of species to
form varieties; and on the perpetuation of varieties and species by
natural means of selection.
- 4. Pembagian
Evolusi Organisme Berdasarkan kemampuannya dalam menyesuaikan diri
terhadap lingkungan,evolusi organisme dapat dibedakan menjadi: •Evolusi
progresif: evolusi yang menghasilkan spesies yang memungkinkan
berlanjutnya kehidupan berikutnya. •Evolusi regresif: evolusi yang
menghasilkan spesies yang tidak memungkinkan berlanjutnya kehidupan
berikutnya.
- 5. Fenomena
Evolusi n Hewan dan tumbuhan pertama hidup dalam lautan. n Menurut fosil yang tercipta, makhluk hidup
membutuhkan waktu yang lama untuk memulai kehidupan di darat. n Salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam
evolusi adalah DNA. Bila DNA berubah dalam telur, sperma, atau tepung
sari, maka keturunannya akan berbeda dengan induknya. n Salah satu fenomena evolusi adalah adanya
jerapah yang berleher pendek dan jerapah berleher panjang.
- 6. Teori
Mengenai Evolusi Sebelum Charles Darwin n Anaximander dan Aristoteles telah menyinggung tentang evolusi n Erasmus Darwin, menyatakan bahwa fungsional
terhadap stimulasi adalah diwariskan. n Count de Buffon, menyatakan variasi-variasi kecil yang terjadi karena
pengaruh alam sekitar diwariskan hingga menjadi penimbunan variasi.
- 7. Penunjang
Gagasan Evolusi n Hakikat evolusi: faktor yang berubah dan faktor
yang memengaruhi perubahan. n Gregor Johann Mendel, mengemukakan pendapat adanya faktor dalam yang
menurun. Atau yang dikenal dengan Genetika. n Hugo de Vries mengemukakan pendapatnya tentang mutasi, suatu
perubahan yang bersifat kekal. Mutasi adalah salah satu sendi evolusi. n Hardy dan Weinberg mengatakan pada kondisi yang
ideal frekuensi gen pada populasi dari generasi ke generasi adalah
konstan.
- 8. Perkembangan
Teori Evolusi Darwin Hasil perjalanan ke kepulauan Galapagos: burung Finch
yang mempunyai paruh dengan bentuk dan ukurannya berbeda-beda, serta
menunjukkan adanya hubungan dengan burung Finch di Amerika Selatan.
- 9. Perkembangan
Teori Evolusi Darwin Karena lingkungan yang berbeda-beda itu maka burung
yang asalnya sama dari Amerika Selatan itu, akhirnya menghasilkan 14
spesies baru. 1. Enam di antaranya pemakan biji, mempunyai bentuk paruh
yang tebal dan kuat untuk memecahkan biji-bijian yang terdapat di tanah.
2. Lainnya merupakan pemakan atau pengisap madu bungabunga kaktus,
mempunyai paruh yang lurus, sesuai dengan fungsinya untuk mengisap madu.
Keduanya dikelompokkan ke dalam jenis Camarhynchus. 3. Spesies lain ada
yang mencari makanan di pohon-pohon, mempunyai paruh yang tebal, lurus,
dan mempunyai lidah yang pendek. Burung ini dikelompokkan ke dalam jenis
Geospiza.
- 10. Pro
dan Kontra tentang Berbagai Pendapat Evolusi Lamarck vs. Weismann Lamarck
vs. Darwin Weismann menentang pendapat Lamarck tentang diturunkannya
sifat-sifat yang diperoleh. Perbedaan pendapat tentang munculnya jerapah
berleher panjang Percobaan Weismann: mengawinkan 2 ekor tikus yang sudah
dipotong ekornya, didapatkan bahwa keturunannya tetap berekor panjang
meskipun dilakukan sampai 20 generasi. Lamarck: Semula jerapah berleher
pendek, kemudian menjadi panjang karena menjangkau makanannya. Darwin:
populasi heterogen, dalam kompetensi mendapatkan makanan, yang berleher
panjanglah yang bertahan.
- 11. Teori
Evolusi Lamarck vs. Darwin
- 12. Petunjuk-Petunjuk
tentang Adanya Evolusi Kata fosil berasal dari bahasa Latin fossilis:
menggali. Fosil: sebagai sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang telah membatu.
Beberapa tokoh yang telah mempelajari fosil yang berhubungan dengan
evolusi: • Leonardo da Vinci, berpendapat bahwa fosil merupakan suatu
bukti adanya makhluk hidup di masa lampau. • George Cuvier, mengadakan
studi perbandingan antara fosil-fosil dari berbagai lapisan bumi dan
organisme yang ada sekarang. Adanya perbedaan antara fosil-fosil dari
berbagai lapisan bumi, Cuvier menyimpulkan bahwa pada masa tertentu telah
diciptakan organisme yang berbeda dari masa ke masa. Setiap masa diakhiri
dengan kehancuran alam. • Darwin, mengatakan bahwa organisme yang terdapat
pada lapisan bumi yang tua mengadakan perubahan bentuk menyesuaikan dengan
lapisan bumi yang lebih muda. Fosil merupakan catatan sejarah yang sangat
penting sebagai petunjuk adanya evolusi.
- 13. Petunjuk-Petunjuk
tentang Adanya Evolusi Fosil yang ditemukan di berbagai lapisan bumi
paling lengkap berupa fosil kuda. Sejarah perkembangan kuda merupakan
suatu contoh yang paling terkenal untuk menerangkan terjadinya perubahan
bentuk kuda dari masa ke masa. Skema ilustrasi terjadinya perubahan pada
kuda
- 14. Petunjuk-Petunjuk
tentang Adanya Evolusi Homologi: Organ-organ yang mempunyai bentuk asal
sama, namun mempunyai fungsi yang berbeda disebut homologi. Kaki depan
kuda homolog dengan sayap burung dan tangan manusia, kaki depan anjing
homolog dengan sayap burung, dan kaki depan kucing homolog dengan sirip
dada ikan. Analogi: Organ tubuh yang menunjukkan kesamaan fungsi tetapi
struktur asalnya berbeda disebut analogi.
- 15. Hukum
Hardy-Weinberg Hasil perkawinan Aa × Aa = F2 menurut hukum Hardy-Weinberg
dapat dituliskan sebagai berikut.
- 16. Petunjuk-Petunjuk
tentang Adanya Evolusi Suatu organisme memiliki suatu struktur tubuh yang
diyakini tidak memiliki fungsi. Struktur tersebut kemungkinan berasal dari
organisme sebelumnya. Contohnya, manusia memiliki usus buntu yang
fungsinya tidak diketahui. Atau pada beberapa jenis ular, paus, dan
lumba-lumba masih memiliki sisa-sisa tulang tungkai, tetapi saat ini tak
satu pun dari jenis hewan tersebut yang berkaki. Pelvis dan femur ikan
paus Usus buntu manusia
- 17. Spesies
dan Spesiasi n n n n Spesies: Populasi-populasi yang masih dapat
melakukan pertukaran gen dan menghasilkan keturunan yang fertil. Variasi,
perbedaan morfologi, fisiologi atau kelakuan tidak menjadi alasan dipisahkannya
dua populasi menjadi dua spesies yang berbeda. Spesiasi terjadi karena
interaksi antara faktor dalam (gen) dan faktor luar (lingkungan). Isolasi
reproduksi dapat terjadi akibat pemisahan dua populasi. Terjadi karena
penimbunan faktor ekstrinsik yang menyebabkan terjadinya isolasi faktor
instrinsik.
- 18. Macam-Macam
Mekanisme Isolasi Intrinsik 1. Isolasi Ekogeografi Dua populasi yang
terpisah oleh hambatan fisik. Apabila pada suatu saat kedua populasi
tersebut dikumpulkan menjadi satu, keduanya tidak akan mampu saling
mengadakan perkawinan. 2. Isolasi Habitat Antardua populasi simpatrik
terjadi perkawinan antar sesama populasi setempat namun berbeda
sifat-sifat genetiknya. 3. Isolasi Iklim/musim Pinus radiata dan Pinus
muricata tergolong simpatrik. Keduanya dapat disilangkan tetapi perkawinan
ini tidak pernah terjadi di alam, dikarenakan perbedaan masa berbunga.
- 19. Macam-Macam
Mekanisme Isolasi Intrinsik 4. Isolasi Perilaku Perbedaan pada
masing-masing spesies dalam mencari dan menentukan pasangannya untuk
menghasilkan keturunan. Tiap individu walau dalam satu spesies,
masing-masing mempunyai metode sendiri dalam menarik perhatian
pasangannya. 5. Isolasi Mekanik Hal yang menyangkut struktur yang
berkaitan dengan peristiwa perkawinan itu sendiri. Misalnya alat kelamin
yang jantan mempunyai bentuk yang sedemikian rupa sehingga tidak dapat
cocok dengan alat kelamin yang betina (berlaku sistem “lock and key”) 6.
Isolasi Gamet Peristiwa ini dijumpai pada tanaman tembakau, meskipun
serbuk sari sudah diletakkan pada stigma tetapi tidak terjadi fertilisasi
karena inti dari serbuk sari tidak dapat mencapai ovul.
- 20. Macam-Macam
Mekanisme Isolasi Intrinsik 7. Isolasi Perkembangan Peristiwa fertilisasi
yang berhasil tetapi embrio tidak dapat tumbuh dan segera mati. 8.
Ketidakmampuan Hidup Suatu Hibrida Perkembangan dari hibrida adalah lemah,
cacat dan kebanyakan mati sebelum dapat mengadakan reproduksi. 9.
Kemandulan Hibrida Hibrida yang terbentuk dan dapat hidup dengan normal
ternyata steril karena tidak terjadi pertukaran gen. 10. Eleminasi Hibrida
Karena Seleksi Hibrida fertil disertai keturunannya bila berada dalam
suatu daerah yang sama dapat hidup dengan normal dapat dianggap sebagai
satu spesies.
- 21. Spesiasi
sebagai Akibat Adanya Poliploid n n n n n Hugo de Vries menemukan pada tanaman Oenothera
Lamarckiana mempunyai 14 kromosom, namun karena ada peristiwa gagal
berpisah, keturunannya mempunyai 28 kromosom yang diberi nama Oenothera
gigas. Allopolipoid yaitu poliploid yang terjadi pada hibrida. Keturunan
yang bersifat allopoliploid lebih adaptif dibandingkan dengan induknya.
Lebih sering ditemukan pada tumbuhan dibandingkan hewan. Dapat digunakan
dalam membuat keturunan yang lebih baik untuk dibudidayakan.
- 22. Radiasi
Adaptif n n n Dibedakan dalam populasi-populasi yang tidak
memungkinkan terjadinya “persilangan”, di mana fertilisasi masih mungkin
namun keturunannya bersifat steril. Contoh pada burung Finch di kepulauan
Galapagos yang dikemukakan oleh Charles Darwin. Pada populasi burung Finch,
diduga hanya berasal dari satu spesies saja, tetapi beradaptasi untuk
menghindari kompetisi mendapatkan makanan sehingga terjadi spesiasi.
- 23. Oportunisme,
Divergensi, dan Konvergensi n n n n Divergensi adalah garis-garis keturunan yang
menyebar. Pada evolusi, keturunan berbentuk bangunan bercabang. Bila
percabangan hanya bertahan sampai tengah saja, maka akan teradi kepunahan.
Konvergensi: dua makhuluk hidup atau lebih yang mempunyai asal-usul yang
berbeda, namun mempunyai bentuk dan fungsi tubuh yang sama karena berada
dalam tempat yang sama. Oportunisme adalah bagaimana suatu makhluk hidup
membentuk bagian tubuh sepraktis mungkin untuk bertahan hidup dalam proses
evolusi dan konvergensi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat